POJOKSATU.id — Australia Awards in Indonesia (AAII) kembali membuka peluang pengembangan kapasitas bagi para profesional Tanah Air melalui program studi singkat (short course) tahun 2026.
Pada penyelenggaraan kali ini, AAII mengusung tema “Closing the Loop: Solusi Inklusif dan Berkelanjutan untuk Sampah Padat di Indonesia,” yang berfokus pada penguatan sistem pengelolaan limbah nasional berbasis ekonomi sirkular.
Program ini merupakan hasil sinergi antara Australia Awards in Indonesia dan Kemitraan Australia–Indonesia untuk Iklim, Energi Terbarukan, dan Infrastruktur (KINETIK).
Melalui kolaborasi tersebut, AAII mendorong penerapan praktik pengelolaan sampah yang lebih bersih, berkelanjutan, serta sejalan dengan arah pembangunan ramah lingkungan di Indonesia.
Didanai oleh Pemerintah Australia, program short course ini dirancang untuk mendukung reformasi pengelolaan limbah nasional yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Peserta akan dibekali berbagai perangkat praktis yang dapat membantu menerjemahkan komitmen kebijakan nasional ke dalam langkah nyata dan aplikatif di lapangan.
Baca Juga: Rapat Darurat di Hambalang, Prabowo Instruksikan Sejumlah Menteri untuk Percepatan Pemulihan Bencana
Selama program berlangsung, peserta akan memperoleh pembelajaran menyeluruh mengenai prinsip ekonomi sirkular, perencanaan yang inklusif, skema pembiayaan, pengembangan model bisnis, hingga pendalaman studi kasus pengelolaan limbah di Australia.
Seluruh materi disusun untuk membantu peserta merancang solusi pengelolaan sampah yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan.
Program ini menyasar para pembuat kebijakan, analis, serta tenaga teknis dari kementerian dan lembaga terkait.
Baca Juga: Surabaya Tiadakan Perayaan Tahun Baru, Wali Kota Eri Pilih Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera
Kesempatan ini juga terbuka bagi perwakilan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil (LSM), akademisi, Danantara, hingga pelaku usaha yang bergerak di sektor pengelolaan limbah.
Tak hanya menekankan aspek konseptual, peserta juga akan diajak mengeksplorasi berbagai studi kasus dari Australia dan kawasan regional, melakukan perbandingan kebijakan, serta mengimplementasikan hasil pembelajaran melalui penyusunan Award Project.
Proyek ini ditujukan untuk mendorong terjadinya perbaikan yang nyata dan berkelanjutan di institusi atau organisasi asal peserta.
Baca Juga: Kabel PLN Dicuri Beruntun, Warga Banda Aceh dan Aceh Besar Jadi Korban Pemadaman Listrik
Australia Awards in Indonesia turut menegaskan komitmen pada prinsip inklusivitas dengan mendorong partisipasi perempuan dari kelompok kurang beruntung serta penyandang disabilitas untuk mendaftar dan mengikuti program ini.
Pendaftaran dibuka hingga 4 Januari 2026 pukul 23.59 WIB dan dilakukan secara daring melalui laman resmi Australia Awards in Indonesia.
Tahapan seleksi dilanjutkan dengan wawancara daring pada Januari 2026, sementara pengumuman peserta terpilih dijadwalkan pada awal Februari 2026.
Baca Juga: Kabel PLN Dicuri Beruntun, Warga Banda Aceh dan Aceh Besar Jadi Korban Pemadaman Listrik
Pelamar harus memiliki pendidikan minimal Sarjana (S1) dengan pengalaman kerja relevan sekurang-kurangnya tiga tahun yang dibuktikan melalui ijazah.
Selain itu, pelamar wajib melampirkan surat rekomendasi dari atasan langsung.
Kemampuan bahasa Inggris yang memadai juga menjadi syarat utama.
Baca Juga: Otot Kuat
Penilaian dilakukan melalui wawancara daring dan dapat diperkuat dengan bukti pendukung, seperti pengalaman studi atau tinggal di negara berbahasa Inggris, pengalaman kerja di lingkungan internasional, kursus bahasa, atau sertifikat tes bahasa Inggris.
Pelamar juga tidak sedang menerima beasiswa lain yang didanai oleh Pemerintah Australia.
Seleksi dilakukan secara kompetitif dengan mewajibkan pelamar menjawab tiga hingga empat pertanyaan kriteria seleksi serta mengunggah Curriculum Vitae (CV) yang memuat peran dan tanggung jawab di sektor terkait.
Baca Juga: Spin-off InfraNexia Resmi Disetujui, TelkomGroup Perkuat Arah Bisnis Infrastruktur Digital
Dokumen yang perlu disiapkan meliputi salinan KTP, ijazah atau sertifikat akademik terbaru, surat dukungan dari atasan langsung (menggunakan template yang tersedia di akhir formulir pendaftaran daring), serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris apabila tersedia.***




