POJOKSATU.ID - Pencairan tunjangan profesi guru (TPG) untuk triwulan 1 tahun 2025 kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pendidik.

Tepat pada 12 Juni 2025, sejumlah guru dari beberapa daerah menginformasikan adanya pencairan tahap 6 melalui grup WhatsApp dan media sosial.

Informasi ini kemudian dikonfirmasi dan dikaji melalui kanal YouTube Guru Abad 21, yang dikenal konsisten menyampaikan berita valid serta melawan hoaks di kalangan guru Indonesia.

Baca Juga: iOS 26 Hadirkan Inovasi Hemat Daya, iPhone 17 Air Diuntungkan

Sejak Kamis sore, beredar kabar bahwa pencairan TPG triwulan 1 mulai terealisasi di sejumlah wilayah.

Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan menyebutkan, "Teman saya di Prabumulih, Sumatera Selatan, cair tadi pukul 15.00 WIB. SKTP 2 Juni."

Selain itu, terdapat pula informasi dari Ogan Komering Ilir (OKI) yang menyebutkan pencairan telah berlangsung, meskipun SKTP baru terbit tanggal 2 Juni.

Baca Juga: LENGKAP POST TEST Modul 2 PSE 1-2-3, Capai Nilai Sempurna di PPG Guru Tertentu 2025, Simak Kumpulan Soal Ini

"Alhamdulillah, saya tadi jam 10.00 sudah cair. SKTP saya juga tanggal 2 Juni," ujar salah satu guru yang komentarnya turut dibacakan dalam video tersebut.

SKTP Bukan Acuan

Sebagai informasi, pencairan TPG yang kini memasuki tahap 6 tidak dilakukan berdasarkan tanggal terbit SKTP.

Baca Juga: Soal dan Kunci Jawaban POST TEST MODUL 2 PSE 3 PPG Guru Tertentu 2025, VERSI TERBARU NILAI TERTINGGI

Tim pemantau dari Guru Abad 21 mencatat bahwa dari tahap 1 hingga tahap 5, pencairan dilakukan berdasarkan wilayah.

Artinya, walaupun seorang guru memiliki SKTP yang lebih dahulu terbit, pencairan tidak serta-merta terjadi lebih cepat jika daerahnya belum masuk dalam tahap tersebut.

"Yang penting itu daerahnya masuk ke dalam gelombang pencairan. Bukan soal SKTP duluan atau belakangan," jelas narator.

Dalam video tersebut, narator juga memberikan imbauan kepada para guru agar tidak langsung pergi ke ATM hanya karena mendengar kabar pencairan di daerah lain.

Pasalnya, banyak laporan yang menyebutkan guru sudah mengecek ATM, namun saldo belum bertambah karena daerah tempat mereka mengajar belum masuk dalam tahap pencairan saat itu.

Oleh karena itu, penting bagi para guru penerima tunjangan sertifikasi untuk tergabung dalam grup WhatsApp guru sertifikasi yang spesifik di tingkat kabupaten/kota atau provinsi.

Baca Juga: DAM Siapkan Talenta Terbaik Jabar untuk Astra Honda Safety Riding Competition 2025, Siap Harumkan Nama Daerah

Hal ini dinilai lebih efektif untuk saling berbagi informasi yang lebih relevan dengan daerah masing-masing.

"Jika Anda guru SD atau SMP, grup WA-nya biasanya aktif di tingkat kabupaten atau kota. Untuk guru SMA, biasanya informasi berkembang di tingkat provinsi," jelasnya.

Pola pencairan yang tidak serentak dalam satu hari juga menjadi perhatian.

Proses pencairan dalam satu tahap biasanya berlangsung beberapa hari, bergulir dari satu daerah ke daerah lainnya.

"Misalnya hari ini cair di Prabumulih, bisa jadi besok giliran daerah lain. Jadi bertahap, tidak sekaligus dalam sehari," jelas narator dalam video tersebut.

Baca Juga: TERBARU dan NILAI TERTINGGI Ini Soal dan Kunci Jawaban POST TEST MODUL 2 PSE 2 PPG Guru Tertentu 2025, Nilai Percobaan Pertama yang Diambil Sistem

Info Pencairan TPG TW2

Sementara itu, kabar mengenai pencairan TPG triwulan 2 (TW2) mulai ramai ditanyakan di kolom komentar dan grup media sosial.

Namun, hingga pukul 13.00 WIB tanggal 12 Juni 2025, belum ada laporan pencairan TW2 berdasarkan pemantauan tim Guru Abad 21 di berbagai platform.

"Untuk TW2, belum ada tanda-tanda realisasi hari ini. Sepertinya masih fokus di tahap 6 pencairan TW1," ungkapnya.

Admin Info GTK sebelumnya telah menyampaikan bahwa sebanyak 162.000 guru dan pengawas dengan SKTP yang telah terbit sudah direkomendasikan pencairannya ke Kementerian Keuangan.

Proses penyaluran diharapkan berlangsung pada minggu ini, meski tidak disebutkan tanggal pasti.

"Kita tunggu saja konfirmasi dari guru-guru di daerah. Jika memang benar sudah cair hari ini, maka besok bisa jadi lebih banyak guru yang menerima," ucap narator.

Penting untuk berpedoman pada informasi resmi yang bersumber dari Juknis Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2025 untuk ASN dan Persesjen Nomor 1 Tahun 2025 untuk non-ASN.

Baca Juga: Contoh Jurnal Modul 1 - 2 - 3, Disesuaikan dengan Pembaruan di PPG Guru Tertentu 2025, Ini Bedanya dengan Tahun Lalu

Selain itu, informasi dari admin Info GTK dianggap lebih valid dibandingkan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang beredar di grup-grup.

"Tangkapan layar bisa jadi benar, bisa juga tidak. Jadi sebaiknya kita fokus pada informasi dari Juknis dan Info GTK," jelasnya lagi.

Di akhir Mei 2025 lalu, admin Info GTK memang pernah menyampaikan bahwa pencairan TPG diupayakan selesai akhir Mei atau awal Juni.

Namun kenyataannya, hingga pertengahan Juni, masih banyak guru yang belum menerima tunjangannya.

Hal ini terutama terjadi pada guru ASN yang penyalurannya bergantung pada Kementerian Keuangan.

"Kalau untuk non-ASN, sebagian besar sudah cair. Tapi untuk ASN, prosesnya lebih panjang dan belum semua daerah terakomodasi," ujar narator.

Dalam konteks ini, para guru diharapkan untuk tetap sabar menunggu informasi resmi dan tidak terburu-buru menyimpulkan.***