POJOKSATU.id - Kesempatan kuliah gratis di luar negeri kembali terbuka bagi mahasiswa Indonesia. Kali ini, Pemerintah Rusia menawarkan beasiswa untuk jenjang pendidikan S1, S2, dan S3 melalui program Beasiswa Pemerintah Rusia 2027.
Pendaftaran beasiswa tersebut dijadwalkan mulai dibuka pada 15 November 2026. Bidang studi yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari teknik, seni, ilmu sosial, hingga spesialisasi klinis.
Menariknya, calon pelamar tidak diwajibkan menguasai bahasa Rusia ketika mendaftar.
Russian House in Indonesia melalui akun resminya menjelaskan, pelamar yang belum menguasai bahasa Rusia tetap bisa mengikuti seleksi.
Jika diterima pada program studi berbahasa Rusia, peserta akan mendapatkan program persiapan bahasa selama satu tahun di Rusia secara gratis.
Setelah menyelesaikan program tersebut, mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan sesuai program studi yang dipilih.
Fasilitas Beasiswa Pemerintah Rusia
Penerima Beasiswa Pemerintah Rusia mendapatkan sejumlah fasilitas untuk menunjang pendidikan selama berada di negara tersebut.
Berikut cakupan pendanaan yang ditawarkan:
Biaya kuliah penuh (full tuition) selama masa studi.
Program persiapan bahasa Rusia selama satu tahun di fakultas persiapan bagi mahasiswa yang membutuhkannya.
Akomodasi asrama yang disediakan universitas.
Tunjangan bulanan hingga USD 60 atau sekitar Rp1,08 juta.
Selain fasilitas tersebut, terdapat peluang memperoleh pendanaan tambahan untuk tiket penerbangan dan tunjangan lainnya melalui program Open Doors.
Namun, kesempatan pendanaan tambahan tersebut sebelumnya diberikan melalui Olimpiade Internasional Open Doors, sehingga tidak otomatis menjadi bagian dari fasilitas Beasiswa Pemerintah Rusia.
Ijazah Rusia Diakui di Indonesia, Tidak Perlu Penyetaraan Tambahan
Ada kabar menarik lainnya bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di Rusia.
Pemerintah Indonesia dan Rusia telah menandatangani perjanjian antarpemerintah pada akhir 2025 mengenai pengakuan pendidikan, kualifikasi, dan gelar akademik kedua negara.
Perjanjian tersebut mencakup pendidikan menengah hingga seluruh jenjang pendidikan tinggi, mulai dari S1, S2, sampai S3.
Dengan adanya kesepakatan ini, kualifikasi dan gelar akademik dari institusi pendidikan Rusia dapat diakui di Indonesia sesuai ketentuan perjanjian, tanpa memerlukan proses penyetaraan tambahan.
Pengakuan tersebut diharapkan mempermudah lulusan universitas Rusia yang ingin melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan karier profesional di Indonesia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan pendidikan kedua negara.
"Naskah perjanjian ini akan semakin memperkuat hubungan Indonesia dengan Rusia, khususnya untuk membuka akses kepada para pemegang gelar akademik untuk melanjutkan pendidikan atau melakukan kegiatan profesional, baik di Indonesia maupun Rusia," kata Brian, Rabu (10/12/2025), dikutip dari laman Kemdiktisaintek.
Dengan demikian, kuliah di Rusia tidak hanya menawarkan kesempatan memperoleh gelar dari universitas luar negeri, tetapi juga membuka peluang bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan dan berkarier di Indonesia.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik, persiapkan diri sejak sekarang sebelum pendaftaran Beasiswa Pemerintah Rusia dibuka pada 15 November 2026.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri dengan dukungan biaya pendidikan dari pemerintah. ***





