POJOKSATU.id - Hasil Program for International Student Assessment (PISA) 2025 dipastikan baru akan diumumkan pada akhir tahun 2026. 

Hasil asesmen internasional tersebut menjadi salah satu momen yang paling dinantikan karena akan memperlihatkan posisi terbaru kualitas pendidikan Indonesia dibandingkan puluhan negara lain.

Kepastian itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, saat peluncuran Aktivasi Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam, 6 Juli 2026.

"Tahun 2025 sudah ada PISA, tapi datanya belum keluar, akan dirilisnya di akhir tahun 2026 ini," kata Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti.

Baca Juga: Kemendikdasmen Luncurkan Gerakan PSPB, Ajak Dunia Usaha, Kampus hingga Masyarakat Gotong Royong Tingkatkan Mutu Pendidikan

Hasil PISA 2022 Masih Jadi Catatan

Sambil menunggu hasil terbaru, Suharti mengungkapkan capaian pendidikan Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah yang tidak ringan.

Berdasarkan hasil PISA 2022, kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara di kawasan ASEAN, terlebih jika dibandingkan dengan negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Kondisi tersebut juga tercermin dalam hasil Asesmen Nasional (AN) yang diselenggarakan pemerintah.

"Angka hasil dari Asesmen Nasional juga menunjukkan baru dua per tiga anak Indonesia yang sudah memenuhi kompetensi literasi dan numerasi. Masih banyak yang belum batas minimal," ujar Suharti.

Baca Juga: Said Iqbal Sebut Demo Buruh Kamis Nanti Sasar Kemenkeu, Minta Menkeu Purbaya Bersedia Dialog

Menurutnya, fakta tersebut menunjukkan masih banyak peserta didik yang membutuhkan peningkatan kemampuan dasar, terutama dalam memahami bacaan dan menyelesaikan persoalan numerasi.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang sedang dihadapi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Ini tugas yang sangat berat dan ini menjadi komitmen Pak Menteri pemerintahan selama beliau. Peningkatan kualitas menjadi prioritas utama," jelas Suharti.

Hasil PISA 2025 Jadi Pembuktian

Hasil PISA 2025 yang akan diumumkan pada akhir tahun ini dipandang sebagai pembuktian penting bagi dunia pendidikan Indonesia.

Baca Juga: Roy Suryo Senang Polda Metro Divonis Hakim Tak Sah Menangkapnya, Ini Babak Baru Hukum Kita

Penilaian tersebut akan memperlihatkan apakah berbagai program peningkatan kualitas pendidikan yang telah dijalankan mampu memperkecil ketertinggalan Indonesia dibandingkan negara lain atau justru masih menyisakan tantangan yang besar.

Tak hanya itu, hasil PISA edisi terbaru diperkirakan akan menghadirkan dinamika baru karena menggunakan indikator penilaian yang lebih luas dibandingkan pelaksanaan pada 2022, 2018, maupun periode sebelumnya.

Perubahan indikator tersebut membuka peluang terjadinya perubahan peringkat negara-negara peserta, termasuk Indonesia.

Ada Indikator Baru dalam PISA 2025

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menjelaskan PISA 2025 tetap mengukur kemampuan membaca, matematika, dan sains, tetapi kali ini memberikan perhatian utama pada bidang sains.

Baca Juga: Roy Suryo Senang Polda Metro Divonis Hakim Tak Sah Menangkapnya, Ini Babak Baru Hukum Kita

Selain itu, terdapat sejumlah pembaruan yang belum pernah diterapkan pada pelaksanaan sebelumnya.

Tim Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menjelaskan, penilaian PISA 2025 mencakup membaca, matematika, dan sains, kali ini dengan fokus utama pada sains.

"Untuk pertama kalinya, PISA 2025 juga menilai Pembelajaran di Dunia Digital sebagai domain inovatif dan menyertakan penilaian Bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang fokus pada keterampilan membaca, berbicara, dan mendengarkan," tulis tim OECD.

Masuknya penilaian Pembelajaran di Dunia Digital dinilai menjadi salah satu langkah OECD dalam menyesuaikan asesmen dengan perkembangan teknologi dan perubahan cara belajar peserta didik di berbagai negara.

Sementara itu, penilaian Bahasa Inggris sebagai bahasa asing akan mengukur kemampuan membaca, berbicara, dan mendengarkan peserta secara lebih komprehensif.

Baca Juga: Pendaftaran TKA SMA dan SMK 2026 Dibuka, Ini Jadwal Lengkap, Mata Pelajaran Pilihan hingga Hal Penting yang Wajib Diketahui

Diikuti 81 Negara

Selama ini, PISA menjadi salah satu instrumen internasional yang paling banyak dijadikan acuan untuk menggambarkan kualitas pendidikan suatu negara.

Analisis skor PISA dianggap mampu memberikan gambaran objektif mengenai kemampuan peserta didik dari 81 negara yang berpartisipasi.

Pada pelaksanaan tahun 2022, beberapa negara, termasuk Indonesia, tercatat mengalami peningkatan skor dibandingkan periode sebelumnya.

Meski demikian, peningkatan tersebut belum cukup untuk mengangkat posisi Indonesia sejajar dengan banyak negara lain yang memiliki capaian literasi dan numerasi lebih tinggi.

Karena itu, hasil PISA 2025 akan menjadi perhatian banyak pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, guru, hingga masyarakat. 

Baca Juga: Tangkapan Layar Kronologi dan Kesaksian Korban Warnai Dugaan Kasus Kontestan Clash of Champions Season 3

Bukan semata melihat posisi Indonesia dalam peringkat dunia, tetapi juga mengukur efektivitas berbagai kebijakan yang telah dijalankan untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional dan mempersiapkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan. ***