POJOKSATU.id - Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi sains, tetapi juga memberikan kesempatan bagi siswa madrasah untuk menunjukkan kemampuan melakukan penelitian melalui OMI Bidang Riset.
Peserta ditantang mengembangkan penelitian mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan riset, presentasi hasil, hingga mengikuti grand final dan expo.
Karena setiap tahap memiliki ketentuan dan aspek penilaian berbeda, persiapan perlu dilakukan secara menyeluruh.
Baca Juga: Tarif LRT Jakarta Masih Rp5.000 hingga Oktober 2026, Rute Velodrome-Manggarai Rampung
Berikut cara yang dapat dilakukan peserta agar persiapan mengikuti OMI Bidang Riset 2026 lebih terarah.
1. Pastikan Ide Riset Benar-Benar Orisinal
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah keaslian gagasan. Proposal harus merupakan karya asli siswa dan belum pernah atau tidak sedang digunakan dalam lomba riset lain maupun proses penerbitan.
Orisinalitas juga diperiksa melalui similarity dengan batas maksimal 25 persen.
Karena itu, jangan sekadar mengambil topik yang sudah banyak diteliti.
Temukan persoalan yang spesifik, kemudian tawarkan pendekatan atau solusi yang memiliki unsur kebaruan.
Baca Juga: Bisa Dicek Hari Ini 26 Agustus, Ini Link Pengumuman Hasil Tes Substantif PPG Calon Guru 2026
2. Pilih Ruang Lingkup yang Sesuai
OMI Bidang Riset 2026 memiliki tiga ruang lingkup:
-
Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan
-
Sustainable Development Goals (SDGs)
-
Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional
Pilih ruang lingkup sebelum menentukan judul.
Pastikan masalah yang diteliti benar-benar sesuai dengan fokus bidang tersebut sehingga relevansinya mudah dijelaskan kepada juri.
Baca Juga: Besok Mau Beraksi, Polisi Bubarkan Paksa Massa Demo 27 Agustus dari Gedung DPR Rabu Malam
3. Susun Proposal Berdasarkan Enam Aspek Penilaian
Proposal tidak cukup hanya memiliki judul menarik. Penilaian mencakup:
-
Orisinalitas atau keaslian gagasan.
-
Kreativitas dan kekinian.
-
Relevansi teori dan kajian pustaka.
-
Metode riset.
-
Kebermanfaatan.
-
Koherensi dan teknik penulisan.
Gunakan enam aspek tersebut sebagai checklist sebelum proposal dikirimkan.
Pastikan gagasan asli, masalah relevan, teori mendukung penelitian, metode mampu menjawab rumusan masalah, dan manfaat penelitian dapat dijelaskan dengan jelas.
4. Perkuat Kajian Teori dan Riset Terdahulu
Peserta perlu menunjukkan bahwa penelitian yang dirancang memiliki dasar ilmiah. Karena itu, kajian teori dan penelitian terdahulu harus relevan dengan masalah yang diteliti.
Relevansi teori dan kajian pustaka menjadi salah satu aspek penilaian proposal.
Untuk laporan riset, peserta juga perlu menyiapkan minimal 15 rujukan, dengan komposisi 80 persen artikel jurnal dalam 10 tahun terakhir.
Mulailah mencari sumber ilmiah sejak penyusunan proposal agar tidak kesulitan ketika memasuki tahap laporan.
Baca Juga: Susunan Format Proposal dan Laporan Riset OMI 2026, Download di Sini Juknis dan Jadwal Lengkap
5. Gunakan Metode Riset yang Tepat
Metode riset menjadi bagian penting dalam penilaian. Peserta harus menjelaskan bagaimana penelitian akan dilakukan, bukan hanya menjelaskan apa yang ingin diteliti.
Proposal mencakup:
-
Jenis riset.
-
Pendekatan riset.
-
Teknik dan alat pengumpul data.
-
Rencana analisis data.
Pastikan metode sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Hubungan antara masalah, tujuan, pengumpulan data, hingga analisis harus terlihat jelas.
Baca Juga: Bersiap OMI 2026, Cek Cabang Lomba, Syarat Peserta, Jadwal dan Tahapan Seleksi
6. Kuasai Presentasi Proposal 5 Menit
Peserta yang lolos seleksi proposal akan mengikuti presentasi secara daring selama 5 menit tanpa sesi tanya jawab.
Karena waktunya singkat, susun presentasi secara padat dan berurutan.
Awali dengan menjelaskan masalah atau persoalan yang melatarbelakangi penelitian.
Setelah itu, sampaikan tujuan penelitian agar juri mengetahui hal yang ingin dicapai.
Selanjutnya, jelaskan gagasan atau solusi yang ditawarkan untuk menjawab persoalan tersebut.
Kemudian uraikan metode penelitian yang digunakan, termasuk bagaimana data akan diperoleh dan dianalisis.
Terakhir, sampaikan manfaat yang diharapkan dari penelitian, baik bagi masyarakat, pendidikan, lingkungan, maupun bidang lain yang sesuai dengan topik penelitian.
Presentasi proposal dinilai dari kualitas materi, penataan, kerangka berpikir atau logika, penguasaan materi, kejelasan, efektivitas, dan etika.
