POJOKSATU.id - Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan sarana untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi efektif, mengembangkan kreativitas, dan ruang kolaborasi peserta didik.
Capaian pembelajaran di kelas 7 Bahasa Indonesia fase D adalah memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial, dan akademis.
Selain itu, peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasikan informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra.
Berikut merupakan matriks tujuan pembelajaran dan ringkasan materi teks fiksi: Teks Puisi Rakyat dan Cerita Fantasi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 Kurikulum Merdeka bab 2 semester 1.
Berkelana di Dunia Imajinasi
Tujuan Pembelajaran
1. Mengenal jenis dan unsur puisi rakyat
Peserta didik mengungkapkan pemahamannya terhadap puisi rakyat dengan membandingkan jenis dan unsur puisi rakyat dengan teliti.
2. Mengidentifikasi tujuan puisi rakyat
Peserta didik menjelaskan pendapatnya melalui kegiatan menginterpretasi tujuan penulisan puisi dengan baik.
3. Mengidentifikasi isi dan unsur puisi rakyat
Peserta didik memahami dan menyimpulkan informasi dari teks lisan yang disimaknya dengan menjawab pertanyaan tentang macapat Kinanthi yang diperdengarkan kepadanya
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Cara Mengatur Waktu saat Mengerjakan Soal TKA
4. Berkreasi dengan puisi rakyat dan musikalisasi puisi
Peserta didik mampu mengekspresikan ide melalui latihan menulis puisi rakyat.
Peserta didik mampu mengekspresikan ide melalui latihan mengkreasikan puisi rakyat dengan musik untuk memikat pemirsa.
5. Mengidentifikasi alur dalam cerita fantasi
Peserta didik menganalisis perubahan lebih perinci dalam alur cerita teks naratif dengan menjawab pertanyaan tentang cerita “Bola-Bola Waktu” dengan baik.
6. Menuliskan ulang alur teks naratif.
Peserta didik berlatih menuliskan pemahamannya tentang apa yang dihadapi tokoh cerita dengan runtut.
7. Mengkaji penokohan dalam cerita fantasi
Peserta didik melatih kemampuannya untuk mendiskusikan sifat tokoh cerita dan amanat penulis dalam teks naratif dengan membandingkan jawabannya dengan temannya.
Baca Juga: Mulai 2025, Tunjangan Guru ASN dan PPPK Dibayar Langsung oleh Kemenkeu
8. Mengenali majas sarkasme dalam cerita fantasi
Peserta didik menemukenali majas sarkasme dalam teks naratif dengan menuliskan ulang kalimat majas sarkasme tersebut dengan baik.
9. Membandingkan penokohan dalam cerita komik
Peserta didik menganalisis penokohan dalam cerita fantasi dengan menjawab pertanyaan tentang tokoh pada cerita “Kue-Kue Mao” dan “Keberanian Emas.”
10. Menilai alur dalam cerita fantasi
Peserta didik berlatih menilai alur pada teks naratif dengan mengisi diagram alur secara tepat.
11. Kalimat langsung dan tak langsung dalam teks fantasi
Peserta didik menemukenali ragam kalimat dalam teks naratif melalui latihan mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tak langsung.
12. Menulis cerita fantasi sederhana
Peserta didik berlatih menyajikan gagasannya dalam teks naratif dengan menulis cerita fantasi sederhana untuk menyampaikan amanat tertentu dengan menarik.
Bab II: Berkelana di Dunia Imajinasi
Pengertian Teks Puisi Rakyat
Puisi rakyat merupakan karya sastra lisan yang berkembang di tengah masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun.
Bentuknya sederhana namun memiliki makna yang dalam karena mencerminkan nilai, budaya, serta nasihat kehidupan yang berlaku di masyarakat.
Puisi rakyat sering kali digunakan sebagai sarana hiburan, pendidikan, dan penyampai pesan moral.
Baca Juga: Bimbingan Perkawinan Jadi Benteng Moral, Menag Klaim Efektif Tekan Perceraian
Jenis Puisi Rakyat
Jenis-jenis puisi rakyat meliputi pantun, gurindam, dan syair.
Pantun memiliki pola rima a-b-a-b dan terdiri atas sampiran serta isi.
Gurindam biasanya terdiri dari dua baris, di mana baris pertama berisi sebab dan baris kedua berisi akibat.
Sementara itu, syair terdiri dari empat baris dengan rima a-a-a-a dan mengandung pesan atau nasihat kehidupan.
