POJOKSATU.ID - Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga keseimbangan alokasi dana pendidikan nasional.

Meskipun saat ini terdapat fokus besar pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), data terbaru menunjukkan bahwa anggaran untuk sektor pendidikan tetap mengalami tren kenaikan yang signifikan.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, yaitu periode 2024 hingga 2026, total anggaran pendidikan di dalam APBN terus merangkak naik.

Secara rata-rata, pertumbuhan sektor ini mencapai 6,8% per tahun.

Baca Juga: Diakui Internasional, Prabowo Klaim MBG Indonesia Dipelajari White House dan Dipuji Rockefeller Institute

Jika dilihat dari angka nominalnya, kenaikan ini sangat terlihat jelas:

1. 2024: 665 Triliun

2. 2025: 724,3 Triliun

3. 2026: 757,8 Triliun

Satu hal yang menjadi perhatian utama adalah nasib kesejahteraan para guru.

Baca Juga: Benarkah Ini Solusi Swasembada Pangan, Bulog Lepas dari Status BUMN?

Berdasarkan data ekonomi makro yang ada, kekhawatiran bahwa program MBG akan memangkas hak-hak guru terbukti tidak terjadi.

Sebaliknya, anggaran yang dikhususkan untuk kesejahteraan guru justru tumbuh lebih pesat dibandingkan pertumbuhan anggaran pendidikan secara keseluruhan.

Alokasi dana untuk kesejahteraan guru tercatat mengalami kenaikan hampir 10% setiap tahunnya.

Fokus utama dari peningkatan anggaran ini mencakup dua aspek vital, yakni kenaikan tunjangan serta perbaikan skema gaji guru jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Melalui distribusi anggaran ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa peningkatan kualitas gizi siswa melalui program MBG berjalan beriringan dengan peningkatan taraf hidup para pendidik.

Dengan pertumbuhan dana kesejahteraan yang melampaui rata-rata pertumbuhan anggaran pendidikan total, diharapkan motivasi dan kualitas pengajaran di Indonesia terus meningkat di masa depan.***