POJOKSATU.id, MAHASISWA Indonesia memiliki peluang besar untuk berkontribusi langsung dalam membangun desa dan memberdayakan masyarakat melalui ajang bergengsi bertajuk Innovilleague for University Students.

Liga mahasiswa untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Nasional ini diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu (KPMDDTDT), bekerja sama dengan Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).

Mengusung tema “Innovating Village, Empowering Future,” kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan serta pemerataan kesejahteraan di masyarakat.

Baca Juga: Beasiswa Unggulan 2025 : Simak Syarat Lengkap Pendaftaraan untuk Kategori Pegawai Kemendikdasmen, serta Mekanisme Seleksi dan Penyaluran Dana

Ketua FRI, Prof Nurhasan yang akrab disapa Cak Hasan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret menggalang peran aktif mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

“Semangat kegiatan ini adalah mengajak mahasiswa untuk ikut andil dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Sesuai target pemerintah, kemiskinan ekstrem diharapkan bisa ditekan hingga nol persen pada 2026,” ujar Rektor Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dilansir dari laman resmi UNESA, Kamis, 10 Juli 2025.

Guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNESA itu menambahkan bahwa Innovilleague memberikan ruang strategis bagi generasi muda untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan hasil riset ke tengah masyarakat, bukan hanya berhenti di ruang akademik.

Baca Juga: Puslapdik Umumkan Beasiswa Unggulan 2025 Resmi Dibuka : Peluang Emas untuk Masyarakat Berprestasi, Pegawai Kemendikbudristek, Penyandang Disabilitas

“Mahasiswa bisa menjadikan risetnya sebagai solusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat desa. Ini bukan hanya tentang kompetisi, tapi kontribusi,” tegasnya.

Panelis Inspiratif dan Tahapan Kompetisi

Ajang ini juga menghadirkan panelis dari berbagai latar belakang inspiratif, di antaranya:
-Abdul Haris – Deputi KPMDDTDT Kemenko PM RI
-Bagus Muljadi – Dosen di Nottingham University, Inggris
-Andhyta Firselly Utami – Ekonom lingkungan

Para panelis akan menilai dan membimbing peserta dalam mengembangkan ide inovatif yang berdampak.

Mekanisme Pendaftaran dan Seleksi

Berikut tahapan kegiatan Innovilleague 2025 yang wajib diperhatikan mahasiswa:

-Peserta: Tim beranggotakan 3—5 mahasiswa aktif dari perguruan tinggi yang sama.

-Pendaftaran: Dibuka mulai 14—25 Juli 2025 secara gratis melalui situs resmi innovilleague.com.

-Verifikasi Administrasi: Dilaksanakan pada 19—31 Juli 2025.

-Pengumuman Finalis: Pada 1 Agustus 2025 akan diumumkan 10 tim terbaik yang berhak mengikuti tahap presentasi ide di hadapan dewan juri.

-Grand Final dan Presentasi: Dilaksanakan di Universitas Negeri Surabaya pada 8 Agustus 2025.

Baca Juga: Persiapan Jelang Pelaksanaan SMM Tahap II USU Tahun 2025, Berikut Materi dan Soal Lengkap Ujiannya

Hadiah

Tiga tim terbaik akan mendapatkan pendanaan dan dukungan penuh untuk menjalankan program pengabdian masyarakat berbasis ide mereka.

Kriteria Penilaian

Gagasan akan dinilai berdasarkan sejumlah indikator, antara lain:
-Inovasi yang solutif dan aplikatif
-Relevansi isu dengan tema kegiatan
-Potensi dampak terhadap pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat
-Kelayakan teknis serta keberlanjutan ide
-Orisinalitas gagasan

Segera bentuk tim terbaikmu dan daftarkan proposal inovasimu sekarang juga! Informasi lengkap dan pendaftaran tersedia di INNOVILLEAGUE.COM.

Baca Juga: Sidang Hasto Dijaga Ketat, 1.087 Personel Gabungan Dikerahkan, Polisi Minta Orator Tidak Memprovokasi

Klik, follow & subscribe website & medsos kami untuk mendapatkan informasi terbaru;

VERSI ANDROID 

VERSI iOS 

LINK SALURAN WHATSAPP 

Fanpage Edugov

Melalui Innovilleague Tahun 2025, mahasiswa tidak hanya diajak untuk berpikir kritis, tetapi juga bertindak nyata menyelesaikan persoalan di akar rumput. Ajang ini menjadi jembatan pengabdian antara dunia akademik dan kehidupan masyarakat desa. ***