POJOKSATU.id, Bandung — Pemerintah Kota Bandung serius ingin warganya makin lancar membaca Al-Qur’an.

Melalui Program Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an yang resmi diluncurkan di Kecamatan Bandung Kulon, Rabu (6/3), Pemkot tak hanya menargetkan peningkatan kemampuan baca Al-Qur’an masyarakat, tapi juga memberdayakan ribuan guru ngaji yang tersebar di seluruh kota.

Dalam peluncurannya, Wali Kota Bandung menegaskan pentingnya peran guru ngaji.

Sebanyak 235 ustaz dan ustazah langsung diterjunkan untuk membimbing lebih dari 3.000 peserta dari 151 kelurahan.

Mereka jadi ujung tombak untuk memastikan program ini berjalan sukses.

Menariknya, Pemkot Bandung juga mengerahkan sekitar 10.000 guru ngaji lewat Gerakan Literasi Al-Qur’an (Geulisan).

Program ini menyasar siswa SD dan SMP agar semangat belajar membaca Al-Qur’an, tentunya dengan bimbingan para guru ngaji yang sudah berpengalaman.

“Kami ingin para guru ngaji merasa diperhatikan. Mereka dapat pelatihan, insentif, sampai fasilitas belajar yang lebih baik. Karena merekalah yang membentuk generasi yang cinta dan paham Al-Qur’an,” ungkap Wali Kota Bandung.

Program ini digelar selama Ramadan, tepatnya 6–22 Maret 2025. Metodenya pun fleksibel yakni belajar bisa di masjid, madrasah, sampai di komunitas atau majelis taklim.

Dengan begitu, makin banyak warga yang bisa ikut, tanpa terkendala tempat.

Para guru ngaji pun antusias menyambut program ini. Salah satunya Ustazah Siti dari Bandung Kulon, yang mengaku senang karena merasa lebih dihargai dan termotivasi.

“Alhamdulillah, program ini bikin kami semangat mengajar. Rasanya seperti ada energi baru untuk terus mendakwahkan Al-Qur’an ke masyarakat,” ujar Siti.

Dengan gerakan masif ini, Pemkot Bandung berharap literasi Al-Qur’an warga semakin baik.

Tak hanya itu, kesejahteraan para guru ngaji pun diharapkan meningkat, sehingga mereka bisa terus mendidik generasi muda yang religius dan berakhlak mulia.