POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka pendaftaran Beasiswa Program Doktor Penyelesaian Studi di Dalam/Luar Negeri Tahun 2026.
Program yang dikelola melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) ini ditujukan kepada dosen yang sedang menempuh pendidikan doktoral (S3), baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
Beasiswa tersebut diluncurkan untuk mendukung keberlanjutan dan mempercepat penyelesaian studi dosen, termasuk membantu pembiayaan penelitian disertasi.
Berdasarkan pengumuman resmi Kemdiktisaintek tertanggal 4 November 2026, pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 4-11 November 2026 melalui portal resmi https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id.
Namun, berdasarkan pengumuman pada portal pendaftaran, sistem baru akan dibuka pada Jumat, 6 November 2026. Calon peserta diimbau mempelajari panduan dan menyiapkan dokumen persyaratan sebelum mengakses sistem.
Dua Skema Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor
Beasiswa Program Doktor Penyelesaian Studi 2026 menyediakan dua skema penerima yang disesuaikan dengan tahapan penyelesaian studi peserta.
Dijelaskan melalui pengumuman resmi Kemdiktisaintek, berikut perbedaan kedua skema tersebut.
1. Skema 1: Mahasiswa Doktor Menjelang Sidang Promosi
Skema pertama ditujukan kepada mahasiswa program doktor di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri yang sudah memiliki jadwal pelaksanaan sidang promosi doktor, baik sidang tertutup maupun terbuka.
Pendaftar juga dapat menggunakan surat rekomendasi dari promotor yang memuat perkiraan waktu pelaksanaan sidang serta capaian akademik selama masa studi.
Dengan demikian, mahasiswa S3 yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri juga berkesempatan mengikuti program ini melalui Skema 1.
2. Skema 2: Mahasiswa Doktor yang Telah Lulus Seminar Proposal
Skema kedua diperuntukkan bagi mahasiswa program doktor di perguruan tinggi dalam negeri.
Pendaftar harus sudah menyelesaikan atau dinyatakan lulus ujian/seminar proposal disertasi.
Selain itu, calon penerima harus memperoleh usulan resmi dari perguruan tinggi tempat menempuh studi sesuai ketentuan yang berlaku.
Berbeda dengan Skema 1, skema ini tidak dibuka untuk mahasiswa yang sedang menempuh studi doktoral di luar negeri.
Syarat Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor 2026
Berdasarkan panduan resmi pendaftaran, terdapat sejumlah persyaratan umum yang harus dipenuhi calon peserta.
Berikut rinciannya:
Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan KTP, Kartu Keluarga (KK), atau paspor.
Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) serta terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Belum melaksanakan sidang tertutup maupun sidang terbuka hingga berakhirnya masa pendaftaran beasiswa.
Berstatus aktif sebagai mahasiswa doktor pada semester gasal 2026/2027.
Memenuhi ketentuan perguruan tinggi tempat studi.
Menandatangani surat pernyataan pendaftar beasiswa.
Tidak sedang mengajukan atau menerima beasiswa dari sumber lain dengan komponen bantuan yang sama sehingga mengakibatkan pendanaan ganda.
Melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang mencakup rencana penggunaan dana.
Melampirkan linimasa penyelesaian disertasi yang memuat tahapan kegiatan sejak seminar proposal hingga penyelesaian penelitian, termasuk capaian yang sudah diperoleh saat mendaftar.
Melampirkan surat rekomendasi dari promotor sesuai format skema beasiswa yang dipilih.
Khusus persyaratan status mahasiswa aktif, peserta dari perguruan tinggi dalam negeri harus melampirkan Surat Keterangan Mahasiswa Aktif (SKMA) semester gasal 2026/2027.
Sementara itu, mahasiswa di perguruan tinggi luar negeri dapat menggunakan enrollment letter atau dokumen resmi lain yang menerangkan status aktif pada 2026.
Untuk persyaratan transkrip, mahasiswa dalam negeri melampirkan transkrip nilai semester genap 2025/2026. Adapun mahasiswa luar negeri dapat menggunakan transkrip nilai atau progress report yang ditandatangani supervisor.
