Kota Bandung, POJOKSATU.id - Kurangi sampah dari sumber Kecamatan Astana Anyar gelar Great Bandung, dimana warga dapat menukar sembako dengan sampah.

Camat Astana Anyar Amin Jarkasih membenarkan bahwa dalam rangka pihaknya bagaimana cara mengurangi sampah dari rumah tangga dengan bazar tersebut .

"Jadi ini namanya kegiatannya bazar membayar pakai sampah. Tujuannya agar menggugah keluarga masyarakat mau melakukan pemilahan, ini setiap tiga bulan sekali, kita adakan acara ini," ajaknya.

Kata Amin dalam tenggat waktu tiga bulan itu warga masyarakat mengumpulkan sampah-sampah anorganik kemudian di timbang di acara, lalu diberi voucher sesuai dengan berat timbangan sampahnya.

Voucher tersebut langsung bisa mereka gunakan untuk berbelanja sembako di sini ada retail nya yang sudah disiapkan.

"Kita bekerja sama dengan Great Bandung yang diinisiasi PRSSNI. Dan ini mudah-mudahan terus bisa berkelanjutan. Karena biar bagaimana pun juga, persoalan sampah itu sekarang ini harus bisa selesai dari sumbernya itu dari rumah warga masing-masing dengan cara melakukan pemilahan," imbuhnya.

"Kalau kita pancing mereka dengan kegiatan seperti ini, muda-mudahan mereka tertarik. Dan memang Mereka antusias, karena memang ada sesuatu yang diharapkan dari sampah yang mereka kumpulkan. Dan aturannya, memang alhamdulillah setiap kita melasanakan kegiatan ini tiga bulan sekali," ucapnya.

Masih kata Amin, rata-rata sampah yang dikumpulkan itu lebih dari satu ton. Artinya animo masyarakat bagus dan sampah selesai.

"Mudah-mudahan ini bisa langsung mengurangi persoalan sampah seperti yang disampaikan pimpinan untuk memilah sampah dari sumbernya. Jadi, nanti tidak lagi ketergantungan dengan TPA yang memang sudah lap," ujarnya.

Tidak ada minimal jumlah dalam pengumpulan sampah tersebut, pasalnya sesuai pengumpulan jika ingin banyak membeli sembako maka harus banyak tapi jika sedikit maka sembako yang dibeli pun sedikit.

Selain menukar sampah dengan sembako pada kegiatan ini pun ada kegiatan donor darah, ada kegiatan pelayanan yang lain seperti IKD, Perlinsos, dan pembinahan UMKM.

Selain sembako dan kuliner warga pun bisa menukar dengan barang layak pakai seperti selimut atau ada sabun dan sebagainya.

Amin berharap pemerintah, bisa terus mengurangi sampah dari sumber dan acara ini terus ada sehingga warga merasakan manfaatnya.

"Nanti lama kelaman dia sudah terbiasa melakukan pemilahan. Sampah organik dan anorganik. Nah yang organiknya nanti di kelola oleh para tugas Gaslah, apakah jadi komposter, komposit atau apa," tutupnya.