POJOKSATU.ID - Bapak/Ibu, rasanya campur aduk ketika SKTPG sudah terbit, status valid, tapi dana tidak masuk juga.

Setelah ditelusuri, ternyata uangnya retur ke negara karena rekening tidak valid.

Situasi ini cukup sering terjadi, dan sayangnya banyak guru baru mengetahuinya setelah pencairan gagal.

Baca Juga: Gabungan AS dan Israel Serang Iran, 5 Lokasi Sasaran Ledakan, Termasuk Kantor Ayatollah Khamenei

Supaya tidak terulang di periode berikutnya, yuk kita bahas 7 penyebab paling sering dan bagaimana cara membereskannya.

1. Rekening Sudah Tidak Aktif

Ini yang paling umum.

Rekening lama yang jarang dipakai bisa berubah status menjadi dorman atau bahkan ditutup oleh bank.

Baca Juga: IPM Tembus 75,58: Bupati Bandung Klaim 74 Persen Visi-Misi Terealisasi

Solusi:

Segera cek ke bank apakah rekening masih aktif. Jika sudah pasif, aktifkan kembali atau buat rekening baru sesuai ketentuan instansi.

2. Nama Rekening Tidak Sama dengan Data Kepegawaian

Perbedaan kecil seperti satu huruf saja bisa membuat sistem menolak transfer.

Misalnya nama di rekening memakai singkatan, sementara di data kepegawaian lengkap.

Solusi:

Samakan persis nama rekening dengan KTP dan data di sistem. Hindari penggunaan gelar atau singkatan yang berbeda.

3. Nomor Rekening Salah Input

Kadang kesalahan sederhana seperti satu digit angka keliru bisa membuat dana gagal masuk dan otomatis kembali.

Solusi:

Periksa ulang nomor rekening di sistem sekolah atau dinas. Jangan hanya mengandalkan ingatan, cek langsung dari buku tabungan atau mobile banking.

4. Rekening atas Nama Orang Lain

TPG wajib masuk ke rekening atas nama pribadi guru penerima.

Baca Juga: Guru Non ASN Bersertifikasi Tetap Dapat TPG Bulanan Rp2 Juta, Tapi THR Tidak Otomatis! Ini Cara Menghitung Penerimaan Maret Biar Tidak Kecewa

Jika rekening masih menggunakan nama pasangan atau keluarga, sistem bisa menolak.

Solusi:

Gunakan rekening atas nama sendiri sesuai identitas resmi.

5. Perubahan Bank Tanpa Update Data

Ada guru yang pindah bank karena alasan tertentu, tapi lupa memperbarui data di sistem.

Solusi:

Segera laporkan perubahan rekening ke operator sekolah agar diperbarui sebelum penarikan data periode berikutnya.

6. Rekening Bermasalah Secara Administratif

Beberapa rekening bisa diblokir karena masalah administrasi, seperti tidak update data KYC (Know Your Customer) atau belum memperbarui KTP elektronik.

Solusi:
Datangi bank dan pastikan data kependudukan sudah sinkron.

7. Perubahan Data Setelah Penarikan

Kadang guru baru mengganti rekening setelah tanggal penarikan data (misalnya setelah tanggal 15).

Akibatnya, sistem tetap memproses rekening lama.

Solusi:

Pastikan perubahan rekening dilakukan sebelum periode penarikan data berikutnya agar terbaca dalam siklus pencairan.

Cara Aman Sebelum Penyaluran Berikutnya

Supaya tidak kejadian lagi, lakukan langkah sederhana ini:

1. Cek status rekening sebelum pertengahan bulan

2. Pastikan nama dan nomor rekening sesuai

3. Koordinasi dengan operator sekolah

4. Simpan bukti update data

Baca Juga: Djatgo Hadirkan GASPOL, Waktu Kirim Jakarta Medan Dipangkas Jadi 3–4 Hari

Bapak/Ibu, TPG bukan sekadar tambahan penghasilan.

Banyak kebutuhan keluarga bergantung pada dana ini.

Maka jangan sampai hak yang sudah sah justru tertahan karena hal teknis kecil.

Yuk, rapikan rekening sebelum periode penyaluran berikutnya.

Lebih baik cek sekarang daripada menunggu notifikasi “retur” yang bikin hati turun.

Semoga periode berikutnya lancar dan tidak ada lagi dana yang kembali ke negara. Tetap teliti, tetap semangat.***