Jangan memenuhi slide dengan terlalu banyak tulisan.
Utamakan informasi yang benar-benar dibutuhkan juri untuk memahami penelitian.
7. Dokumentasikan Proses Riset
Setelah lolos tahap proposal, peserta memasuki pembimbingan dan pelaksanaan riset. Tahap ini mencakup pencarian data, pengolahan data, hingga penulisan laporan.
Hal penting yang perlu dipahami adalah penilaian laporan riset berfokus pada proses riset, bukan sekadar hasil akhirnya.
Karena itu, dokumentasikan setiap tahap penelitian. Catat proses pengumpulan data, pengolahan data, kendala, perubahan pendekatan, dan perkembangan penelitian.
Satu judul riset dapat didampingi maksimal dua pembimbing.
8. Jangan Sampai Lupa Laporan dan Draf Artikel
Peserta wajib mengunggah laporan riset dan draf artikel publikasi melalui laman OMI. Peserta yang tidak mengunggah keduanya dapat dinyatakan gugur.
Agar tidak terburu-buru, laporan sebaiknya disusun secara bertahap selama penelitian berlangsung.
Jika memiliki sertifikat kekayaan intelektual, peserta juga dapat mengunggah dokumen tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
9. Siapkan Presentasi Hasil dan Tanya Jawab
Presentasi hasil riset dilakukan secara daring dengan waktu 5 menit untuk presentasi dan maksimal 10 menit untuk tanya jawab.
Peserta harus menguasai penelitian secara menyeluruh, mulai dari alasan memilih masalah, tujuan penelitian, metode, data yang diperoleh, analisis, hasil dan pembahasan, hingga manfaat penelitian.
Latih kemampuan menjawab pertanyaan berdasarkan data dan hasil penelitian, bukan sekadar memberikan jawaban umum.
Baca Juga: 11 Hari Usai Gempa M 7,7 Flores, Presiden Prabowo Kunjungi NTT, Korban Meninggal 105 Orang
10. Persiapkan Grand Final dan Expo
Dari hasil presentasi riset, akan dipilih enam peserta terbaik pada setiap ruang lingkup dan jenjang sebagai grand finalis.
Pada tahap final secara luring, peserta melakukan presentasi selama 10 menit dan dilanjutkan tanya jawab maksimal 10 menit.
Peserta juga harus mempersiapkan:
-
Poster riset
-
Video riset
Poster memuat materi penelitian sesuai metode ilmiah, diagram riset, data, hasil, kesimpulan, saran, dan pustaka.
Sementara video berdurasi maksimal 5 menit dan memuat proses, hasil, serta temuan riset.
Karena poster dan video turut dinilai, keduanya sebaiknya dipersiapkan sejak tahap penelitian, bukan menjelang final.
11. Latih Kemampuan Menjelaskan dan Mempertahankan Gagasan
Pada tahap final, peserta harus mampu mempresentasikan penelitian sekaligus mempertahankan gagasannya ketika mendapat pertanyaan.
Aspek yang diperhatikan mencakup kualitas materi atau hasil riset, desain dan sistematika presentasi, penguasaan materi, teknik presentasi, logika, efektivitas, etika, serta kemampuan menjawab pertanyaan dan berargumentasi.
Cobalah melakukan simulasi bersama guru pembimbing atau teman. Minta mereka memberikan pertanyaan kritis mengenai metode, data, hasil, dan manfaat penelitian.
Baca Juga: Hensat Respon Pernyataan Budi Arie Soal Pemerintahan Tak Sampai 2029, Ini Seperti Diskusi Pramakar
12. Patuhi Ketentuan Expo
Persiapan expo juga harus mengikuti ketentuan teknis. Panitia menyediakan satu unit meja dan kursi secara opsional.
Peserta perlu menyiapkan X-Banner berukuran 60 × 160 cm, brosur, serta alat dan/atau bahan penelitian.
Peserta tidak diperbolehkan membawa tambahan barang atau dekorasi di luar ketentuan panitia.
Pelanggaran terhadap ketentuan expo dapat berakibat pada pengurangan nilai dan/atau diskualifikasi.
Baca Juga: Demo 27 Agustus Kepung DPR, Massa Terbelah dan Polisi Waspadai Penyusup
Dokumentasikan Proses
Untuk lolos seleksi OMI Bidang Riset 2026, peserta perlu mempersiapkan penelitian sejak tahap paling awal.
Jangan hanya mengejar judul yang menarik, tetapi pastikan penelitian memiliki gagasan orisinal, kreativitas, kajian pustaka yang relevan, metode yang tepat, manfaat jelas, serta penulisan yang runtut.
Setelah proposal lolos, fokus berikutnya adalah menjalankan penelitian dengan proses yang terdokumentasi, menyusun laporan dan draf artikel, serta melatih kemampuan presentasi dan menjawab pertanyaan.
Bagi peserta yang berhasil menuju grand final, persiapkan pula poster, video, materi presentasi, dan kebutuhan expo sesuai ketentuan.
Dengan memahami apa yang dinilai juri dan mempersiapkan setiap tahap sejak awal, peluang untuk tampil maksimal dalam OMI Bidang Riset 2026 akan semakin besar. ***




