JAKARTA, POJOKSATU.id - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menorehkan prestasi dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings (WUR) 2026.
Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen UMJ dalam mengembangkan kampus yang hijau, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Berdasarkan pemeringkatan UI GreenMetric, UMJ meraih peringkat pertama perguruan tinggi swasta Islam di Provinsi Banten.
UMJ juga menempati peringkat kedua perguruan tinggi swasta Islam di LLDIKTI Wilayah III Jakarta dan peringkat ke-18 perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah III Jakarta.
UI GreenMetric WUR merupakan pemeringkatan perguruan tinggi yang mengukur komitmen dan kinerja universitas dalam menerapkan prinsip keberlanjutan.
Penilaian mencakup sejumlah aspek, antara lain lingkungan dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah dan air, transportasi, serta pendidikan dan penelitian.
UMJ Jadikan Peringkat sebagai Motivasi
Wakil Rektor III UMJ Prof. Dr. Tria Astika Endah Permatasari, MKM., mengatakan capaian tersebut menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi UMJ untuk memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan.
Menurutnya, hasil pemeringkatan menunjukkan berbagai upaya UMJ dalam membangun kampus berwawasan lingkungan mulai memberikan dampak nyata.
“Namun, bagi kami, peringkat bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju kampus yang semakin hijau, sehat, inovatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Tria mengatakan UMJ akan memperkuat strategi keberlanjutan secara lebih terintegrasi.
Upaya tersebut tidak hanya menyasar infrastruktur dan pengelolaan lingkungan, tetapi juga mencakup efisiensi energi, pengelolaan sampah, transportasi berkelanjutan, penghijauan, pendidikan, riset, serta keterlibatan seluruh sivitas akademika.
“Kami ingin membangun budaya keberlanjutan yang menjadi bagian dari karakter dan tata kelola UMJ, sehingga peningkatan peringkat merupakan konsekuensi dari perbaikan yang benar-benar berdampak,” jelasnya.
Ia berharap UI GreenMetric tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antarperguruan tinggi.
Pemeringkatan tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen untuk mendorong perubahan nyata menuju kampus yang lebih berkelanjutan.
UMJ juga ingin berkembang sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi turut menjadi contoh dalam menjaga lingkungan dan membangun masa depan berkelanjutan.
“Semoga capaian hari ini menjadi pijakan untuk membawa UMJ ke level yang lebih tinggi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Tria.
Program Kampus Hijau Masuk ke Berbagai Kegiatan
Kepala Bagian Reputasi Global UMJ Dr. Mizna Sabilla, MKM., mengatakan UMJ mengalami peningkatan berdasarkan total skor setiap indikator dan hasil pemeringkatan nasional dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi apresiasi atas berbagai program yang telah dilakukan UMJ dalam membangun kampus hijau dan berkelanjutan.
“Kami akan terus mengupayakan program-program green campus kepada seluruh sivitas akademika.
Semangat kampus hijau secara konsisten diterapkan dalam PKKMB, KKN, kegiatan kemahasiswaan, hingga pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Setiap program studi juga mulai menyematkan indikator keberlanjutan dalam berbagai kegiatannya,” ujarnya.
Mizna berharap konsep green campus tidak berhenti pada kegiatan atau agenda tertentu.
Prinsip keberlanjutan, menurutnya, perlu diwujudkan melalui perilaku dan kebiasaan sehari-hari seluruh sivitas akademika.
Dengan capaian dalam UI GreenMetric WUR 2026, UMJ berupaya menjadikan keberlanjutan bukan hanya sebagai indikator pemeringkatan, tetapi sebagai bagian dari tata kelola, pendidikan, penelitian, kegiatan mahasiswa, hingga kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus.






