JAKARTA, POJOKSATU.id - Mahkamah Agung (MA) secara resmi mengajukan usulan formasi pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun Anggaran 2026.
Dalam rapat persiapan bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) yang digelar pada 2 November 2026.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi tersebut, Mahkamah Agung mengusulkan total sebanyak 4.430 formasi untuk memperkuat lini penegakan hukum di tanah air.
Pengajuan usulan ini menjadi langkah awal yang penting dalam pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan peradilan.
Rincian Alokasi Formasi yang DiusulkanDari total keseluruhan 4.430 formasi yang diajukan oleh Mahkamah Agung, kuota tersebut dibagi menjadi dua kategori utama posisi penempatan.
Sebanyak 1.600 formasi dialokasikan khusus untuk posisi Calon Hakim yang mencakup Peradilan Umum, Peradilan Agama, serta Peradilan Tata Usaha Negara (TUN).
Sementara itu, sisa alokasi sebanyak 2.800 lebih formasi dipersiapkan untuk mengisi berbagai jabatan teknis dan pendukung peradilan yang menunjang operasional lembaga peradilan.
Status Tahapan Usulan dan Menunggu Keputusan FinalMeskipun angka usulan telah disampaikan secara terbuka dalam rapat resmi, pihak berwenang menegaskan bahwa proses ini masih berada pada tahap usulan dan persiapan internal.
Pendaftaran seleksi secara umum belum resmi dibuka untuk publik.
Pengusulan formasi CPNS Mahkamah Agung ini memang telah dipastikan masuk dalam draf usulan, namun kepastian pelaksanaan secara nasional masih harus menunggu keputusan final dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
Imbauan Bagi Calon Pelamar di Tengah PenantianPara pencari kerja dan calon pelamar diimbau untuk menyikapi informasi perkembangan ini dengan bijak serta tetap bersabar.
Mengingat jadwal seleksi nasional secara utuh masih menantikan ketetapan resmi instansi pembina, masyarakat dianjurkan untuk terus memantau kanal informasi kredibel.
Persiapan mandiri terkait materi ujian dan kelengkapan dokumen dasar tetap bisa dicicil dari sekarang agar para peserta sudah siap ketika pengumuman resmi pendaftaran dirilis oleh pemerintah.***