Unsur-Unsur Puisi Rakyat
Unsur-unsur yang membangun puisi rakyat terdiri atas tema, pesan, rima, irama, dan diksi atau pilihan kata.
Tema menjadi inti dari pesan yang ingin disampaikan, sedangkan diksi menentukan keindahan bunyi dan makna dalam setiap baris.
Rima dan irama menciptakan keselarasan serta memperkuat kesan estetik dari puisi rakyat tersebut.
Cara Menulis Puisi Rakyat
Menulis puisi rakyat dapat dilakukan dengan menentukan tema terlebih dahulu, kemudian memilih jenis puisi yang akan dibuat.
Setelah itu, penulis perlu memperhatikan pola rima serta bahasa yang digunakan agar sesuai dengan karakteristik puisi rakyat.
Selain itu, latihan membaca dan mendengarkan puisi rakyat akan membantu dalam memahami gaya penyampaiannya sebelum menulis karya sendiri.
Pengertian Cerita Fantasi
Cerita fantasi adalah teks naratif yang memuat unsur imajinatif atau hal-hal di luar kenyataan.
Dalam cerita fantasi, pengarang bebas menciptakan dunia dan tokoh dengan kekuatan, latar, serta peristiwa yang tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata.
Tujuan cerita fantasi adalah menghibur sekaligus menumbuhkan daya imajinasi dan kreativitas pembaca.
Baca Juga: Kelurahan Pondok Benda Peringati Ulang Tahun ke-131 dengan Semangat Kebersamaan
Unsur-Unsur Cerita Fantasi
Cerita fantasi memiliki unsur-unsur pembangun seperti tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, konflik, dan amanat.
Tokoh digambarkan dengan karakter unik yang mendukung jalannya alur cerita.
Latar waktu dan tempat dapat melibatkan dunia nyata maupun dunia khayal, sedangkan konflik menjadi inti dari cerita yang menggugah emosi pembaca hingga akhirnya ditemukan amanat atau pesan moral di akhir kisah.
Kaidah Kebahasaan Cerita Fantasi (Majas Sarkasme, Kalimat Langsung dan Tak Langsung)
Kaidah kebahasaan yang digunakan dalam cerita fantasi mencakup penggunaan majas, kalimat langsung, dan kalimat tak langsung.
Majas sarkasme sering muncul untuk menyindir atau menegaskan sesuatu secara keras.
Baca Juga: 99 Siswa SMP Pupuk Kujang Ikuti Diklatsar Bareng Kodim 0604 Karawang
Kalimat langsung digunakan untuk memperjelas dialog antar tokoh, sedangkan kalimat tak langsung digunakan untuk menjelaskan kembali ucapan tokoh dengan gaya bahasa naratif.
Cara Menulis Cerita Fantasi
Langkah menulis cerita fantasi dimulai dari menentukan ide utama dan tema cerita.
Setelah itu, penulis mengembangkan tokoh, latar, dan alur sesuai imajinasi yang dimiliki.
Gunakan bahasa yang ekspresif serta sisipkan konflik dan penyelesaian yang menarik.
Cerita fantasi yang baik bukan hanya menghadirkan keajaiban, tetapi juga mengandung pesan moral yang dapat dipetik pembaca.
Melalui pembelajaran teks puisi rakyat dan cerita fantasi, peserta didik tidak hanya memahami bentuk dan struktur kedua jenis teks tersebut, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap kekayaan sastra Indonesia dan daya imajinasi yang dimiliki manusia.
Baca Juga: Kabar Baik! Pensiunan Janda/Duda PNS Kini Terima Pembayaran Langsung dari Taspen
Puisi rakyat mengajarkan nilai-nilai budaya, moral, dan kebijaksanaan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Sementara itu, cerita fantasi memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis melalui kisah yang penuh imajinasi.
Dengan memahami unsur, kaidah kebahasaan, serta cara menulis kedua teks tersebut, peserta didik diharapkan mampu mengekspresikan ide dan perasaannya secara kreatif, baik melalui puisi maupun cerita.
Pada akhirnya, pembelajaran ini menjadi fondasi penting untuk membentuk generasi yang literat, imajinatif, serta memiliki kepekaan terhadap nilai dan makna dalam karya sastra.
Pelajarilah dengan baik ringkasan materi tersebut supaya lebih memahami materi teks pidato.
Jangan ragu untuk bertanya pada guru jika ada hal yang belum dipahami. ***




