POJOKSATU.id - Setelah lama digaungkan, akhirnya naskah akademik Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning akhirnya resmi dirilis.
Seperti diketahui, Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning mencuat setelah Abdul Mu'ti resmi dilantik sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).
Mulanya, Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning disebut-sebut akan menjadi kurikulum pengganti Kurikulum Merdeka.
Akan tetapi hal itu kemudian dibantah Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Abe, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam merupakan sebuah pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran.
Yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik terpadu.
Pembelajaran mendalam tersebut sebagai solusi untuk mewujudkan profil lulusan dengan 8 dimensi.
Yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Prinsip pembelajaran mendalam yang akan diterapkan pada kurikulum Merdeka, yaitu:
1. Berkesadaran
Yaitu pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri.
Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.
Contoh pembelajaran di kelas sebagai berikut siswa melakukan observasi aktif, mendengarkan dan serta melaporkannya.
2. Bermakna
Yaitu peserta didik dapat menerapkan pengetahuannya ke dalam situasi nyata.
Proses belajar peserta didik tidak hanya sebatas memahami informasi/penguasaan konten, namun berorientasi pada kemampuan mengaplikasikan pengetahuan.
Contoh pembelajaran di kelas sebagai berikut seorang siswa belajar tentang konsep gravitasi dan menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari, seperti melihat apel jatuh dari pohon.
3. Mengembirakan
Yaitu pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi.
Rasa senang dalam belajar membantu peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.
Contoh pembelajaran di kelas sebagai berikut mengajarkan membaca dengan menggunakan benda-benda sekitar, belajar berhitung dengan bernyanyi.
Sementara kerangka pembelajaran yang perlu dikuatkan untuk mendukung penerapan pembelajaran mendalam adalah:
1. Guru dapat memilih strategi yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan berfokus pada pengalaman peserta didik, mengutamakan praktik, mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi. Guru hendaknya mempunyai kemampuan pedagogis.
2. Pemanfaatan teknologi digital untuk menyediakan berbagai sumber belajar yang bermakna sehingga dapat mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Guru hendaknya kreatif memanfaatkan kemajuan jaman untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran di kelas.
3. Lingkungan belajar yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi dan berbagi ide sehingga dapat mengakomodasi seluruh peserta didik termasuk gaya belajarnya dengan menyediakan ruang fisik, virtual, budaya belajar yang terintegrasi.
Satuan pendidikan hendaknya mengembangkan lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran, ramah anak, aman, nyaman dan menyenangkan.
4. Kemitraan perlu dibangun dengan seluruh anggota ekosistem sekolah (kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua, komunitas dan mitra profesional lainnya).
Semua anggota ekosistem sekolah berkolaborasi untuk mendukung proses pembelajaran.
Peran guru dalam pembelajaran mendalam adalah sebagai activator (guru sebagai penggerak), collaborator (guru mampu bekerja sama dengan berbagai pihak), culture builder (guru mampu membangun budaya).
Untuk mempersiapkan satuan pendidikan menerapkan pembelajaran mendalam pada Kurikulum Merdeka, maka Kemendikdasmen melakukan beberapa hal, antara lain:
1. Penetapan pembelajaran mendalam sebagai pondasi utama dalam peningkatan proses dan mutu pembelajaran
2. Penerapan pembelajaran mendalam pada setiap jenjang pendidikan perlu didukung oleh lingkungan pembelajaran yang kondusif, kemitraan pembelajaran yang luas dan bermakna, dan pemanfaatan teknologi digital yang efektif
3. Perubahan profil pelajar Pancasila yang terdiri atas enam dimensi menjadi profil lulusan dengan delapan dimensi
4. Penyelarasan antar peraturan perundang-undangan terkait dengan standar nasional pendidikan, kurikulum, buku teks pelajaran, proses pembelajaran dan asesmen
5. Pengalokasian 10% dari jam pelajaran untuk pembelajaran mendalam interdisipliner
6. Penataan ulang materi esensial dalam capaian pembelajaran
7. Peningkatan kompetensi guru dengan berbagai strategi kebijakan
8. Penyiapan dan peningkatan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya belajar dan budaya mutu
9. Peningkatan kapasitas supervisi pengawas sekolah/penilik dalam proses pendampingan, pembinaan, dan pengembangan kompetensi guru
10. Penyusunan buku guru dan buku siswa
11. Pemanfaatan teknologi digital dalam implementasi pembelajaran mendalam di sekolah
12. Pengembangan asesmen formatif dan sumatif dengan penekanan pada asesmen oetentik dan holistik
13. Penyusunan panduan mekanisme dan prosedur monitoring dan evaluasi implementasi pembelajaran mendalam
Untuk link download naskah akademik Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning ada di bawah ini:
https://drive.google.com/file/d/1HIPvXQI19uTG2e2LcNRrgZc2Q3P8gIoC/view
Silahkan alamat url Google Drive di atas di-copy lalu paste di kolom pencarian pada mesin pencari, seperti Google.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Setelah itu, proses download naskah akademik Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning akan berjalan otomatis setelah Anda meng-klik tombol unduh.***




