POJOKSATU.id - Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Tanah Air. Rash Asyari Amyris Thalib, mahasiswa asal Bandung, sukses membawa pulang medali emas pada ajang WorldSkills Asia Taipei 2025 untuk kategori IT Network Systems Administration.

Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Komputer Indonesia (Unikom) ini berhasil mengungguli peserta unggulan dari Jepang, Korea, hingga negara-negara kuat lainnya di Asia.

Perjalanan Panjang Menuju Podium
Kemenangan tersebut bukan proses instan. Rash bercerita bahwa ia menjalani latihan intensif berbulan-bulan jelang kompetisi.

Baca Juga: UResort Bogor Gratiskan Hunian untuk Mahasiswa IPB, Penerima Manfaat Kian Bertambah

Ia mengatakan, Alhamdulillah, sangat bersyukur dan senang. Persiapan dilakukan berbulan-bulan bersama para expert yang selalu memberi dukungan.

Tantangan terbesar bagi saya adalah menjaga persistensi, konsistensi, serta kesehatan fisik dan mental, tuturnya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, dukungan kampus dan para pembimbing berperan besar dalam pencapaian tersebut. Ia menambahkan, Dukungan dari kampus, dosen pembimbing, dan teman-teman sangat berarti.

Baca Juga: Kini Bernama UMSURΑ, Begini Wajah Baru, Energi Baru, dan Tujuh Terobosan Besar Universitas Muhammadiyah Surabaya

Khususnya Pak Angga Friyanto dan Kak Favian Ahza yang menjadi expert saya selama kompetisi.

Rash juga berpesan agar mahasiswa lain tak ragu mencoba hal baru.

Temukan kemampuan kalian dan terus tingkatkan. Konsistenlah dalam berlatih, karena kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari perjalanan, ujarnya.

Baca Juga: Gus Yahya Klaim Masih Menjabat! Akan Gelar Rapat Pleno Hari Ini

Dipilih Berkat Rekam Prestasi
Ketua Divisi International Class & Training sekaligus pembimbing tim, Angga Friyanto, menjelaskan bahwa Rash dipilih menjadi wakil Indonesia melalui seleksi ketat.

Ia mengatakan, Para kompetitor yang mewakili Indonesia di WorldSkills Asia 2025 merupakan para peraih medali pada WorldSkills ASEAN Manila bulan Agustus lalu.

Berdasarkan pertimbangan Kepala Delegasi dan Kementerian Ketenagakerjaan, melihat raihan Medali Emas serta hasil evaluasi, Rash dinyatakan siap untuk berkompetisi menjadi wakil Indonesia.

Baca Juga: Ramai Pemerintah Tolak Bantuan Asing, Ketua DPD Blak-blakan Soal Harga Diri Bangsa, Kenapa Harus Malu?

Hadapi Test Project Level Tinggi
Selama masa persiapan, Rash menjalani latihan dengan Test Project yang tingkat kesulitannya bahkan melampaui standar industri.

Standar yang dipakai mengikuti kompetensi global berbasis sertifikasi internasional.

Angga menjelaskan, WorldSkills menuntut standar keterampilan internasional. Karena itu, materi latihan yang diberikan mencakup kompetensi tingkat tinggi, jauh melampaui standar sertifikasi industri.

Baca Juga: Polda Lampung Hentikan Penyelidikan Bongkahan kayu di Pesisir Barat, karena Tak Ada Unsur Pidana

Menurutnya, keunggulan Rash terletak pada pemahaman sistem yang menyeluruh serta ketepatan dalam mengeksekusi instruksi.

Ia menjelaskan, Setiap peserta diberi proyek uji yang harus diselesaikan dalam 15 jam selama 3 hari, dengan 195 aspek penilaian.

Dengan memahami infrastruktur sistem secara komprehensif, Rash mampu menyelesaikan seluruh task tanpa membuat error.

Keunggulan signifikan juga terlihat pada module Linux Environment yang tahun ini memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi.

Baca Juga: Berkaca dari bencana Pulau Sumatera, warga Cianjur menolak pembangunan PLTP Geothermal di Gunung Gede Pangrango

Melangkah ke Level Dunia
Usai kesuksesan di Taipei, tim pembina kini bersiap menghadapi tantangan lebih besar.

Rash akan turun di ajang WorldSkills International 2026 di Shanghai, kompetisi level dunia yang mempertemukannya kembali dengan Jepang dan Korea, sekaligus lawan berat dari Eropa dan Amerika.

Baca Juga: Ujung Zulfa

Angga menegaskan, Kami harus meningkatkan kompetensi lebih tinggi lagi karena akan menghadapi lawan-lawan kuat dari Eropa, Amerika, serta akan bertemu kembali Jepang dan Korea.

Proyek uji akan benar-benar baru sehingga persiapan harus jauh lebih matang. ***