Kota Bandung, POJOKSATU.id - Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung Luthfi Firadus membenarkan taman Teuku Umar (taman fitnes) akan direvitalisasi.
Namun taman tersebut bukan hanya taman skatepark melainkan berbagai aktivitas ada, mulai dari taman bermain, kursi-kursi untuk istirahat hingga lapangan futsal.
"Iya, bukan skatepark sebetulnya, Itu kan taman fitness, taman Teuku Umar, skatepark itu hanya bagian dari wahana di sana. Tapi di sana itu kan ada jogging track, terus ada plaza untuk warga sekitar, terus ada seating area (tempat duduk-duduk) termasuk nanti ada tempat futsal di sana," jelas Luthfi.
Untuk skateparknya saja kata Luthfi hanya 30 persenan, sisanya berbagi fasilitas lainnya.
"Masih, karena kan waktu bulan Januari, Februari, ngobrol sama pak RW, bu Inong, bu RW, segala macam, di sana ada aspirasi soal masalah revitalisasi taman Teuku Umar. Jadi di sana aspirasinya ada yang pengen senam, ada yang pengin tempat duduk, ada yang pengin bola. Jadi skate park mah bagian dari itu, wahana keseluruhan," tandasnya.
Pembangunan sendiri direncanakan berlangsung sejak hari Senin minggu lalu. Pihaknya kata Luthfi sudah rapat dengan kewilayahan untuk sosialisasinya meluruskan bahwa disana bukan hanya skatepark.
Lanjutnya di taman tersebut selain ada plaza dan seating area juga ada wahana untuk sepeda (push bike).
"Sepatu roda mah nggak. Kalau nggak salah nggak ada, Kalau yang ada sepeda kecil, push bike, area kecil," tuturnya.
Masih kata Luthfi taman seluas 2.800 meter persegi itu menghabiskan anggaran sebesar Rp 3.1 miliar dan akan selesai dikerjakan pada Desember 2026 mendatang.
"Satu tahun anggaran saja. Nanti nggak tahu, mungkin ada. Karena kan memang anggarannya nggak cukup juga. Kemarin kan kena rasionalisasi, ya. Jadi secukupnya dulu, yang penting nggak tergenang kaya sekarang. Sekarang kan kalau hujan, ya udah menggenang. Itu udah lama nggak disentuh taman fitness. Terus Pak Wali kan mau ada rencana penamaan taman baru tuh. Mungkin sekalian nanti launching-nya di sana," tuturnya.
Lutfhi mengakui bahwa taman tersebut tidak terpelihara dan kunjungannya kurang, tidak ada aktivasi.
Dan Wali Kota ingin ada beberapa wahana untuk menarik pengunjung, jadi perbaiki. Terlebih sudah hampir 10-12 tahunan, terakhir direaktifasi sebagai taman fitness.
Selain menambah wahana atau fasilitas, DPKP pun akan memperbaiki mushola dan toiletnya, termasuk parkir. Tetapi yang paling banyak itu seating area, untuk duduk-duduk warga di sana.
Termasuk anak-anak dan mahasiswa, karena kebetulan dekat kawasan pendidikan, sehingga dominan seating area, plaza, bagai warga yang akan membuat acara.
Terkait penolakan sendiri kata Luthfi Jumat lalu dirapatkan di DPKP, dari Karang Taruna dan iibu RW. Untuk ketua RW sendiri sepakat.
"Kalau Bu RW sih oke. Namun menurut warga ternyata di situ sekarang ada dibentuk SSB. SSB sehingga harus ada fasilitas bagi anak-anak di sana untuk bermain bola. Makanya Pak Wali sudah statement nanti dikasih fasilitas di Tegalega atau Bandung Timur. Tapi intinya, aspirasinya kita tangkap. Makanya hasil rapat salah satu desain Taman Teuku Umar itu ada salah satu venue lapang mini soccer, seperti di Pasopati. Iya, betul tinggal sosialisasi," tutupnya.






