POJOKSATU.ID - Guru pembina ekstrakurikuler (ekskul) sebaiknya segera memastikan data mereka sesuai, agar tidak mengalami kendala administrasi di kemudian hari.
Validasi data bagi guru pembina ekstrakurikuler penting agar:
1. Jam Mengajar Terhitung Linier-Jika valid, jam ekuivalensi ekskul bisa menambah beban mengajar guru hingga memenuhi minimal 24 jam per minggu.
Baca Juga: Ingin Perdalam Islam Tanpa Banyak yang Mempengaruhi, Celine Evangelista Kurangi Aktivitas di Medsos
2. Memenuhi Syarat Tunjangan Profesi-Tanpa validasi, tugas tambahan ekskul tidak akan diakui, sehingga bisa mempengaruhi penerimaan TPG.
3. Menghindari Kesalahan Data di Info GTK-Validasi memastikan data sesuai dengan aturan, termasuk jumlah siswa minimal, keberadaan rombel ekskul, dan tanggal mulai tugas (TMT).
4. Mendukung Akreditasi Sekolah-Data yang valid membantu sekolah dalam penilaian dan pelaporan pendidikan yang lebih akurat.
Baca Juga: Kerjasama UNSIKA dan Daito Trust Construction: Lulus Kuliah, Langsung Go Internasional
Diketahui sebanyak 22.900 pembina ekstrakurikuler (ekskul) dilaporkan belum valid dalam sistem Info GTK.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang menghambat validasi data, di antaranya:
1. Tidak Ada Rombongan Belajar (Rombel) EkstrakurikulerSalah satu penyebab utama ketidakvalidan adalah tidak tercantumnya rombel ekskul dalam sistem.
Padahal, keberadaan rombel ekskul menjadi salah satu syarat utama untuk validasi tugas tambahan bagi pembina ekskul.
2. Jumlah Siswa Tidak Memenuhi SyaratSyarat minimal peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler adalah 20 siswa.
Jika jumlah siswa yang terdaftar dalam ekskul kurang dari 20 orang, maka pembina ekskul tidak dapat dianggap valid.
3. Kesalahan dalam Perhitungan GuruValidasi pembina ekskul juga bergantung pada ketepatan perhitungan tugas tambahan guru.
Baca Juga: Link Live Streaming Kebijakan Terbaru Pengangkatan CASN 2024, CPNS dan PPPK Simak!
Tanggal Mulai Tugas (TMT) harus sesuai agar dapat terbaca dalam sistem dan memenuhi syarat ekuivalensi jam mengajar.
Sebagai informasi, pembina ekstrakurikuler dapat digunakan sebagai jam tambahan ekuivalensi untuk guru yang belum memenuhi jumlah jam mengajar minimal 24 jam per minggu.
Namun, agar jam linier dapat dihitung, penugasan sebagai pembina ekskul harus dilakukan dengan benar.
Untuk itu, guru yang bertugas sebagai pembina ekstrakurikuler diimbau untuk memastikan data mereka sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
Operator sekolah dan dinas pendidikan juga diminta untuk membantu proses validasi agar pembina ekskul dapat memenuhi syarat dengan baik.
Dengan memastikan validasi ini, para guru yang bertugas sebagai pembina ekstrakurikuler dapat tetap mendapatkan pengakuan jam mengajar dan tunjangan profesi sesuai ketentuan yang berlaku. ***




