POJOKSATU.id - Pemprov Kalbar resmi meluncurkan program ASN Kalbar Satset.
Program tersebut sebagai langkah nyata membangun budaya kerja aparatur sipil negara yang bersih, disiplin, dan bertanggung jawab.
Program ini menjadi bagian dari upaya reformasi birokrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemprov Kalbar.
Baca Juga: BKPSDM Depok Ungkap Alasan SK 2.600 PPPK Paruh Waktu Belum Dibagikan, Ini Penyebabnya
Peluncuran ASN Kalbar Satset mendapat perhatian karena dinilai tidak sekadar seremoni.
Melainkan gerakan kolektif yang wajib diikuti seluruh ASN.
Pemprov Kalbar ingin menanamkan kesadaran bahwa lingkungan kerja yang bersih dan tertata merupakan fondasi penting dalam menciptakan birokrasi yang profesional dan berintegritas.
Apa Itu Program ASN Kalbar Satset?
ASN Kalbar Satset merupakan singkatan dari Sadar Tangani Sampah untuk Lingkungan Kerja Terjaga.
Program ini digagas oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar sebagai bentuk inovasi penguatan budaya kerja ASN di lingkungan pemerintah provinsi.
Melalui program ini, ASN didorong untuk tidak hanya fokus pada tugas administratif.
Tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kerapian ruang kerja.
Pemprov Kalbar menilai, lingkungan kerja yang bersih akan berdampak langsung pada kenyamanan bekerja dan kualitas layanan kepada masyarakat.
Bukan Sekadar Bersih-Bersih
Pemprov Kalbar menegaskan bahwa ASN Kalbar Satset bukan sekadar kegiatan bersih-bersih rutin.
Program ini dirancang untuk membangun pola pikir dan sikap ASN agar lebih disiplin, peduli lingkungan, serta bertanggung jawab terhadap ruang kerja masing-masing.
Kegiatan Satset diintegrasikan dengan aktivitas korve rutin.
Khususnya setiap hari Jumat, yang telah diatur dalam kebijakan internal Pemprov Kalbar.
Seluruh perangkat daerah diminta berpartisipasi aktif agar program ini berjalan berkelanjutan, bukan hanya sesaat.
Pernyataan Resmi Pemprov Kalbar
Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, menegaskan bahwa ASN Kalbar Satset merupakan gerakan bersama yang bertujuan membangun karakter ASN.
Dikutip dari Pontianak Post, 7 Februari 2026, Windy Prihastari menyatakan:
“ASN Kalbar Satset adalah gerakan sadar bersama. Ini bukan sekadar bersih-bersih,"
Baca Juga: Kenaikan Insentif Guru PPPK dari Rp15 Ribu ke Rp250 Ribu oleh Pemkab Sumedang
"Tetapi upaya membangun budaya kerja ASN yang peduli lingkungan, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap ruang kerjanya,”.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa program ini memiliki tujuan jangka panjang.
Yakni menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Dorong Reformasi Birokrasi
Program ASN Kalbar Satset juga sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan nilai dasar ASN BerAKHLAK.
Pemprov Kalbar berharap, melalui kebiasaan kecil seperti menjaga kebersihan lingkungan kerja, ASN dapat menumbuhkan etos kerja yang lebih baik.
Lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman diyakini mampu meningkatkan produktivitas ASN serta memperkuat citra positif birokrasi di mata masyarakat.
Program ini pun diharapkan menjadi contoh praktik baik yang bisa diterapkan di instansi pemerintah lainnya.
Harapan dan Dampak Program
Pemprov Kalbar menargetkan ASN Kalbar Satset menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar program jangka pendek.
Dengan keterlibatan aktif seluruh ASN, diharapkan budaya kerja bersih dan disiplin dapat tertanam kuat di setiap unit kerja.
Baca Juga: Tindak Lanjuti Instruksi Presiden Prabowo, Bupati Karawang Pimpin Korve di Pantai Tangkolak
Selain itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran ASN terhadap pentingnya menjaga lingkungan, tidak hanya di kantor tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Pemprov Kalbar optimistis, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa dampak besar bagi kualitas pelayanan publik.***




