POJOKSATU.ID – Dunia pendidikan Indonesia kembali mendapat angin segar setelah Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti mengumumkan rencana strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Salah satunya adalah dengan menambah jumlah guru bimbingan konseling (BK) di setiap satuan pendidikan.
Rencana ini disambut positif oleh berbagai kalangan, terutama para pendidik dan pemerhati pendidikan.
Pasalnya, keberadaan guru BK sangat penting dalam upaya mencegah dan menangani kasus kekerasan di sekolah, serta memberikan dukungan psikologis bagi siswa.
Seperti diketahui, kasus kekerasan di sekolah masih menjadi masalah yang serius di Indonesia.
Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan untuk mencegah dan menanggulangi masalah ini, seperti Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 yang kemudian disempurnakan menjadi Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023.
Guru BK diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah.
Dengan jumlah guru BK yang memadai, setiap siswa dapat mendapatkan perhatian dan dukungan yang lebih baik.
Selain itu, guru BK juga dapat membantu siswa dalam mengatasi masalah pribadi, belajar, dan sosial yang mereka hadapi.
Selain meningkatkan jumlah guru BK, Mendikbudristek juga akan memberikan pelatihan kepada semua guru mata pelajaran.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para guru dengan kemampuan dalam memberikan pendidikan nilai atau value education.
“Memberikan pelatihan untuk guru-guru bidang studi yang lain termasuk misalnya guru pendidikan agama untuk juga punya kemampuan termasuk di dalamnya juga akan berusaha nanti yang berkaitan dengan value education atau pendidikan nilai,” ujar Abdul Mu’ti.
Dengan demikian, diharapkan setiap siswa dapat belajar nilai-nilai yang baik dari semua guru yang mengajarinya melalui program pemerintah termasuk rencana pemerintah menambah jumlah guru BK.***



