POJOKSATU.id - Tahun 2025 ini akan menjadi momen yang membahagiakan bagi guru di seluruh Indonesia.
Bagaimana tidak, di tahun 2025 ini banyak sekali kebijakan pemerintah yang bisa bikin guru menjadi full senyum.
Kebijakan pertama adalah adanya kenaikan besaran Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Setelah adanya kebijakan tersebut, kini guru Non ASN bisa menerima TPG sebesar Rp2 juta per bulan.
Tak sampai di situ saja lho ternyata, Presiden Prabowo ternyata akan memberikan dua jenis bantuan dana kepada guru di Indonesia.
Bantuan dana ini akan mulai diberikan pada tahun 2025 ini.
Pemberian bantuan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan juga kualitas Pendidikan di Tanah Air.
Berikut ini adalah dua jenis bantuan dana yang akan diberikan Presiden Prabowo kepada guru:
1. BLT untuk Guru Honorer
Presiden Prabowo akan memberikan bantuan bagi guru honorer yang belum sertifikasi.
Program ini rencananya akan diluncurkan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei tahun 2025 mendatang.
Untuk pembayaran bantuan ini akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa BPS sudah mendata guru yang berhak menerima bantuan tersebut.
Selain belum sertifikasi,syarat lain guru penerima bantuan ini adalah:
- Pendapatan masuk desil 1 sampai desil 10
- Tidak pernah menerima tunjangan social apapun dari Kemensos
2. Bantuan Pendidikan Bagi Guru yang Belum S1 dan D4
Di tahun 2025 ini pemerintah rupanya juga akan memberikan bantuan Pendidikan kepada guru.
Dari bocoran yang didapatkan Pojoksatu.id ada total 249.623 guru yang akan menerima bantuan pendidik.
Baca Juga: JTrust Bank Bukukan Laba Rp87,83 Miliar pada Kuartal I 2025, Naik 99,56 Persen
Guru penerima bantuan ini adalah guru yang belum memiliki gelar Diploma 4 (D4) atau Sarjana (S1).
Tujuan dari bantuan Pendidikan ini adalah untuk mendorong guru akan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Dengan begitu maka bapak ibu guru bisa memenuhi kualifikasi minimal sebagai pendidik profesional.
Dengan adanya dua program bantuan ini, diharapkan para guru di Indonesia dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajaran, sehingga berdampak positif pada mutu pendidikan nasional.
***



