POJOKSATU.id – Minat mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk mengikuti Program PRIMA Magang PTKI 2026 terus bertambah.
Namun, hingga penghujung Juni 2026, jumlah pendaftar masih jauh dari target yang ditetapkan.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 516 mahasiswa telah mendaftarkan diri melalui platform PRIMA.
Angka tersebut baru mencapai sekitar 25,5 persen dari target 2.026 peserta, sehingga kampus terus mendorong peningkatan partisipasi sebelum masa pendaftaran berakhir pada 24 Juli 2026.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A., mewakili Rektor Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menjelaskan bahwa PRIMA Magang PTKI merupakan program strategis dari Kementerian Agama untuk memperkuat kualitas lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.
"Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar sekaligus bekerja secara langsung di dunia profesional. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting agar lulusan memiliki kompetensi akademik, profesional, dan kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang," tegasnya, Selasa, 30 Juni 2026.
Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan menjalani magang di berbagai perusahaan nasional maupun multinasional.
Selain memperoleh pengalaman kerja nyata, peserta juga dapat mengembangkan kemampuan teknis (hard skill) dan keterampilan nonteknis (soft skill), mengikuti pelatihan Artificial Intelligence (AI), memperluas jaringan profesional, hingga membuka peluang direkrut oleh mitra industri.
Baca Juga: Garut Siaga Hadapi Kemarau, Pemkab Siapkan 90 Pompa Air untuk Selamatkan Lahan Pertanian
Tak hanya itu, aktivitas magang yang diikuti juga dapat dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai ketentuan yang berlaku.
Program PRIMA Magang PTKI diperuntukkan bagi mahasiswa aktif jenjang D3, D4, dan S1 di lingkungan PTKI.
Peserta minimal harus berada di semester 2 untuk D3 atau semester 4 bagi D4 dan S1 saat program berlangsung.
Selain itu, mahasiswa wajib memperoleh rekomendasi dari perguruan tinggi melalui sistem PRIMA, bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai, serta lolos proses seleksi dari perusahaan atau institusi mitra.
Baca Juga: Cara Cek AJB Asli atau Palsu Sebelum Beli Rumah, Jangan Sampai Tertipu Saat Transaksi Properti
Sementara itu, Kepala Career Development Center (CDC) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Heri Gunawan, S.Pd.I., M.Ag., mengajak seluruh sivitas akademika turut mendorong mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut.
"Hingga saat ini sebanyak 516 mahasiswa telah terdaftar pada Platform PRIMA Magang PTKI Tahun 2026 dari target 2.026 peserta," ujarnya.
"Kami mengajak seluruh pimpinan fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk bersama-sama mendorong lebih banyak mahasiswa mengikuti program ini agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai," jelasnya.
Baca Juga: Jual Beli Kurs Dolar Ternyata Bukan Cuma Buat Pebisnis, Ini 8 Manfaatnya bagi Keuangan dan Investasi
Menurut Heri, PRIMA Magang PTKI menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan dunia industri.
Pengalaman tersebut diyakini mampu memperkaya portofolio mahasiswa sekaligus meningkatkan daya saing lulusan ketika memasuki dunia kerja.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform resmi PRIMA.
Mahasiswa diwajibkan membuat akun, melengkapi data diri, mengunggah curriculum vitae (CV), mengikuti tes potensi, kemudian memperoleh rekomendasi dari CDC sebelum melamar posisi magang sesuai minat dan kompetensi.
Baca Juga: Ayam Kentucky Super Crispy Ala Rumahan, Renyah di Luar Juicy di Dalam, Cuma Pakai 3 Bahan Utama
Sesuai jadwal, pendaftaran masih dibuka hingga 24 Juli 2026.
Setelah itu akan dilanjutkan seleksi peserta pada 29 Juli–21 Agustus 2026, pengumuman hasil seleksi 27–28 Agustus 2026, pembekalan soft skills pada 31 Agustus 2026, serta onboarding pada 1 September 2026.
Program magang akan berlangsung selama empat bulan, yakni mulai 1 September hingga 31 Desember 2026.
Kesempatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperkaya pengalaman, mengasah kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil peluang ini, semakin besar pula bekal yang dimiliki untuk menatap masa depan dengan percaya diri. ***




