POJOKSATU.id — Upaya menekan angka stunting di Maluku kini hadir dalam bentuk inovasi kreatif.

Kampus STIkes Maluku Husada bersama Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menggandeng warga Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, untuk menciptakan program unik: biskuit MP ASI berbahan dasar hotong.

Biskuit ini diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak rentan stunting, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal khas Maluku.

Baca Juga: Lewat Program SERASA, Pertamina Regional JBB Tanamkan Kepedulian Lingkungan di SDN 2 Sliyeg Lor

Salah satu dosen STIkes Maluku Husada, Mariene Wiwin Dolang, menjelaskan program kolaboratif ini berlangsung selama lima hari dan melibatkan 26 kader Posyandu di Negeri Lima.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, tim terlebih dahulu menggelar sosialisasi berupa penyuluhan mengenai stunting, pencegahan stunting, pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal, serta kandungan gizi pada hotong.

“Alhamdulillah, dari kegiatan ini kita berhasil menciptakan biskuit dari hotong untuk mencegah stunting,” ujar Wiwin di Ambon, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga: Gubernur Andra Soni Ajak Kreator Digital Bangun Komunikasi Publik yang Positif

Sebelum penyuluhan dimulai, para kader Posyandu diberikan kuesioner pre-test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi.

“Setelah itu kita berikan lagi kuesioner post-test, dan hasilnya kader sangat paham,” ungkap Wiwin.

Setelah memahami materi, para kader kemudian mulai berkreasi membuat biskuit MP ASI berbahan dasar hotong.

Baca Juga: Tidak Usah ke Luar Negeri, Monash University Buka Program S1 di Indonesia, Tawarkan Pendidikan Kelas Dunia

Prosesnya dimulai dari pengolahan tepung hotong menggunakan mesin giling hingga pencampuran bahan lain yang bernutrisi.

Tidak berhenti di situ, para kader juga mendapatkan pelatihan kewirausahaan, termasuk pengelolaan usaha dan strategi pemasaran produk melalui media online agar produk mereka bisa dikenal luas.

Wiwin menjelaskan, tanaman hotong atau dikenal juga sebagai Hotong Buru (Setaria italica L) merupakan tanaman jenis alang-alang yang tumbuh subur di Pulau Buru, Provinsi Maluku.

Baca Juga: Akminas 2025 Digelar Hingga 11 Oktober, Kemenag Ajak Mahasiswa PTK Tebar Kebaikan Tanpa Sekat Agama

Tanaman ini menjadi salah satu komoditas unik dan menjadi ciri khas pertanian di wilayah tersebut.

Hotong Buru dikenal memiliki kandungan nutrisi tinggi yang penting untuk mencegah malnutrisi. Karbohidratnya mirip dengan beras, namun kadar protein dan lemaknya lebih tinggi.

Selain itu, biji hotong mengandung komponen bioaktif seperti tanin dan vitamin E yang bersifat antioksidan, sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh anak-anak.

Baca Juga: Ini 10 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia, Masuk Peringkat Dunia versi QS World University Rankings 2025

Melalui program inovatif ini, STIkes Maluku Husada dan Unpatti Ambon membuktikan bahwa kekayaan lokal bisa menjadi solusi efektif dalam menghadapi masalah stunting di Indonesia. ***