POJOKSATU.id - UI GreenMetric memperkuat komitmennya mendorong pengembangan kampus berkelanjutan di Rusia melalui 10th National Workshop on UI GreenMetric “Green Universities of Russia” yang digelar di RUDN University, Moscow, Rusia.
UI GreenMetric Sustainable University Rankings merupakan inisiatif yang diinisiasi Universitas Indonesia pada 2010 untuk mendorong perguruan tinggi mengukur, mengevaluasi, dan meningkatkan kinerja keberlanjutan kampus melalui pendekatan berbasis data, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi internasional.
Penyelenggaraan workshop nasional ke-10 di Rusia menandai satu dekade kerja sama UI GreenMetric dengan universitas-universitas Rusia.
Selama periode tersebut, 51 universitas Rusia telah menjadi bagian dari inisiatif keberlanjutan global UI GreenMetric.
“Sepuluh Workshop Nasional merepresentasikan sesuatu yang penting. Kesepuluh workshop ini menunjukkan kesinambungan, kepercayaan, dan komitmen bersama terhadap keberlanjutan di lingkungan pendidikan tinggi Rusia,” ujar Ketua UI GreenMetric World University Rankings Vishnu Juwono.
Bahas UI GreenMetric 2026 hingga Tujuh Bidang Keberlanjutan
Workshop tersebut mempertemukan perwakilan universitas, akademisi, pemerintah, pengelola keberlanjutan, peneliti, serta pemangku kepentingan terkait.
Pembahasan mencakup pembaruan indikator dan proses penyampaian data UI GreenMetric 2026, perkembangan Russian National UI GreenMetric Network, serta pengalaman universitas dalam mengelola tujuh bidang keberlanjutan.
Ketujuh bidang tersebut meliputi infrastruktur, energi dan perubahan iklim, limbah, air, transportasi, pendidikan dan penelitian, serta tata kelola dan digitalisasi.
Workshop juga membahas peluang kerja sama internasional dalam pembangunan berkelanjutan, termasuk pengembangan jejaring lokasi pengujian ekologis dan iklim serta solusi perlindungan iklim perkotaan dan lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan deklarasi keanggotaan, pengenalan anggota baru, serta diskusi mengenai pengembangan jaringan UI GreenMetric di Rusia.
UI GreenMetric Bukan Sekadar Pemeringkatan
Vishnu menekankan bahwa UI GreenMetric tidak seharusnya dipahami hanya sebagai pemeringkatan.
Menurutnya, pengukuran keberlanjutan harus membantu perguruan tinggi memahami persoalan sekaligus mendorong perubahan nyata.
“Tujuan mengukur energi bukan sekadar untuk memperoleh poin, tetapi untuk memahami energi.
Tujuan mengukur limbah bukan sekadar dokumentasi, tetapi untuk mengubah pola konsumsi.
Tujuan mengukur transportasi bukan sekadar memenuhi sebuah indikator, tetapi untuk memikirkan kembali mobilitas yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Vishnu.
Ia juga menyoroti besarnya potensi perguruan tinggi Rusia dalam mendorong perubahan.
Berdasarkan data Rosstat yang dikutip dalam sambutannya, sekitar 4,43 juta mahasiswa mengikuti program sarjana, spesialis, dan magister di Rusia pada tahun akademik 2024/2025.
Baca Juga: Limbah Ban Jadi Peluang Bisnis, Mahasiswa FEB UI Juara 1 Bioenergy Talent 2026
Menurut Vishnu, jumlah tersebut bukan sekadar angka statistik, tetapi jutaan peluang untuk menciptakan perubahan.
Perguruan tinggi dapat menjadikan persoalan kampus sebagai sumber pengetahuan.
Konsumsi energi dapat diolah menjadi dataset, limbah menjadi bahan eksperimen ekonomi sirkular, sedangkan pola transportasi dapat menjadi kajian mobilitas.
Dengan pendekatan tersebut, kampus dapat berfungsi sebagai laboratorium keberlanjutan sekaligus sumber bukti untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik.
UI GreenMetric pun terus memperluas jejaring keberlanjutannya, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara melalui pengukuran berbasis data, pertukaran pengetahuan, kolaborasi antarkampus, dan jejaring global. ***