Selain persyaratan umum, peserta juga wajib memenuhi ketentuan khusus sesuai skema yang dipilih.
Ketentuan Perguruan Tinggi Tempat Studi
Tidak semua perguruan tinggi otomatis memenuhi persyaratan program beasiswa ini.
Untuk mahasiswa yang menempuh studi di perguruan tinggi dalam negeri, perguruan tinggi dan program studinya harus memiliki status akreditasi Terakreditasi, Baik Sekali, atau B berdasarkan data PDDikti.
Sementara itu, perguruan tinggi luar negeri harus diakui oleh Kemdiktisaintek atau Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara asal perguruan tinggi.
Mahasiswa luar negeri hanya dapat mendaftar melalui Skema 1.
Dokumen yang Harus Disiapkan
Selain memenuhi persyaratan umum, calon peserta perlu menyiapkan sejumlah dokumen administrasi sesuai format yang telah ditentukan penyelenggara.
Berikut dokumen yang harus disiapkan seluruh pendaftar:
KTP, Kartu Keluarga, atau paspor.
Surat pernyataan pendaftar bermeterai Rp10.000.
SKMA semester gasal 2026/2027 atau enrollment letter bagi mahasiswa luar negeri.
Transkrip nilai semester genap 2025/2026 atau progress report bagi mahasiswa luar negeri.
Rancangan Anggaran dan Biaya (RAB).
Linimasa penyelesaian disertasi.
Surat rekomendasi promotor sesuai format yang ditentukan.
Selain dokumen tersebut, ada persyaratan tambahan berdasarkan skema yang dipilih.
Untuk Skema 1:
Surat keterangan jadwal sidang promosi doktor dari Ketua Program Studi, Direktur Program, atau Dekan Sekolah Pascasarjana; atau
Surat rekomendasi promotor yang memuat perkiraan waktu sidang dan capaian akademik.
Untuk Skema 2:
Berita acara ujian/seminar proposal disertasi atau transkrip nilai.
Surat usulan dari perguruan tinggi yang ditandatangani minimal Direktur Program, Dekan Sekolah Pascasarjana, atau Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.
Seluruh format dokumen dapat diunduh melalui halaman resmi berikut:
https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id/unduh/
Jadwal Pendaftaran hingga Pengumuman Penerima Beasiswa
Calon peserta juga perlu memperhatikan jadwal pelaksanaan program agar tidak melewatkan tahapan seleksi.
Berdasarkan informasi pada portal resmi Beasiswa Kemdiktisaintek, berikut jadwal lengkapnya:
4-11 November 2026: Periode pendaftaran beasiswa.
6 November 2026: Sistem pendaftaran mulai dibuka.
12-19 November 2026: Seleksi administrasi dan substansi.
23 November 2026: Pengumuman penerima beasiswa.
25 November 2026: Sosialisasi dan pembekalan.
26-28 November 2026: Registrasi ulang penerima beasiswa.
Jadwal tersebut dapat berubah apabila terdapat kebijakan terbaru dari penyelenggara. Peserta disarankan memantau informasi melalui kanal resmi PPAPT.
Cara Mendaftar Beasiswa Doktor Kemdiktisaintek 2026
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi Beasiswa Kemdiktisaintek.
Berikut langkah awal yang perlu dilakukan calon peserta:
Buka laman https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id.
Pelajari persyaratan dan buku panduan pendaftaran.
Unduh format dokumen yang diperlukan sesuai skema pilihan.
Siapkan seluruh dokumen administrasi.
Buat akun dan ikuti petunjuk pendaftaran melalui sistem.
Pilih skema beasiswa sesuai tahapan penyelesaian studi doktor.
Isi data pendaftaran dan unggah dokumen persyaratan.
Periksa kembali kelengkapan serta kesesuaian dokumen sebelum mengirimkan pendaftaran.
Calon peserta juga dapat membaca buku panduan lengkap melalui tautan berikut:
Beasiswa ini memberikan bantuan pembiayaan secara lumsum atau satu kali pembayaran. Dana dapat digunakan untuk menunjang penelitian dan kebutuhan penyelesaian studi lainnya, termasuk biaya pendidikan, akomodasi, dan transportasi. ***






