POJOKSATU.id — Pegadaian makin agresif mengembangkan produk bullion bank atau bank emas.

Bukan hanya gadai emas. Sejak ditunjuk menjadi bank resmi pertama, BUMN milik pemerintah ini langsung tancap gas menawarkan berbagai layanan yang berkaitan dengan emas, seperti Tabungan Emas, Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, dan Perdagangan Emas.

Tabungan Emas memungkinkan nasabah untuk menabung dan membeli emas secara bertahap, sedangkan Deposito Emas memberikan imbal hasil dari saldo emas yang disimpan.

"Betapa sekarang kita sudah berimprovisasi, berinovasi, bertransformasi terkait dengan produk," ungkap Ari Budhi Sasongko Kepala Departemen Bisnis Support Kanwil X Jawa Barat, dalam konferensi pers di Hotel Belviu, Bandung pada Kamis (22/5/2025).

Pegadaian juga menyediakan layanan untuk pinjaman modal kerja yang menggunakan emas sebagai agunan dan perdagangan emas secara langsung.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Bank Emas Pegadaian, BRI Group Optimis Dorong Ekonomi dan Inklusi Keuangan

Sebagai informasi, Pegadaian mulai dapat melayani bisnis bank emas (bullion services) sejak dikeluarkannya surat dari OJK pada 23 Desember 2024.

Perusahaan holding dari Bank Rayat Indonesia (BRI) ini lalu diresmikan sebagai bank emas pertama pada 26 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di The Gade Tower, Jakarta.

Selama periode Januari hingga Februari, Pegadaian mengalami tren bagus dalam pencapaian layanan bullion services. Khusus deposito emas misalnya, layanan ini meningkat 205% atau sekitar 70 kg.

Pegadaian mulai dipercaya karena infrastrukturnya dinilai memadai, salah satunya memiliki satu-satunya foalding (penyimpanan emas) yang aman dan terjamin, serta merupakan salah satu tempat penyimpanan terbesar di Asia Tenggara

“Kami punya tempat penyimpanan khusus dengan kapasitas hingga 100 ton emas,” ungkap Ari.

Ari juga menyebut kemudahan layanan dalam produk emas Pegadaian ini. Melalui aplikasi yang sudah tersedia, nasabah juga menyimpan saldo secara virtual.

Sehingga, setiap pembelian emas yang dilakukan oleh nasabah, langsung daoat dikonversi dalam bentuk emas fisik yang disiapkan Pegadaian pada hari yang sama.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Berdasarkan Galeri 24 dan UBS Pegadaian Berangsur Turun, Cek Harganya Disini!


"Seluruh tabungan emas dalam layanan digital nasabah akan didukung dengan kepemilikan emas riil, bukan sekadar angka," tambah Ari.

Dalam mekanismenya, setiap saldo nasabah yang mencapai setidaknya 1 gram dapat langsung dikonversi dalam bentuk fisik.

Proses ini terkoneksi langsung dengan PT Aneka Tambang dan beberapa produsen emas lainnya seperti Galeri 24, UBS, dan Lotus Archi.

“Nasabah bisa memilih mau cetak dari mana, semuanya tersedia,” tambahnya.

Bagi para pelaku usaha, terutama toko-toko emas, Pegadaian juga menyediakan pembiayaan emas.

Nasabah bisa meminjam emas fisik—misalnya 2 kilogram—dan mengembalikannya dalam bentuk emas dengan rate yang telah disepakati.

Layanan penitipan emas juga menjadi bagian penting, terutama untuk perusahaan atau individu yang butuh tempat penyimpanan aman.

Baca Juga: Lowongan Kerja di PT Pegadaian, Tiga Posisi Dibuka Hingga 19 Januari, Diutamakan Memahami IT

Pegadaian juga gencar mengedukasi masyarakat soal pentingnya investasi emas. “Kami memperluas akses dan mempermudah masyarakat, terutama di daerah yang jauh dari outlet,” ucapnya.

Data historis menunjukkan, harga emas naik signifikan dalam dua dekade terakhir, dari Rp185.000 per gram pada 2007 menjadi lebih dari Rp1,8 juta per gram pada 2025.

“Emas bukan membuat kita kaya, tapi menjaga kita tetap kaya,” jelasnya.
Sebagai bentuk diversifikasi produk, Pegadaian juga menyediakan layanan cicilan emas.

Nasabah bisa mencicil emas mulai dari tenor 6 bulan hingga 5 tahun, cukup dengan uang muka 15–20 persen.

Selain sisi bisnis, Pegadaian juga aktif dalam program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).

Dalam bidang sosial, Pegadaian sudah kerap menyelenggarakan tanggap bencana alam, menyantuni panti asuhan dan lansia, serta membagikan bantuan Ramadan.

Di bidang pendidikan, Pegadaian menggandeng universitas seperti ITB dan Unpad untuk menyediakan ruang belajar dan laboratorium kewirausahaan bagi mahasiswa.

Baca Juga: Peduli Lingkungan dan Naikkan Kelas UMKM, PT Pegadaian Ajak Suporter PSMS Kelola Sampah Jadi Emas

Komunitas Gadepreneur pun dibentuk untuk membina UMKM muda dari pelatihan hingga inkubasi bisnis.

Pegadaian juga menjalankan program bank sampah, yang mengedukasi masyarakat mengelola sampah dan menukarnya menjadi tabungan emas.

Untuk perempuan pelaku usaha, mereka membentuk komunitas Gadepreneur Woman dengan fasilitas tempat pelatihan, pameran, dan pertemuan.

Kegiatan lain seperti penanaman mangrove, terumbu karang, dan bibit pohon produktif juga menjadi bagian dari kontribusi Pegadaian dalam mendukung ekosistem hijau. ***