POJOKSATU.id — Kurikulum Merdeka menghadirkan perubahan penting dalam praktik perencanaan pembelajaran di Indonesia.
Salah satu pendekatan yang kini banyak digunakan di Sekolah Penggerak dan proyek P5 adalah pembelajaran mendalam (deep learning).
Untuk menunjang pendekatan ini, guru dapat menyusun dokumen bernama RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam) sebagai format khusus dari perencanaan pembelajaran.
RPM bukan pengganti RPP, melainkan format khusus dari perencanaan pembelajaran dalam pendekatan pembelajaran mendalam di Kurikulum Merdeka.
Sebab dalam Kurikulum Merdeka, istilah RPP diganti oleh Modul Ajar. Maka, RPM hadir sebagai alternatif format modul ajar untuk kegiatan pembelajaran eksploratif, reflektif, dan berbasis proyek.
Baca Juga: Luka Batin Guru, Penghalang Utama dalam Penerapan Konsep Deep Learning di Sekolah
Memahami Hubungan RPP, Modul Ajar, dan RPM
Agar tidak rancu, berikut posisi dan peran dari ketiga istilah ini:
| Istilah | Digunakan dalam Kurikulum | Fungsi dan Karakteristik |
|---|---|---|
| RPP | Kurikulum 2013 | Dokumen perencanaan baku, fokus administratif |
| Modul Ajar | Kurikulum Merdeka | Pengganti RPP, fleksibel dan kontekstual |
| RPM | Kurikulum Merdeka (khusus) | Format modul ajar dalam pembelajaran mendalam |
RPM banyak digunakan pada pembelajaran tematik, lintas disiplin, atau proyek berbasis nilai. Ini menjadi cara agar proses belajar lebih bermakna dan berdampak pada karakter siswa.
Apa Itu Pembelajaran Mendalam?
Pembelajaran mendalam atau deep learning merupakan pendekatan yang menekankan:
-
Pemahaman utuh, bukan sekadar hafalan
-
Keterlibatan aktif dan reflektif siswa
-
Pembelajaran terhubung dengan realitas kehidupan sehari-hari
-
Penguatan karakter melalui kegiatan kolaboratif dan eksploratif
Prosesnya meliputi tiga fase utama: memahami – mengaplikasikan – merefleksikan.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Hafalan! Deep Learning Memandu Revolusi Pendidikan dengan Tiga Elemen Kunci
Siswa diarahkan untuk membangun pengetahuan dari pengalaman nyata dan kegiatan bermakna.
Struktur RPM
RPM dirancang fleksibel namun tetap terstruktur. Elemen utamanya meliputi:
-
Judul dan Identitas Pembelajaran
-
Dimensi Profil Pelajar Pancasila
(misalnya: bernalar kritis, mandiri, bergotong royong) -
Tujuan Pembelajaran
-
Strategi dan Praktik Pedagogis
-
Lingkungan dan Kemitraan Belajar
-
Integrasi Teknologi dan Media
-
Langkah-Langkah Pembelajaran
(disusun berdasarkan fase: memahami – mengaplikasikan – merefleksikan) -
Prinsip-Prinsip Pengajaran
-
Asesmen Diagnostik, Formatif, dan Sumatif
RPM memungkinkan guru mengintegrasikan berbagai pendekatan seperti inkuiri, proyek, eksperimen, observasi lapangan, hingga refleksi terbuka.
Dasar Kebijakan Resmi
RPM dikembangkan dan diterapkan sejalan dengan kebijakan resmi Kemendikbudristek:
-
Permendikbudristek No. 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan PAUD-SMA/SMK
-
Keputusan Mendikbudristek No. 005/H/P/2025 terkait buku dan materi lintas disiplin
-
Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2023
-
Panduan Praktik Pembelajaran Mendalam
-
Platform Merdeka Mengajar sebagai sumber modul ajar, RPM, dan pelatihan guru
Contoh RPM SD – Tema “Lingkungan Sehat di Sekolah” (12 Pertemuan / 30 JP)
Berikut contoh ringkasan implementasi RPM untuk kelas III SD dengan total 12 pertemuan:
Tujuan Umum:
-
Menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah
-
Mengolah data observasi ke dalam grafik sederhana
-
Melaksanakan aksi kebersihan bersama tim kelas
-
Menyampaikan hasil proyek lewat poster dan presentasi
Rangkuman Alur Pembelajaran:
| Pertemuan | Aktivitas Kunci |
|---|---|
| 1–2 | Observasi lingkungan sekolah dan diskusi isu kebersihan |
| 3–4 | Pengumpulan dan klasifikasi data hasil observasi |
| 5–6 | Membuat grafik batang/pie sederhana dari data |
| 7–8 | Aksi kebersihan kolaboratif di lingkungan sekolah |
| 9–10 | Pembuatan poster edukasi dan latihan presentasi |
| 11–12 | Pameran hasil karya dan refleksi kegiatan |
Asesmen dilakukan secara berkelanjutan, melalui observasi aktivitas siswa, jurnal refleksi, hasil poster, serta unjuk kerja saat presentasi dan aksi kebersihan.
Strategi Guru untuk Menerapkan RPM
Agar pelaksanaan RPM optimal, guru dapat:
-
Menyusun tema yang sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan siswa
-
Mengintegrasikan peran lingkungan sekitar sebagai mitra belajar
-
Menggunakan aplikasi digital untuk visualisasi materi dan presentasi
-
Mendorong refleksi harian melalui jurnal atau diskusi kelompok
-
Melaksanakan asesmen proses dan hasil secara terpadu
RPM bisa digunakan sebagai pendekatan alternatif dalam modul ajar.
Dengan RPM, guru didorong bukan hanya menyampaikan pelajaran, tapi juga menciptakan pengalaman belajar yang menyentuh sisi intelektual, emosional, dan sosial siswa.
Download Contoh RPM SD Lengkap
Bagi guru atau kepala sekolah yang ingin menjadikan RPM sebagai referensi perencanaan pembelajaran mendalam, silakan unduh melalui tautan berikut:
???? Download Contoh RPM SD – 12 Pertemuan (PDF)
RPM ini cocok untuk tema proyek lingkungan, kesehatan sekolah, atau kegiatan berbasis penguatan karakter di SD.
Dorong Pembelajaran Bermakna
RPM bukan sekadar format dokumen, melainkan strategi merancang pembelajaran yang transformatif.
Dengan menyusun RPM, guru tidak hanya menyiapkan materi, tapi juga menyusun skenario kehidupan belajar yang penuh makna, relevansi, dan refleksi.
Melalui pendekatan ini, murid belajar tidak hanya untuk tahu, tapi juga untuk tumbuh dan berdaya. ***




