POJOKSATU.id – Program Sekolah Rakyat kembali menjadi perhatian publik setelah puluhan guru memilih mundur pada awal pelaksanaan program.

Program ini digagas oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dan bertujuan menyediakan pendidikan bagi kelompok rentan melalui pendekatan berbasis komunitas dan sistem asrama.

Namun, dalam dua minggu pertama pelaksanaannya, sebanyak 140 hingga 160 guru memilih mengundurkan diri dari penugasan mereka.

Baca Juga: Mahasiswa KKNT IPB University Kenalkan Program PINDANG, Ajak Anak-Anak Peduli Lingkungan Sejak Dini

Fenomena ini menjadi peringatan keras bahwa perencanaan kebijakan masih belum sejalan dengan kondisi lapangan yang dihadapi para guru secara langsung.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan alasan utama pengunduran diri tersebut adalah lokasi penempatan yang terlalu jauh dari tempat tinggal guru.

“Umumnya karena alasan itu, jauh dari domisilinya,” kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta, pada Selasa (29/7).

Baca Juga: SIPENA, Program Mahasiswa KKNT IPB University Dorong Legalitas Usaha UMKM di Desa Jatinom Wonogiri

Sebagai informasi, dalam program Sekolah Rakyat ini, lebih dari 1.500 guru telah ditempatkan di berbagai wilayah.

Namun sudah ratusan dari mereka memilih mundur karena lokasi tugas yang tidak memungkinkan secara pribadi dan logistik.

Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji menilai pendekatan yang terlalu administratif dan sentralistik telah mengabaikan realitas geografis di daerah.

Baca Juga: HONORER Tak Lolos Seleksi CASN 2024 Diangkat PPPK Paruh Waktu, Cek Gaji dan Jam Kerjanya!

Menurutnya, penempatan guru tanpa mempertimbangkan kondisi lokal menunjukkan lemahnya koordinasi dalam mendesain sistem pendidikan berbasis pemerataan.

“Pemerintah seolah menutup mata terhadap fakta bahwa penempatan jauh adalah gejala dari persoalan yang lebih besar,” ujar Ubaid.

Komisi VIII DPR RI juga menyesalkan kebijakan penempatan tersebut, menyebut kurangnya pertimbangan jarak sebagai penyebab menurunnya efektivitas program Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menyatakan bahwa penggantian guru yang mengundurkan diri akan dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.

Menurutnya, saat ini terdapat lebih dari 50.000 lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang belum mendapatkan penempatan dan siap mengisi kekosongan tersebut.

Tim seleksi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemedikdasmen) sedang menyeleksi calon pengganti secara aktif agar kegiatan belajar tetap berjalan normal.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu 2025 Wajib Tahu! Ini Larangan Pindah Instansi dari Menpan RB

Selain permasalahan guru, program ini juga menghadapi tantangan dari sisi peserta didik yang belum sepenuhnya siap beradaptasi dengan sistem asrama.

Contohnya terjadi di Temanggung, di mana dari lima siswa yang sempat pulang, hanya dua yang kembali mengikuti kegiatan belajar.

Tiga siswa lainnya belum menunjukkan kesiapan untuk kembali. Jika dalam waktu tertentu mereka tetap enggan, Kemensos akan mengganti dengan peserta baru.

Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menganut prinsip multi entry–multi exit, yaitu sistem terbuka yang tidak memaksa, melainkan membangun kesadaran dan motivasi.

Ia menambahkan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak putus sekolah agar masa depan mereka tetap terbuka.

Baca Juga: Lampu Hijau dari Presiden Prabowo, Honorer R2, R3, dan R4 Tinggal Selangkah Lagi Menuju PPPK

“Sistem ini bukan untuk memaksa, tetapi memberi ruang belajar sesuai kesiapan dan perkembangan masing-masing anak,” ucap Gus Ipul.

Meskipun menghadapi tantangan di awal pelaksanaan, pemerintah tetap berkomitmen memperbaiki sistem agar lebih adaptif terhadap kebutuhan guru dan siswa.

Evaluasi kebijakan, penyesuaian lokasi penempatan, dan dukungan psikososial akan menjadi bagian penting dalam perbaikan Sekolah Rakyat ke depan.

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami di bawah ini:

Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu

Versi iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141

Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E

Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212

Demikian artikel tentang fenomena ratusan guru mundur pada awal pelaksanaan program Sekolah Rakyat.***