POJOKSATU.id, SEORANG guru dari SMP Negeri 3 Kota Sorong terpaksa menyampaikan permintaan maaf secara publik dari Polresta Sorong, setelah membuat konten video tanpa izin siswinya saat di kelas.
Guru SMP Negeri 3 tersebut bernama Syaiful Anwar yang diperkarakan setelah memvideokan anak didiknya menebalkan alis dengan spidol, kemudian mengunggahnya ke TikTok.
Gegara video itu, siswi tersebut dibully dan ditertawakan netizen, bahkan sampai dijuluki Pace Spidol. Syaiful Anwar pun dikritik hingga konten itu dihapusnya dari akunnya, namun telah keburu disebarkan beberapa akun.
Lewat akun TikTok-nya, Syaiful menyampaikan permintaan maaf, Selasa, 29 November 2024. Dia terlihat mengenakan pakaian dinas, dihadiri juga oleh siswi yang dibuat konten dan pihak terkait. Mereka berada di depan Ruang Dinbulu, Polres Sorong.
"Saya bernama Syaiful Anwar, guru di SMP Negeri 3 Sorong, akan mengklarifikasi video konten pada hari Rabu, 23 Oktoer 2024, saya menyatakan bahwa permohon maaf terhadap siswi Esvelin kelas VIII K, berikut dengan keluarga besarnya di manapun berada, saya meminta maaf kepada instansi SMP 3 Sorong dan Dinas Pendidikan Sorong," ujarnya dikutip Pojoksatu.id dari akun TikTok Syaiful, Rabu, 30 Oktober 2024.
Dia mengatakan ingin memulihkan nama baik siswinya. "Karena yang terlihat di video tidak seperti yang seharusnya, dan jangan ada lagi yang memanggil dengan nama kata-kata pace spidol," tegasnya.
Baca Juga: Unggahan Status Terakhir Tom Lembong Sebelum Ditahan Kejagung, Ternyata Singgung Pergantian Zaman
Syaiful juga meminta tolong kepada akun-akun lain yang telah keburu menyebarkan konten tersebut untuk menghapus video tersebut, dan memohon mengunggah klarifikasinya.
Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, dan jika terjadi lagi, siap diproses hukum.
"Saya tidak akan mengulangi lagi menyebarkan video tanpa seizin yang bersangkutan. Jika suatu hari nanti saya melakukan hal seperti ini, maka saya siap diproses secara hukum, memberi ruang untuk siapapun, untuk menyebarkan konten klarifikasi ini, termasuk untuk keluarga di platform media sosial manapun," bebernya.
Pun, setelah kejadian ini, sebagai pendidik, dirinya tidak akan melakukan tekanan apapun kepada siswi tersebut. "Saya tidak akan memberi tekanan fisik dan psikis kepada Esvelin. Mudah-mudahan tidak ada lagi sebutan negatif tentang Esvelin," harapnya.
Syaiful Anwar sendiri diketahui kerap mengunggah video keseruan anak didiknya dalam kelas. Dan, baru kali ini, videonya viral dan memantik protes. ***



