POJOKSATU.ID - Proses pendataan di dunia pendidikan kerap berhadapan dengan berbagai kerumitan nyata yang terjadi langsung di lapangan.

Hal tersebut terungkap dalam sesi dialog interaktif antara Mensos Saifullah Yusuf dengan salah seorang operator Sekolah Rakyat Dasar 3 Lombok Timur bernama Purnawirawan.

Berdasarkan pengalamannya bertugas selama lima bulan, ketidaksesuaian identitas serta kekeliruan penulisan nama peserta didik masih sangat marak ditemukan.

Banyak kasus menunjukkan bahwa anak-anak yang seharusnya terdaftar justru belum masuk ke dalam sistem pendataan nasional.

Kendala teknis ini membuktikan bahwa pekerjaan mengolah identitas siswa memerlukan tingkat ketelitian ekstra dari para petugas.

Fenomena ketidaksesuaian data identitas ini mempertegas betapa vitalnya peran operator dalam menyaring dan memperbaiki kesalahan sejak tingkat paling bawah.

Jika data awal siswa mengalami kekeliruan, maka hak-hak pendidikan anak tersebut berpotensi terhambat dalam jangka panjang.

Pengakuan jujur dari praktisi lapangan ini menjadi cermin penting bagi kementerian untuk terus membenahi mekanisme pencatatan sipil anak didik.

Keakuratan pencatatan identitas sejak awal menjadi kunci utama agar tidak ada satu pun siswa yang luput dari perhatian serta layanan pendidikan pemerintah.

Penanganan masalah ketidaksesuaian data secara cepat akan menjamin terpenuhinya hak-hak dasar anak di Sekolah Rakyat secara adil.***