POJOKSATU.id - Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif, Mesir, berupaya memperluas kerja sama pendidikan tinggi Islam.
Kolaborasi ini tidak hanya mencakup penerimaan mahasiswa Indonesia, tetapi juga program gelar ganda (double degree), penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan pertukaran dosen.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang akademik yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen Indonesia, terutama dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
"Kami berharap kerja sama antara Kementerian Agama dan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif dapat berkembang mencakup bidang akademik yang lebih luas, tidak terbatas pada penerimaan mahasiswa baru saja," ujar Nasaruddin dalam keterangan pers, Selasa (13/10/2026).
Menurut Nasaruddin, pengembangan kerja sama ini merupakan tindak lanjut pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.
Selain memperkuat hubungan keilmuan kedua negara, kolaborasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam.
5 Bidang Kerja Sama Kemenag dan Al-Azhar
Perluasan kerja sama kedua pihak diarahkan pada sejumlah bidang berikut:
Gelar ganda (double degree): membuka peluang pendidikan melalui skema yang melibatkan kedua institusi.
Penelitian bersama: mendorong kolaborasi riset antara akademisi Indonesia dan Al-Azhar.
Publikasi ilmiah: meningkatkan produktivitas karya ilmiah kolaboratif.
Pertukaran dosen: memperluas pertukaran tenaga pengajar untuk mendukung kegiatan akademik.
Pendidikan dan pelatihan: mengembangkan kerja sama dalam bidang pendidikan, dakwah, dan penelitian.
Nasaruddin juga menekankan pentingnya memperkuat tata kelola penerimaan mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Al-Azhar.
"Ini sebagai penguatan tata kelola penerimaan mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Al-Azhar. Melalui koordinasi dan integrasi antara kedua pihak, prosedur penerimaan diharapkan menjadi lebih jelas, terorganisasi, dan efektif," katanya.
Meski demikian, rincian pelaksanaan, persyaratan, dan jadwal program gelar ganda maupun kolaborasi akademik lainnya masih perlu menunggu pengumuman resmi kedua pihak.
Pendaftaran Mahasiswa ke Al-Azhar
Kemenag selama ini membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar setiap tahun.
Peserta harus mengikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Calon mahasiswa yang lolos juga akan mengikuti program peningkatan kemahiran bahasa Arab sebagai persiapan sebelum menjalani perkuliahan.
Wakil Grand Syekh Al-Azhar, Syekh Ayman Abdel Ghany, menyatakan pihaknya membuka peluang pengembangan kerja sama dengan Indonesia, termasuk dalam bidang pendidikan, pelatihan, dakwah, dan penelitian.
Perluasan kolaborasi ini diharapkan memperkuat hubungan akademik Indonesia-Mesir sekaligus meningkatkan kesempatan pengembangan keilmuan bagi mahasiswa dan dosen.
Adapun calon mahasiswa yang berminat kuliah di Al-Azhar perlu memantau pengumuman resmi Kemenag untuk memperoleh informasi mengenai jadwal seleksi dan persyaratan terbaru. ***





