POJOKSATU.ID - Proses pembentukan karakter anak didik di lingkungan sekolah berasrama memerlukan pendekatan yang humanis dan penuh dengan rasa empati.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program pengabdian para kadet militer di Sekolah Rakyat sama sekali bukan bentuk perpeloncoan atau perundungan.

Penekanan tersebut disampaikan untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam koridor pendidikan yang aman dan menyenangkan bagi anak.

Pendampingan yang diberikan lebih berfokus pada pembiasaan hidup tertib, peningkatan rasa tanggung jawab, serta kedisiplinan harian siswa.

Kehadiran para kadet diharapkan dapat menjadi contoh nyata atau figur teladan yang dapat ditiru secara langsung oleh para peserta didik.

Seluruh pihak yang terlibat diminta untuk bersama-sama menciptakan suasana belajar yang kondusif tanpa adanya tekanan fisik maupun mental.

Dalam pengarahannya, Mensos memberikan peringatan keras untuk mencegah timbulnya tiga masalah utama di lingkungan sekolah, yakni aksi perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta sikap intoleransi.

Pembentukan disiplin tidak bertujuan untuk menyeragamkan kemampuan anak, melainkan untuk membangun fondasi kesuksesan masa depan mereka.

Para kadet diinstruksikan untuk merangkul setiap siswa dengan pendekatan kesetaraan dan kasih sayang tanpa membeda-bedakan latar belakang.

Penanaman nilai-nilai Pancasila dan bela negara disajikan melalui metode pembiasaan positif yang disesuaikan dengan tingkatan usia anak.

Langkah ini dinilai sangat krusial agar para siswa memiliki ketahanan moral yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.

Lingkungan sekolah yang aman dan inklusif menjadi prioritas utama yang wajib dijaga selama program berlangsung.***