POJOKSATU.id, JEMBER – Suasana Balai Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, terasa berbeda pada Rabu (29/7/2026).
Kegiatan Serap Aspirasi Tokoh Masyarakat dan Pemuda di desa tersebut berlangsung hangat dan interaktif.
Di tengah jalannya acara, perhatian peserta tertuju pada sosok Abdul Azis (28).
Pemuda penyandang disabilitas asal desa setempat itu tampil berani menyuarakan isi hatinya di hadapan bupati.
Azis menyampaikan apresiasi mendalam atas program jemput bola Homecare yang baru saja digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.
Bagi kelompok difabel, ia menilai program kesehatan tersebut menjadi angin segar yang sukses memangkas masalah aksesibilitas yang selama ini menjadi tantangan terberat mereka.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Ketahanan Pangan di Tasikmalaya, KWT Mekar Fajar Dibekali Budidaya Hidroponik
"Bagi saya itu sangat luar biasa, Gus. Terima kasih banyak. Semoga program ini terus berlanjut dan tepat sasaran," ungkap Azis.
Di luar urusan medis, Azis juga menitipkan harapan besar terkait pemberdayaan.
Ia mendorong agar program bagi disabilitas tidak berhenti pada pelatihan skill semata, melainkan berlanjut hingga terciptanya ekosistem pemasaran yang inklusif.
Baca Juga: Tak Hanya Memberi Perintah, Kepala Desa Kalijati Ini Ikut Dorong Gerobak Sampah Bersama Warga
Merespons aspirasi warganya, Bupati Jember Gus Fawait menjelaskan bahwa Homecare memang dirancang khusus untuk menyentuh kelompok-kelompok rentan.
Gus Fawait menuturkan, pada tahap awal pelaksanaannya, Pemkab Jember mematok target pelayanan kepada 25.000 Kepala Keluarga (KK), termasuk di dalamnya para penyandang disabilitas.
Lewat terobosan ini, bupati ingin hak pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu bisa disetarakan layaknya memiliki dokter keluarga pribadi.
Nantinya, warga sasaran akan mendapatkan fasilitas kunjungan rutin dari tenaga kesehatan (nakes), pasokan obat-obatan dan logistik, hingga akses telemedicine.
Baca Juga: BKN Mendorong Efisiensi Finansial ASN Melalui Program Mendekatkan ASN ke Keluarga
Layanan Homecare ini diklaim akan melengkapi program jaminan yang sudah berjalan seperti Universal Health Coverage (UHC), sehingga kendala biaya maupun jarak tak lagi jadi hambatan.
Meski begitu, bupati tak menampik bahwa implementasi kebijakan di tahap awal ini berpotensi menemui sejumlah kendala di lapangan.
"Mungkin sebuah kebijakan tidak bisa langsung sempurna, pasti ada kekurangan di sana-sini. Karena itu, kami butuh dukungan dan pengawalan dari seluruh masyarakat," tutur Gus Fawait.
Baca Juga: Sosok Iptu Setya Budi Ditangkap KPK Peras Bupati Pemalang Ternyata Eks Ajudan Alex Marwata 9 Tahun
Ia pun memastikan bahwa Pemkab Jember sangat terbuka menerima berbagai masukan, saran, serta kritik membangun dari warga demi penyempurnaan program ke depannya. ***



