POJOKSATU.ID — Ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) BPNT dan PKH di berbagai daerah kembali mempertanyakan mengapa bantuan tahap 2, 3, atau bahkan tahap 4 belum juga cair.

Banyak warga mengira ada pemotongan data, kesalahan NIK, atau bahkan pencoretan sepihak.

Padahal, menurut temuan lapangan dan penjelasan bank penyalur, penyebab paling umum bukanlah pemutusan bantuan, melainkan proses aktivasi KKS baru yang dilakukan secara massal.

Ya, tahun ini bank-bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, hingga BTN melakukan aktivasi kolektif untuk KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) baru.

Baca Juga: Saat Darurat, Warga Lebih Percaya Damkar Bukan Polisi Kenapa Bisa begitu?

Khususnya bagi penerima yang mengalami pergantian kartu, upgrade chip, atau peralihan rekening sesuai data terbaru SIKS-NG dari Kemensos.

Akibatnya, ada jeda waktu antara penerbitan kartu, aktivasi, hingga saldo bantuan benar-benar masuk ke rekening KKS.

Setidaknya ada empat alasan utama mengapa KKS belum cair meski tahap pencairan sudah berjalan:

1. Aktivasi Kartu Dilakukan Bergelombang

Bank tidak mengaktifkan KKS satu per satu, tapi secara massal berdasarkan jadwal kunjungan ke desa/kelurahan.

Baca Juga: Pemkab Angkat Tangan, Gaji PPPK Paruh Waktu Dipatok Separuhnya Dari UMK Jepara, Ini Penyebabnya!

Jika desa Anda belum masuk jadwal, otomatis saldo belum bisa diproses masuk ke rekening.

2. KKS Lama Sudah Tidak Berlaku

KPM yang sebelumnya menerima bantuan lewat KKS lama akan otomatis dialihkan ke kartu baru berdasarkan pembaruan data.

Saldo hanya akan masuk ke rekening terbaru, bukan kartu lama.

Banyak KPM yang masih menunggu cair dengan memegang kartu lama padahal rekeningnya sudah diganti.

 

3. Data SIKS-NG Belum SI (Siap Inisiasi)

Meski bank sudah siap, status di SIKS-NG harus berubah menjadi SI atau siap salur.

Jika masih pending, verifikasi, atau proses inisiasi, saldo belum bisa didistribusikan.

4. Aktivasi Wajib Melalui Fingerprint

Sejak penyaluran 2025, beberapa bank mewajibkan verifikasi biometrik saat aktivasi kartu.

Jika KPM tidak hadir saat jadwal aktivasi massal, kartu tidak akan aktif.

Baca Juga: Penerima Baru Belum Tercover Bank Himbara? Bansos 2025 Bisa Diambil Langsung di PT Pos Indonesia

Pemerintah menegaskan bahwa keterlambatan beberapa hari hingga minggu adalah hal normal selama aktivasi belum selesai.

Bahkan di beberapa daerah, aktivasi ulang dilakukan setelah ditemukan data ganda, kartu tidak lagi terhubung ke rekening, KPM pindah alamat, atau kartu lama rusak.

Selama nama tetap terdaftar sebagai penerima BPNT/PKH di SIKS-NG, bantuan tetap akan dicairkan, hanya waktunya yang menyesuaikan jadwal aktivasi bank.

Berikut langkah aman supaya KPM tidak salah informasi:

1. Cek Jadwal Aktivasi Bank di Desa

Informasi biasanya diumumkan melalui kantor desa, pendamping sosial, RT/RW, atau grup WhatsApp desa.

Baca Juga: Desa Bisa Alihkan Penerima Bansos yang Tak Ambil dalam 5 Hari, Langkah Efisiensi Bansos atau Risiko Salah Sasaran?

Jika desa Anda belum dijadwalkan, berarti pencairan memang masih proses.

2. Pastikan Nomor HP Aktif

Bank kadang mengirimkan SMS pemberitahuan aktivasi.

 

3. Simpan KKS Lama hingga Aktivasi Baru

Beberapa daerah masih memakai kartu lama sementara kartu baru belum dibagikan.

4. Hindari Menanyakan Sudah Cair Belum? ke E-warong

E-warong penyedia bahan tidak bisa mengecek saldo. Hanya bank atau ATM yang dapat memastikan saldo masuk.

Bank penyalur memastikan bahwa tidak ada bantuan yang hangus hanya karena aktivasi terlambat.

Jika jadwal aktivasi terlewat, bank biasanya membuka sesi aktivasi susulan.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Film Akhir Tahun 2025, Holywood dan Indonesia, Wajib Masuk Daftar Tontonan Keluarga

Artinya, KPM tetap memiliki hak penuh untuk menerima saldo BPNT maupun PKH begitu kartu berhasil diaktifkan.

Keterlambatan pencairan KKS baru untuk tahap 2, 3, maupun 4 bukanlah tanda pemutusan bantuan, tetapi murni karena proses aktivasi massal oleh bank.

Selama nama masih terdaftar di SIKS-NG dan tidak mengalami pemutakhiran ekstrem, bantuan tetap akan masuk setelah kartu aktif.***