POJOKSATU.id - Dalam 5 tahun terakhir, stunting di Kota Bandung terus menurun. Tahun ini, ditargetkan prevalensi stunting menjadi 14 persen.

Ditargetkan, pada 2045 mendatang, Kota Bandung zero stunting.

Karena itu langkah pertama yang harus dilakukan adalah tidak ada kasus stunting baru.

Baca Juga: Polisi Sebut Bobby Joseph Sempat Kelabui Polisi, Sembunyikan Barang Bukti Narkoba Saat Ditangkap

Selain itu tindakan pencegahan juga harus dilakukan secara masif dan menjadi prioritas.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DPPKB), Dewi Kaniasari, dalam Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Senin 24 Juli 2023.

Menurut Dewi, pencegahan stunting harus dimulai dari kalangan remaja, ibu hamil dan 1.000 hari pertama kehidupan bayi.

Baca Juga: Ade Puspitasari Dorong Penuh Program Digitalisasi di Jawa Barat

"Makanan Pendamping Asi (Mpasi) juga berpengaruh. Maka harus asupan yang bergizi," katanya.

Berbagai program juga sudah dilakukan Pemkot Bandung.

Seperti Program Pangan untuk Daerah Rentan Rawan Pangan dan Stunting (Pangersa), aplikasi e-penting (pendataan stunting), juga roadshow ke berbagai wilayah.

Baca Juga: Bupati Indramayu Sindir Connie Rahakundini, Galangan Kapal Panji Gumilang Sudah Disegel Main Nyelonong aja

Selain itu juga melalui edukasi yang kreatif dan masif ke masyarakat dengan komunitas.

"Kita punya lebih dari 5.000 kader yang siap melakukan edukasi dan pendampingan," ujarnya.

Roadshow juga dilakukan di sekolah yang menarget remaja putri, terutama SMP yang menjadi kewenangan Kota Bandung.

Baca Juga: Momen Prabowo dan Ganjar Saling Kepal Tangan Seakan Hendak Saling Tinju, Endingnya Malah Gini

"kita rodshow ke sekolah bersama Disdik dan berkolaborasi dengan komunitas kreatif sehingga informasi menjadi lebih interaktif," ujarnya.

Dewi menyebut pihaknya juga sudah membuat aplikasi e-penting pendataan stunting, film pendek dan edukasi tentang stunting, smapai roadshow ke kecamatan.

Untuk semakin melejitkan peran kolaborasi pentahelix, Pemkot Bandung juga sudah memiliki peraturan daerah yang mengatur mengenai CSR.

Baca Juga: Digugat Panji Gumilang, Ridwan Kamil Membalas: Saya Bersumpah Bela Umat dan Syariat dari Hal yang Membahayakan

Pemkot Bandung juga telah meluncurkan aplikasi Bandung Emergency Application Support (BEAS).

Lewat aplikasi ini, warga dan petugas mampu mendeteksi lokasi ambulans yang dibutuhkan.

Dengan adanya kolaborasi, bukan hanya aspek kesehatan yang dibenahi, tapi juga di luar kesehatan.

Baca Juga: Banyolan Sheila On 7 di Panggung We The Fest 2023, Sindir Band The 1975 yang Batal Tampil

"Sudah ada kolaborasi melalui komunitas akademisi untuk percepatan penurunan stunting," katanya.

Ia berharap, berbagai program tersebut dapat terus konsisten dilakukan dengan di dukung penuh oleh masyarakat dan berbagai stakeholder.

"Target pada 2045, kita ingin zero stunting untuk SDM berkualitas," tandasnya.***

Reporter: Arief Pratama