POJOKSATU.id — Lima ilmuwan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masuk daftar Top 2% Scientist Worldwide (single-year) 2025 yang dirilis Stanford University bersama Elsevier.
Dirjen Pendidikan Islam, Amin Suyitno, menyebut capaian ini membanggakan serta menegaskan transformasi mutu, publikasi bereputasi, dan kolaborasi internasional di PTKIN.
Apa Itu Top 2% Stanford–Elsevier?
Peringkat Top 2% Scientist Worldwide disusun tim peneliti pimpinan Prof John PA Ioannidis menggunakan basis data Scopus dan berbagai indikator sitasi internasional.
Dataset ini dipublikasikan melalui Elsevier, transparan, lintas disiplin, serta berbasis data sitasi global, bukan nominasi subjektif, sehingga diakui kredibilitasnya.
Berikut daftar 5 ilmuwan PTKIN yang masuk daftar Top 2% Stanford–Elsevier 2025:
1. Prof. Maila Dinia Husni Rahiem – UIN Jakarta – Education; Artificial Intelligence & Image Processing.
2. Prof. Muhammad Siddiq Armia – UIN Ar-Raniry – Law; Education.
Baca Juga: Emil Audero Clean Sheet Lagi, Adrian Wibowo Pede Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026
3. Prof. Saiful Mujani – UIN Jakarta – History; International Relations.
4. Prof. Mursyid Djawas – UIN Ar-Raniry – History; Historical Studies.
5. Dr. Habibis Saleh – UIN Riau – Mechanical Engineering & Transports; Energy.
Kelima nama ini masuk dalam 209 peneliti Indonesia tahun 2025 yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset nasional.
Lonjakan Signifikan PTKIN
Pada 2023 dan 2024 hanya ada satu nama dari PTKIN, yakni Prof. Maila, sementara 2025 meningkat menjadi lima nama.
Prof Maila mencatat prestasi tiga tahun berturut-turut, menegaskan konsistensi publikasi bereputasi serta dampak sitasi internasional yang terus meningkat setiap tahun.
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Arskal Salim, menegaskan capaian ini lahir dari tata kelola riset, research ethics, serta pendampingan publikasi.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menambahkan bahwa penguatan kapasitas peneliti dilakukan melalui research clinic, mentoring publikasi, serta hibah kolaboratif lintas kampus.
Baca Juga: Cara Mendapat Subsidi Motor Listrik Hingga Rp7 Juta, Simak Persyaratan dan Mekanisme Pendaftaran
Capaian ini memiliki tiga makna strategis: legitimasi ilmiah internasional, efek pengganda kultur akademik, serta dampak positif bagi kebijakan dan layanan publik.
Kemenag menegaskan capaian 2025 akan menjadi titik tolak akselerasi riset, dengan fokus pada kolaborasi global, open science, dan literasi data.
Semoga capaian 5 Ilmuwan PTKIN Masuk Top 2% Stanford–Elsevier 2025 ini menginspirasi sivitas akademika lain untuk terus berkarya dan berkontribusi nyata bagi bangsa Indonesia.***
Kirim komentar Anda dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya tanpa iklan melalui aplikasi kami di bawah ini:




