POJOKSATU.id - Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru 2025 atau PPG Prajabatan 2025 resmi dirilis oleh Kemendikbudristek.
Program ini dirancang untuk menyiapkan calon guru yang tak hanya profesional, tapi juga berakhlak mulia, berdedikasi tinggi, dan mampu memberi dampak positif di satuan pendidikan maupun lingkungan sekitar.
Program ini terbuka untuk lulusan S-1, sarjana terapan, maupun Diploma IV, baik dari jurusan pendidikan maupun nonkependidikan.
Tujuannya jelas: menghasilkan guru bersertifikat pendidik yang kompeten secara pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Bidang Studi yang Dibuka
Untuk tahun 2025, bidang studi dalam PPG dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu Umum dan Kejuruan.
Bidang studi umum meliputi antara lain PGSD, PJOK, Bahasa Indonesia, IPS, IPA, Matematika, Pendidikan Luar Biasa (PLB), serta Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG PAUD).
Sementara itu, bidang kejuruan yaitu Teknik Otomotif, Teknik Jaringan Komputer & Telekomunikasi, Kuliner, Elektronika, Ketenagalistrikan, Mesin, Agriteknologi, Broadcasting & Perfilman, hingga Desain Komunikasi Visual.
Tiga Jenis Mata Kuliah PPG
Struktur kurikulumnya terdiri dari tiga kelompok utama:
-
Mata Kuliah Inti: Wajib diambil semua peserta.
-
Mata Kuliah Selektif: Dipilih sesuai bidang minat dari daftar nasional.
-
Mata Kuliah Elektif: Pilihan tambahan, bisa dikembangkan oleh kampus penyelenggara.
Pendekatan pembelajaran yang diterapkan pun modern dan interaktif, seperti Active Learning, Problem-Based Learning, Project-Based Learning, dan Case Method Approach.
Semua diarahkan untuk membentuk guru yang adaptif terhadap teknologi dan tantangan pendidikan zaman kini.
Kenapa Struktur Ini Penting?
Struktur mata kuliah PPG tidak hanya menekankan teori, tapi juga praktik langsung.
Calon guru dibekali kemampuan pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian secara seimbang.
Mereka juga mendapat fleksibilitas melalui mata kuliah selektif dan elektif untuk memperdalam minat spesifik.
Yang paling menarik, pengalaman nyata di lapangan difasilitasi melalui Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang terbagi dua tahap — terbimbing dan mandiri — di semester 1 dan 2.
Semester 1 (Bidang Studi Umum) — Total 18 SKS
-
Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai — 2 SKS
-
Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajaran — 3 SKS
-
Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Dasar — 3 SKS
-
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terbimbing — 6 SKS
-
Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset) — 2 SKS
-
MK Selektif/Elektif — 2 SKS
Semester 2 (Bidang Studi Umum) — Total 20 SKS
-
Pembelajaran Sosial Emosional — 3 SKS
-
Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Lanjutan — 3 SKS
-
PPL Mandiri — 8 SKS
-
Projek Kepemimpinan — 2 SKS
-
Seminar Pendidikan Profesi Guru — 2 SKS
-
MK Selektif/Elektif — 2 SKS
Distribusi Mata Kuliah untuk Bidang BK (Bimbingan dan Konseling)
Semester 1 (18 SKS):
-
Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai — 2 SKS
-
Asesmen dan Layanan BK — 4 SKS
-
PPL Terbimbing — 6 SKS
-
Pola Pikir Bertumbuh — 2 SKS
-
Praktikum Konseling Individu — 2 SKS
-
MK Selektif/Elektif — 2 SKS
Semester 2 (20 SKS):
-
Pembelajaran Sosial Emosional — 3 SKS
-
Praktikum Konseling Kelompok — 3 SKS
-
PPL Mandiri — 8 SKS
-
Projek Kepemimpinan — 2 SKS
-
Seminar PPG — 2 SKS
-
MK Selektif/Elektif — 2 SKS
Pilihan Mata Kuliah Selektif & Elektif
Beberapa contoh mata kuliah pilihan yang tersedia antara lain:
-
Literasi Lintas Mata Pelajaran
-
Teknologi Baru dalam Pengajaran
-
Pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus
-
Pembelajaran Terdiferensiasi
-
Pengajaran Daring & Bauran
-
Design Thinking
-
Computational Thinking
-
Pendidikan di Daerah Khusus
-
Bahasa Inggris untuk Guru SD
-
Budaya Kerja dan Pendidikan Kewirausahaan (untuk vokasi)
-
Pengembangan Program BK dan Konseling Keluarga (untuk bidang BK)
calon guruBaca Juga: Lupa Password SIMPKB? Jangan Panik, Ini Cara Mengembalikan Akun PPG Calon guru 2025
Kurikulum PPG 2025 ini menunjukkan keseriusan Kemendikbudristek dalam menyiapkan guru masa depan yang adaptif, humanis, dan inovatif.
Tak hanya mencetak pengajar, tapi juga pembelajar seumur hidup yang mampu memimpin perubahan di ruang kelas maupun masyarakat. ***




