POJOKSATU.ID – Di balik kelancaran dan keselamatan perjalanan kereta api di Pulau Jawa, terdapat peran penting Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan yang setiap hari memastikan mesin-mesin perawatan jalur rel tetap dalam kondisi prima. Pada tahun 2026, fasilitas milik PT KAI (Persero) ini menargetkan perawatan terhadap 51 unit Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR) yang digunakan di seluruh Daerah Operasi (Daop) di Pulau Jawa.

Berlokasi di Jalan Kesambi Nomor 2, Kota Cirebon, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan menjadi pusat perawatan utama berbagai mesin pemeliharaan jalur rel. Aktivitas di dalamnya meliputi pemeriksaan sistem mekanis, hidraulis, kelistrikan, pengelasan, hingga pengujian fungsi sebelum mesin kembali dioperasikan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan keandalan mesin perawatan jalur rel menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

"Perjalanan kereta api yang aman memerlukan kondisi rel yang stabil dan sesuai standar teknis. Mesin perawatan jalan rel membantu menjaga kondisi tersebut. Karena itu, setiap mesin perlu dipastikan andal sebelum kembali digunakan," ujar Muhibbuddin, Minggu (19/7/2026).

Baca Juga: 13 Cara Agar Live Jualan di TikTok Rame, Penonton Makin Banyak dan Peluang Closing Naik

Mesin-mesin tersebut memiliki fungsi berbeda, mulai dari mengangkat dan meluruskan rel, memadatkan batu balas, membentuk profil jalur, hingga menstabilkan rel setelah proses perawatan. Seluruh pekerjaan itu bertujuan menjaga geometri rel agar tetap sesuai standar sehingga perjalanan kereta berlangsung aman dan nyaman.

Hingga 17 Juli 2026, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan telah menyelesaikan perawatan terhadap 22 unit mesin atau sekitar 43,1 persen dari target tahunan. Sebanyak tujuh unit lainnya masih dalam proses perawatan, sedangkan 22 unit sisanya dijadwalkan memasuki tahap berikutnya.

Mesin-mesin yang dirawat di Balai Yasa Cirebon Prujakan nantinya akan digunakan untuk mendukung pemeliharaan jalur rel di Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, hingga Daop 9 Jember.

Sepanjang dua tahun terakhir, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan menunjukkan peningkatan produktivitas. Pada 2024 tercatat menyelesaikan 50 pekerjaan perawatan mesin, meningkat menjadi 53 pekerjaan pada 2025. Sementara hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 22 pekerjaan telah diselesaikan, sehingga total mencapai 125 pekerjaan perawatan sejak 2024.

Balai Yasa juga menangani mesin dengan usia yang beragam, mulai produksi tahun 1984 hingga 2024. Kondisi tersebut menuntut kompetensi tinggi para pekerja karena harus memahami teknologi dari berbagai generasi, baik mesin konvensional maupun mesin modern yang telah menggunakan sistem kontrol elektronik.

Baca Juga: Penderita Diabetes Boleh Makan Roti? Ini Pilihan Terbaik dan Jenis yang Sebaiknya Dihindari

"Keandalan mesin sangat bergantung pada ketelitian dan kompetensi pekerja. Setiap tahapan harus dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pemeriksaan awal, perbaikan komponen, pemasangan, hingga pengujian sebelum mesin dinyatakan siap digunakan," jelas Muhibbuddin.

Untuk menunjang proses tersebut, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan dilengkapi berbagai peralatan modern seperti overhead crane, mesin bubut, mesin milling, hydraulic press, forklift, lifting jack, hingga mesin pengisian nitrogen accumulator.

Selain fokus pada kualitas perawatan, Balai Yasa juga menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015. Hingga April 2026, fasilitas ini mencatatkan zero accident, zero pencemaran lingkungan, serta zero keterlambatan proses perawatan.

Muhibbuddin menegaskan, keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya ditentukan oleh kondisi di lintasan, tetapi juga oleh proses perawatan yang dilakukan secara profesional di balik layar.

"Keselamatan perjalanan dibangun dari banyak pekerjaan yang berlangsung di belakang layar. Kesiapan rel di lapangan, keandalan mesin perawatan, kompetensi pekerja, serta disiplin dalam setiap proses menjadi bagian yang saling terhubung untuk menjaga perjalanan kereta api di seluruh Jawa," pungkasnya.***