POJOKSATU.ID – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kemampuan pegawai terhadap pencegahan serta penanggulangan kebakaran, Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) menyelenggarakan kegiatan Simulasi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang secara rutin dilaksanakan untuk membangun budaya kerja aman dan tanggap terhadap keadaan darurat di lingkungan PLN.

Simulasi dimulai dengan sesi pembekalan teori mengenai dasar-dasar kebakaran, penyebab umum timbulnya api di area kerja, serta cara pencegahannya.

Baca Juga: Pesan Tegas Ketua Korpri Bogor untuk 9.687 PPPK , SK Bukan Aset untuk Digadaikan

Narasumber dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung menjelaskan bahwa sebagian besar kebakaran di lingkungan perkantoran dan proyek dapat dicegah melalui kedisiplinan, pemeliharaan peralatan listrik yang baik, serta kesiapan personel dalam menangani api sejak dini.

Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung cara penggunaan APAR.

Para peserta diperkenalkan pada berbagai jenis alat pemadam, seperti APAR Dry Chemical Powder, CO₂, dan Foam, beserta fungsinya masing-masing.

Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu, Ini Makna Besar Tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” di Peringatan Hari Guru Nasional 2025, Guru Jadi Penentu, Apa Langkahnya?

Instruktur menjelaskan secara detail metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep), yaitu menarik pin pengaman, mengarahkan nozzle ke sumber api, menekan tuas, dan menyapu ke arah api hingga padam.

Seluruh peserta, baik pegawai maupun tenaga kerja mitra, berkesempatan melakukan praktik memadamkan api pada media simulasi yang telah disiapkan.

Antusiasme terlihat tinggi, terutama saat para peserta berhasil memadamkan api secara mandiri.

Baca Juga: TPS Gunung Batu Timur Dibersihkan, Warga dan Pedagang Kembali Beraktivitas

Manager Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) PLN UIP JBT, Elga Bagus Sulaksmono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen PLN dalam membangun budaya zero accident serta kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan kerja.

"Pemahaman dan kemampuan menggunakan APAR harus dimiliki oleh setiap pegawai. Dengan pelatihan seperti ini, kita tidak hanya belajar memadamkan api, tapi juga belajar untuk tetap tenang, sigap, dan bekerja sama dalam menghadapi situasi darurat," ujar Bagus.

Bagus juga menambahkan bahwa PLN UIP JBT terus mendorong pelaksanaan simulasi tanggap darurat secara berkala, termasuk latihan evakuasi, penggunaan APAR, serta pemeriksaan rutin terhadap peralatan keselamatan.

Baca Juga: Tidak Harus STAN! Kemenkeu Rekrut 300 Lulusan SMA untuk Bea Cukai, Peluang ASN Terbesar Tahun 2026 Nanti

Hal ini sejalan dengan komitmen PLN dalam menciptakan tempat kerja yang aman, produktif, dan bebas dari risiko kecelakaan.

"APAR tidak hanya perlu tersedia, tetapi juga harus siap digunakan kapan pun. Pemeriksaan berkala dan pelatihan rutin adalah kunci utama dalam mencegah kebakaran besar," jelas salah satu instruktur dari Dinas Kebakaran.

Selain pelatihan teknis, tim K3 PLN UIP JBT juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap kondisi APAR, termasuk masa berlaku, tekanan tabung, dan lokasi penempatan agar mudah dijangkau saat dibutuhkan.

Baca Juga: KDM Lepas Ekspor Perdana Sepatu On Cloud Running dari Majalengka

Melalui kegiatan ini, PLN UIP JBT berharap setiap pegawai dapat menjadi bagian dari agen keselamatan kerja yang mampu bertindak cepat dalam situasi darurat.

Dengan meningkatnya kesadaran dan keterampilan dalam penggunaan APAR, diharapkan potensi kebakaran dapat diminimalkan dan keselamatan kerja semakin terjaga. ***