POJOKSATU.ID - Kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada capaian akademis di dalam kelas, melainkan juga menjadi wadah pembentukan karakter serta kepercayaan diri para peserta didik.

Misi utama lembaga ini adalah menjalankan amanat konstitusi dengan memberikan akses pendidikan yang setara bagi anak-anak yang kurang beruntung agar mampu mengenali dan mengembangkan potensi diri mereka.

Momen kehangatan pembentukan karakter tersebut terlihat nyata saat dilangsungkannya dialog antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf dengan salah satu siswa jenjang SMA bernama Dani Dwi Maulana.

Siswa yang kini dipercaya menjabat sebagai Ketua OSIS di Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu Kabupaten Bekasi tersebut membagikan kisah perjalanannya dalam menemukan jati diri.

Dani mengungkapkan perubahan besar dalam dirinya yang semula sangat pemalu menjadi sosok pemimpin muda setelah satu tahun mengenyam pendidikan di sana.

Pengalaman nyata tersebut membuktikan bahwa setiap anak memiliki bakat serta kekuatan tersembunyi yang sering kali tidak terlihat secara kasat mata dari luar.

Melalui pendekatan pendampingan yang tepat, Sekolah Rakyat berupaya keras menggali keunggulan dari setiap peserta didik tanpa terkecuali.

Acara resmi di Bekasi tersebut turut dimeriahkan oleh unjuk bakat para siswa yang membawakan pidato lintas bahasa, penampilan paduan suara, hingga pembacaan puisi yang memukau para tamu undangan.

Kepala BRIN Arif Satria menegaskan bahwa penyediaan wadah pendidikan semacam ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam mencetak generasi penerus yang berdaya saing tinggi.

Keberadaan sekolah ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berprestasi.***