POJOKSATU.id - Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka digunakan oleh satuan pendidikan sebagai acuan dalam menyelenggarakan pembelajaran.
Dalam Modul Ajar Kurikulum Merdeka perlu dirancang beberapa bagian yang terdiri dari tujuan, langkah, media pembelajaran yang disusun berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran sesuai fase atau tahap perkembangan siswa.
Selain itu ada komponen yang terdiri dari informasi umum, kompetensi awal, profi pelajar pancasila, sarana dan prasarana, target peserta didik, dan model pembelajaran.
Tentu saja di tengah kesibukan ada cara mudah yang bisa digunakan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, salah satunya dengan penggunaan platform Artificial Intelligence (AI).
Guru sebagai pembelajar tentu dapat memanfaatkan teknologi tersebut, sehingga penting bagu guru untuk menguasai pemahaman dan keterampilan penggunaan AI dalam menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka tanpa kehilangan esensi pembelajaran yang bermakna.
Dengan penguasaan penggunaan AI, guru bisa mengurangi kerepotan di tengah padatnya tugas dan kegiatan pembelajaran.
Karena itu, konsisten meningkatkan kualitas pembelajaran, Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kota Bandung menyelenggarakan Temu Pendidik Daerah (TPD) seri ke-36 melalui Workshop bertema "Merancang Modul Ajar Kurikulum Merdeka dengan AI".
Sebagai informasi, Temu Pendidik Daerah (TPD) merupakan forum yang mempertemukan guru, kepala sekolah, pengawas, dan pemangku kepentingan di ekosistem pendidikan di daerah. Forum ini telah berdiri sejak tahun 2014.
Sementara, KGBN merupakan wadah belajar guru yang memiliki semangat berbagi praktik baik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui visi mewujudkan cita-cita guru seluruh Indonesia yakni menjadi guru belajar.
Dengan prinsip Merdeka Belajar, guru-guru di KGBN berbagi keresahan dan harapan yang sama untuk menggerakkan perubahan, membangun atmosfer pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.
Pembelajaran melalui Workshop "Merancang Modul Ajar Kurikulum Merdeka dengan AI" merupakan bagian TPD KGBN Kota Bandung, yang akan berlangsung pada hari Minggu, 28 April 2024 pukul 09.00 - 13.00 WIB melalui luring di SD Mutiara Bunda, Jl. Arcamanik Endah No. 3, Kota Bandung dan dapat diikuti secara online melalui Zoom Meeting.
"Pembelajaran ini diarahkan untuk mengembangkan keterampilan merancang pembelajaran yang bermakna dengan mengintegrasikan AI dalam modul ajar Kurikulum Merdeka," ujar Astri Winarti Widiastuti, guru SDN 260 Griya Bumi Antapani Kota Bandung yang akan menjadi moderator dalam workshop ini.
Astri menjelaskan, peserta akan mendapatkan e-Sertifikat Total 12 JP yang akan menambah kualifikasi profesional guru dan diakui oleh PMM.
Peserta yang mengikuti metode luring cukup menyiapkan investasi pendidikan untuk klasifikasi Early Bird dengan biaya hanya Rp 100.000 dan terbatas hanya sampai 22 April 2024. Sedangkan klasifikasi Normal dengan biaya terjangkau hanya Rp 125.000.
Sedangkan untuk klasifikasi Grup (minimal 5 orang), cukup menyiapkan investasi sebesar Rp 110.000 per orang. Biaya tersebut sudah termasuk e-Sertifikat, materi, coffee break, dan snack.
Pilihan bagi guru yang ingin mengikuti dari luar kota atau Daring Only cukup melakukan registrasi dengan investasi pendidikan sebesar Rp 50.000.
Untuk informasi selengkapnya perihal teknis registrasi, link dan kehadiran dapat konfirmasi melalui tautan berikut, klik: [Sekar].
Wanita yang akrab dipanggil Acy itu menyebutkan, salah satu manfaat utama AI dalam pengembangan kurikulum adalah memungkinkan guru untuk membuat konten yang terstandarisasi dan disederhanakan yang mengikuti garis besar atau pola yang berkesinambungan .
"AI juga dapat membantu pendidik membuat rubrik atau menyempurnakan rubrik, tujuan, dan kriteria penilaian dan tugas yang sudah ada," ungkap Acy.
Workshop "Merancang Modul Ajar Kurikulum Merdeka dengan AI" akan menghadirkan narasumber profesional, Anggayudha A Rasa, Kepala Sekolah SMM Kota Bandung yang juga merupakan Tim Perancang Kurikulum Merdeka, sekaligus Instruktur Program Guru Penggerak.
"Sejak pertama kali mengadopsi penggunaan chatGPT pada tahun 2022, saya menyadari potensi revolusioner dari AI dalam mendukung profesi keguruan," tutur lulusan University of Pennsylvania, Amerika Serikat itu.
Pria yang akrab dipanggil Pak Aye itu menuturkan, AI sama halnya kotak perkakas yang memiliki banyak alat untuk tugas berbeda.
"AI juga menawarkan beragam fungsi yang dapat memperkaya proses pembelajaran dan pengajaran," lanjut lulusan Institut Teknologi Bandung pada 2011 itu.
Ia menjelaskan, dari personalisasi materi pelajaran yang sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar masing-masing siswa, hingga otomatisasi administrasi dan penilaian yang membebaskan guru dari tugas repetitif — AI mampu mengoptimalkan waktu dan sumber daya kita secara signifikan.
Menurutnya, kekuatan AI bukan tanpa tantangan. Beberapa pihak mungkin khawatir bahwa teknologi ini dapat menggantikan peran guru.
"Namun saya percaya AI sejatinya adalah asisten digital yang memungkinkan kita untuk mengalokasikan lebih banyak waktu pada interaksi bermakna dengan murid-murid —sesuatu yang tidak bisa diotomatisasi," ungkapnya kepada pojoksatu.id, Jumat (19/4/2024).
Dengan penggunaan yang bijaksana, AI membantu kita menjadi lebih efisien dan efektif dalam mendidik, membimbing, dan menginspirasi generasi muda.
"Saya mendorong rekan-rekan pendidik untuk menyelami dan memanfaatkan AI sebagai sebuah alat pendukung dalam mengajar," tegasnya.
Aye juga menuturkan, guru harus lebih siap dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan di zaman sekarang.
"Kita, sebagai arsitek masa depan, sudah semestinya membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk mempersiapkan siswa kita menghadapi dunia yang semakin terintegrasi dengan teknologi," katanya.
Melalui Workshop "Merancang Modul Ajar Kurikulum Merdeka dengan AI", KGBN Kota Bandung dalam TPD kali ini mengajak para guru berkolaborasi dengan AI untuk menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan inovatif, demi membentuk pemikir kritis dan pemecah masalah ulung di masa depan.***




