POJOKSATU.ID - Kabar gembira bagi masyarakat kurang mampu di Malang, Jawa Timur! Kementerian Sosial (Kemensos) berencana membuka Sekolah Rakyat di Kota Malang pada tahun ini.

Inisiatif mulia ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Kemensos dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta pemerintah kabupaten/kota setempat.

Bahkan, sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar telah disiapkan dengan matang.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan kabar baik ini di sela-sela acara di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Malang.

Baca Juga: Kunjungan Wisman ke Indonesia Melonjak di Mei 2024, Turis Rusia Catat Rekor Tinggal Terlama

Beliau mengungkapkan bahwa Kota Malang menjadi salah satu prioritas dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ini, dan gedung sekolah beserta fasilitasnya sudah siap untuk digunakan.

Lebih lanjut, Gus Ipul menuturkan bahwa pada tahun ini akan ada 53 Sekolah Rakyat yang siap beroperasi di berbagai wilayah.

Selain itu, Kemensos juga terus melakukan survei kelayakan lahan dan sarana prasarana untuk menambah lebih banyak lagi titik penyelenggaraan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Gedung Sekolah Rakyat akan dibangun dengan standar yang telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Kamu Makin Jago Bahasa Inggris! Ada Pelatihan Gratis dari Kemenpar! Kuota Terbatas!

Fasilitas yang disediakan sangat lengkap, mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Selain ruang kelas yang representatif, Sekolah Rakyat juga akan dilengkapi dengan fasilitas olahraga dan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran lainnya, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan.

Gus Ipul menegaskan bahwa sasaran utama Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Lebih dari sekadar memberikan pendidikan gratis, program ini juga akan menyasar pemberdayaan orang tua siswa.

Kemensos akan memberikan program pemberdayaan ekonomi kepada orang tua siswa dengan harapan dapat memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan.

Tak hanya itu, Kemensos juga memiliki perhatian terhadap kondisi tempat tinggal siswa.

Jika ditemukan rumah siswa yang tidak layak huni, Kemensos akan memberikan dukungan agar rumah tersebut menjadi layak huni dan memenuhi standar kesehatan.

Mengenai tenaga pendidik, Gus Ipul memastikan bahwa guru hingga kepala sekolah di Sekolah Rakyat akan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga: Prabowo Targetkan Digitalisasi Sekolah di Seluruh Indonesia dengan Papan Interaktif dan Layar Televisi pada Tahun 2026

Status kepegawaian ini bisa berupa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) baik penuh waktu maupun paruh waktu, yang saat ini masih dalam tahap konsolidasi.

Dengan adanya Sekolah Rakyat ini, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan berkualitas yang setara.

Serta membuka peluang masa depan yang lebih baik dan membantu keluarga mereka keluar dari lingkaran kemiskinan.***