POJOKSATU.id — Universitas Indonesia (UI) membuka kesempatan bagi calon mahasiswa untuk bergabung melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025.

Jalur ini memungkinkan pendaftar yang tidak memenuhi syarat SNBP 2025, gagal dalam seleksi tersebut, maupun lulusan paket C dan gap year untuk bersaing mendapatkan kursi di UI.

Pendaftaran SNBT 2025 dijadwalkan mulai 18 Maret 2025 dengan total 79 program studi yang tersedia untuk jenjang D3, D4, dan S1.

Persyaratan utama bagi calon mahasiswa adalah melakukan registrasi akun di portal Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) melalui situs resmi snpmb.bppp.kemdikbud.go.id.

Baca Juga: Jadi PTN Paling DIminati, Lima Fakultas dan Sekolah di ITB Ini BERSAING KETAT di SNBT 2025, Kenali Prodi dan Prospeknya

Persaingan masuk UI memang terkenal ketat akibat tingginya jumlah peminat dibandingkan dengan daya tampung yang terbatas.

Sebagai contoh, pada tahun sebelumnya, Jurusan Ilmu Hukum hanya menyediakan 171 kursi, sementara jumlah pendaftar mencapai 3.883 orang, menghasilkan rasio persaingan 1:22.

Jurusan Kedokteran UI bahkan lebih kompetitif dengan kuota 90 kursi yang diperebutkan oleh 3.275 pendaftar, sehingga satu kursi harus diperebutkan oleh 36 calon mahasiswa.

Meski demikian, terdapat beberapa jurusan di UI dengan tingkat persaingan yang lebih rendah, sehingga peluang diterima lebih besar.

Berikut daftar program studi dengan tingkat keketatan lebih rendah di SNBT 2025:

Baca Juga: KETENTUAN TERBARU Pilihan Program Studi di SNBT 2025, Urutan Pilihan TIDAK BERPENGARUH, Cek Sistem Pemilihan Program Studi

  1. Fisika

    • Peminat SNBT 2024: 225
    • Daya tampung 2025: 42
    • Keketatan: 18,67%
  2. Sastra Daerah untuk Sastra Jawa

    • Peminat SNBT 2024: 156
    • Daya tampung 2025: 24
    • Keketatan: 15,38%
  3. Sastra Rusia

    • Peminat SNBT 2024: 164
    • Daya tampung 2025: 24
    • Keketatan: 14,63%
  4. Kimia

    • Peminat SNBT 2024: 309
    • Daya tampung 2025: 42
    • Keketatan: 13,59%
  5. Geografi

    • Peminat SNBT 2024: 322
    • Daya tampung 2025: 42
    • Keketatan: 13,04%
  6. Sastra Belanda

    • Peminat SNBT 2024: 248
    • Daya tampung 2025: 24
    • Keketatan: 9,68%
  7. Matematika

    • Peminat SNBT 2024: 315
    • Daya tampung 2025: 30
    • Keketatan: 9,52%
  8. Geofisika

    • Peminat SNBT 2024: 315
    • Daya tampung 2025: 26
    • Keketatan: 8,25%
  9. Teknologi Bioproses

    • Peminat SNBT 2024: 369
    • Daya tampung 2025: 30
    • Keketatan: 8,13%
  10. Geologi

  • Peminat SNBT 2024: 323
  • Daya tampung 2025: 26
  • Keketatan: 8,05%
  1. Sastra Prancis
  • Peminat SNBT 2024: 221
  • Daya tampung 2025: 17
  • Keketatan: 7,69%
  1. Keperawatan
  • Peminat SNBT 2024: 961
  • Daya tampung 2025: 73
  • Keketatan: 7,60%
  1. Ilmu Filsafat
  • Peminat SNBT 2024: 324
  • Daya tampung 2025: 24
  • Keketatan: 7,41%
  1. Sastra Jerman
  • Peminat SNBT 2024: 247
  • Daya tampung 2025: 17
  • Keketatan: 6,88%

Baca Juga: Dibuka hingga 27 Maret, UIN Jakarta Tawarkan 26 Prodi untuk Pendaftar Jalur UTBK SNBT

  1. Sastra Cina
  • Peminat SNBT 2024: 350
  • Daya tampung 2025: 24
  • Keketatan: 6,86%

Semakin rendah persentase keketatan, semakin besar peluang diterima di UI melalui jalur SNBT 2025.

Memilih program studi dengan tingkat persaingan lebih rendah dapat menjadi strategi bagi calon mahasiswa untuk meningkatkan peluang lolos seleksi. ***