POJOKSATU.id — Sejak diluncurkan pada 13 Maret 2025, kebijakan penyaluran tunjangan langsung ke rekening guru terus menunjukkan hasil yang menggembirakan di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini berhasil mempercepat distribusi dana, sekaligus meningkatkan transparansi serta akuntabilitas sistem pendidikan nasional.
Hingga triwulan pertama 2025, realisasi penyaluran tunjangan mencapai 587.905 guru atau sekitar 40% dari total sasaran nasional sebanyak 1.476.964 guru.
Angka ini jauh melampaui target awal sebanyak 200 ribuan guru.
Kebijakan ini disambut antusias oleh para pendidik. Indartha Meiputra, guru SDN Karanganyar, Pasuruan, menyatakan bahwa dirinya sangat terbantu dengan sistem baru ini.
Baca Juga: 60 Persen Guru Belum Terima Tunjangan Sertifikasi Triwulan I, Begini Info Terbarunya
"Hak kami sebagai guru kini lebih cepat diterima dan prosesnya lebih transparan," ujarnya.
Senada, Ragil Dimas Pamungkas, guru SMP Katolik Ricci 1 Jakarta Barat, menambahkan, “Kalau dulu bisa sampai pertengahan tahun, sekarang tunjangan cair jauh lebih cepat. Terima kasih untuk semua pihak.”
Tidak hanya guru ASN, guru non-ASN pun turut merasakan manfaat kebijakan ini.
Data terbaru dari Kemendikdasmen menunjukkan bahwa sebanyak 146.608 guru non-ASN telah menerima tunjangan profesi.
Dari jumlah tersebut, 71.166 guru memperoleh tunjangan senilai Rp2 juta per bulan, sesuai pengumuman Presiden Prabowo Subianto pada Hari Guru Nasional 2024.
Ari Wahyuni dari SD Muhammadiyah Condongcatur, Yogyakarta, menyampaikan kepuasannya.
“Alhamdulillah, tunjangan triwulan pertama cair dengan lancar. Prosesnya cepat, sesuai harapan,” ujarnya.
Lima daerah yang mencatat kinerja terbaik dalam percepatan penyaluran tunjangan adalah Kabupaten Karangasem, Bali (93%), Provinsi Papua Selatan (92%), Kota Bengkulu (91%), Kota Magelang, Jawa Tengah (88%), dan Kabupaten Bengkulu Selatan (85%).
Pencapaian ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, guru, dan sistem pendataan yang andal.
Menurut Dirjen GTKPG, Nunuk Suryani, keberhasilan ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu pemutakhiran data Dapodik oleh guru secara berkala, verifikasi dan validasi rekening pribadi melalui Info GTK, serta respons cepat dari pemerintah daerah dalam menerbitkan SKTP.
“Penyaluran ini akan terus ditingkatkan agar lebih efisien, cepat, dan akuntabel,” ungkap Nunuk dalam keterangan tertulis, Selasa (8/4).
Widuri Dea Sari, guru SDN 111 Palembang, menyampaikan bahwa sistem baru ini memberikan dampak langsung terhadap semangat mengajarnya.
“Tunjangan yang diterima tepat waktu sangat membantu kesejahteraan kami dan memotivasi untuk terus memberikan pendidikan terbaik.”
Baca Juga: INFO Dari Operator Pusat! Tunjangan Profesi TPG Cair Setelah Lebaran, Ini Jadwal dan Kode Penting!
Kemendikdasmen menegaskan pentingnya kerja sama antara guru dan pemerintah daerah. Guru diminta aktif memperbarui data, sementara Pemda harus sigap memproses SKTP bagi guru yang valid datanya.
Menteri Pendidikan, Mu’ti, dalam pernyataannya juga menekankan pentingnya pembelajaran bermakna dalam membentuk karakter siswa.
Ia mengajak para pendidik dan siswa untuk menjalankan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat demi menciptakan generasi unggul bangsa.
“Saya ingin berbagi kisah tentang pelajaran hidup yang bermakna dalam membentuk karakter dan kepribadian.
Anak-anak semua akan mengalami kehidupan yang sangat panjang dan akan juga bertemu dengan banyak orang dengan masing-masing karakter.
Jadikan perjalanan tersebut sebagai pengalaman berharga sehingga ada makna yang didapatkan dan menjadi pelajaran hidup yang berharga,” ungkap Menteri Mu’ti.
Pada akhir sambutannya, ia mengajak peserta didik untuk mengambil hikmah dari setiap pembelajaran yang dilakukan.
Baca Juga: Jangan Tunda! Update Dapodik dan Info GTK, Tunjangan Guru Aman di Rekening dari Prof Nunuk!
“Mari kita lakukan pembelajaran yang bermakna, mulai dari belajar di rumah maupun di masyarakat.
Lakukan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, semoga anak-anak Indonesia menjadi anak dan generasi Indonesia yang Hebat,” tutup Menteri Mu’ti. ***



