POJOKSATU.id - Pada seleksi SNBP 2026, portofolio menjadi salah satu komponen krusial, khususnya bagi siswa yang memilih program studi seni dan olahraga.

Sayangnya, masih banyak kasus siswa dengan nilai akademik baik justru gugur karena portofolio yang tidak memenuhi ketentuan, sering kali tanpa disadari oleh guru pendamping.

Padahal, dalam skema SNBP, portofolio bukan sekadar pelengkap, melainkan instrumen penilaian utama untuk prodi tertentu.

Fungsi Portofolio dalam SNBP 2026

Portofolio berfungsi sebagai alat bagi perguruan tinggi untuk menilai kompetensi, konsistensi, dan potensi riil siswa di bidang seni atau olahraga.

Baca Juga: Rincian Besaran TPG Bagi Guru yang Diterima Bulan Februari 2026 setelah Adanya Pemotongan

Karena bidang ini tidak bisa sepenuhnya diukur lewat nilai rapor, portofolio menjadi representasi kemampuan aktual siswa.

Dengan kata lain, portofolio adalah “wajah” siswa di hadapan tim seleksi prodi seni dan olahraga.

Jenis Prodi yang Wajib Portofolio

Tidak semua prodi mewajibkan portofolio. Kewajiban ini hanya berlaku untuk prodi tertentu seperti seni rupa, desain, seni musik, seni tari, teater, serta pendidikan dan keolahragaan tertentu.

Baca Juga: Pemkot Bandung Hentikan Seluruh Insinerator TPS, Uji Emisi Lampaui Ambang Batas

Jika siswa memilih prodi ini, maka sistem SNBP otomatis meminta unggahan portofolio.

Kesalahan memahami kewajiban ini sering membuat siswa mengunggah portofolio seadanya atau bahkan keliru format.

Kesalahan Upload Portofolio yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan yang paling sering terjadi antara lain:

1. File tidak sesuai format yang diminta

2. Isi portofolio tidak relevan dengan prodi

3. Kualitas video atau gambar buruk

4. Tidak mengikuti struktur yang diminta dalam juknis

5. Mengunggah karya lama yang tidak representatif

Baca Juga: Lagi-Lagi Mahfud MD Bongkar Rahasia SebutInformasi ke Presiden Sering Engga Lengkap, Banyak Saringan yang Menghambat Fakta

Kesalahan ini sering luput karena guru fokus pada nilai akademik, bukan teknis portofolio.

Peran Guru dalam Validasi Portofolio

Guru, terutama guru seni, olahraga, dan BK, memiliki peran penting untuk memvalidasi kelayakan portofolio sebelum diunggah.

Guru tidak harus menilai secara teknis seperti dosen, tetapi memastikan bahwa:

1. Portofolio sesuai juknis

Baca Juga: Lagi-Lagi Mahfud MD Bongkar Rahasia SebutInformasi ke Presiden Sering Engga Lengkap, Banyak Saringan yang Menghambat Fakta

2. Karya benar-benar milik siswa

3. File dapat dibuka dan jelas

4. Isi relevan dengan pilihan prodi

Pendampingan ini bisa menjadi pembeda antara lolos dan gugur.

Pentingnya Membaca Juknis Resmi

Setiap tahun, SNPMB menerbitkan petunjuk teknis portofolio yang rinci.

Mengabaikan juknis dan hanya mengandalkan pengalaman tahun sebelumnya adalah kesalahan fatal.

Guru disarankan membaca juknis terbaru agar arahan ke siswa tidak keliru.

Dampak Portofolio yang Buruk

Portofolio yang tidak sesuai standar bisa langsung menurunkan peluang lolos, bahkan menggugurkan siswa sejak tahap awal seleksi.

Ini menjadi kerugian besar, terutama bagi siswa yang sebenarnya memiliki potensi kuat di bidang seni atau olahraga.***