POJOKSATU. Id -Dari deklarasi ke aksi nyata, komitmen pemerintah menciptakan sekolah aman dan bebas perundungan mulai diwujudkan melalui langkah konkret. Puncaknya tampak pada Kamis (8/1) di SMPN 1 Tarogong Kaler, dimana semangat Gerakan Anti-Perundungan di Garut mendapatkan pondasi fisik yang kuat.

Hal itu diwujudkan melalui peresmian 31 sekolah hasil program Revitalisasi Sekolah. Menteri Pendidikan Abdul Mu'ti menegaskan bahwa gerakan moral untuk kerukunan harus ditopang oleh infrastruktur yang layak.


Peluncuran Gerakan Rukun Sama Teman oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di SMPN 1 Tarogong Kaler, Kamis (8/1), tidak hanya berhenti pada seruan dan ikrar semata. Agenda tersebut justru dikonkretkan dengan tindakan nyata, yaitu peresmian 31 unit SMP di Kabupaten Garut hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Pemkab Purwakarta Resmi Berlakukan Kerja Fleksibel ASN Mulai 15 Januari 2026

Penandatanganan prasasti peresmian oleh Menteri Pendidikan Abdul Mu'ti dan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menjadi simbol bahwa upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai. Menteri Mu'ti menegaskan bahwa gerakan moral membutuhkan wadah yang layak.

"Gerakan untuk hidup rukun, saling menghargai, dan bebas dari perundungan tidak bisa mengandalkan seruan saja. Ia harus ditopang oleh lingkungan fisik sekolah yang mendukung kenyamanan dan keamanan psikologis siswa. Program revitalisasi ini adalah komitmen kami menyediakan pondasi itu," ujar Menteri Mu'ti usai penandatanganan.

Dengan demikian, fokus pemberitaan bergeser dari sekadar sosialisasi gerakan menuju integrasi antara pembangunan karakter dan pembangunan infrastruktur. Wakil Bupati Putri Karlina menyambut baik sinergi ini.

"Kami apresiasi karena komitmen Kemendikdasmen tidak hanya berupa program soft campaign, tetapi juga diikuti dengan perbaikan infrastruktur sekolah. Gedung sekolah yang baru direvitalisasi akan menjadi ruang yang lebih kondusif untuk mempraktikkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan nilai-nilai kerukunan," kata Putri Karlina.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! THR PNS hingga Pensiunan 2026 Diprediksi Cair Sebelum 13 Maret

Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Rusprita Putri Utami, juga menekankan bahwa nilai kolaboratif tidak hanya antar-manusia, tetapi juga antara program. "Pesan Presiden untuk rukun dengan teman dan hormat pada guru perlu diimplementasikan dalam ruang belajar yang bermartabat. Revitalisasi sekolah dan gerakan karakter ini adalah dua sisi dari mata uang yang sama," jelas Rusprita.

Salah satu siswa, Rifki Aidil Adha, mengaku antusias melihat komitmen nyata pemerintah. "Senang sekali sekolah kami didukung. Acara tadi seru, pesannya baik, dan kami juga melihat bukti fisiknya. Rasanya lebih semangat untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang nyaman," ujar Wakil Ketua OSIS tersebut.

Dengan langkah ini, Gerakan Rukun Sama Teman di Garut tidak hanya berwujud kampanye temporer, tetapi mulai diinstitusionalisasikan melalui peningkatan kualitas satuan pendidikan. Hal ini diharapkan bisa menjadi model integrasi kebijakan bagi daerah lain dalam mewujudkan sekolah aman dan nyaman secara berkelanjutan***