POJOKSATU.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Jakarta berhasil lolos dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2024 dari Kemendikbudristek.

Program pemberdayaan masyarakat tersebut menargetkan para pelaku usaha kopi, khususnya petani di Desa Medalsari.

Kopi merupakan salah satu komoditas terkenal di daerah ini dengan luas lahan perkebunan 147 hektar. Potensi perkebunan kopi yang melimpah ini menawarkan peluang besar untuk mengembangkan UMKM kopi yang terdigitalisasi.

Baca Juga: TRIK MUDAH dan CEPAT CONTOH Jurnal Pembelajaran Tugas PPG Guru Tertentu 2024 Modul 1 Prinsip Pengajaran dan Asesmen (Umum)

​Tim PPK Ormawa BEM FBS UNJ pun merancang rangkain program untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satu programnya adalah pelatihan dan pendampingan desain kemasan kopi pada 26-30 Juli 2024.

Kemasan yang didesain secara digital tidak hanya sekadar pelengkap tampilan, tetapi juga merupakan alat pemasaran yang efektif.

Dengan kemasan digital, pelaku usaha kopi Medalsari dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dan memberikan pengalaman yang lebih interaktif.

Keberangkatan tim PPK Ormawa dilepas langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Dr. Andy Hadiyanto, MA. beserta Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd., juga Prof. Dr. Dinny Devi Triana, M.Pd. selaku Wakil Dekan 3 FBS UNJ pada Jumat pagi (26/7).

Baca Juga: Pikul Agama

Dalam apel pelepasan tersebut, pimpinan secara simbolis mengantarkan 15 orang tim PPK Ormawa ditambah 5 mahasiswa dari tim FBS Mengabdi 3.0 yang didampingi oleh dosen pembimbing, Sigit Widiatmoko, M.Hum.

Sesampainya di lokasi Desa Medalsari, tim mendapat sambutan hangat dari pihak Desa Medalsari. Anwar, Sekretaris Desa Medalsari, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BEM FBS UNJ yang disampaikannya saat sambutan pada prosesi penyambutan mahasiswa. “Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Desa Medalsari,” ujarnya.

Keesokannya, dilanjutkan dengan pendampingan awal untuk memahami lebih mendalam karakteristik produk dan target pasar. Selanjutnya, para pelaku usaha kopi diberikan pelatihan desain kemasan yang disesuaikan dengan keunikan masing-masing sehingga membedakan dengan produk kopi lainnya. Akhir dari pengabdian tahap 1 ini adalah pendampingan akhir, evaluasi, serta feedback yang diberikan para peserta.

Baca Juga: Ada Flash Sale 8RB Mobil Toyota Agya di Shopee Live yang Dipandu Mami Louisse, Ayo Ikutan!

“Dengan adanya pelatihan ini, saya merasa lebih mudah menerima materi karena diiringi dengan praktik. Untuk pesannya, semoga pelatihan ini bisa diadakan kembali dan menjaring lebih banyak peserta,” ujar Kanim, salah satu peserta pelatihan desain.

Dengan semangat kolaborasi, BEM FBS UNJ dan Desa Medalsari berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi kopi lokal. Pelatihan desain kemasan ini merupakan langkah awal yang menjanjikan. ***