POJOKSATU.id – Akhir-akhir ini, tas rajut yang dikenal sebagai Chunky Bag atau Korean Crochet Bag tengah meningkat popularitasnya dan menjadi tren di berbagai kota di Indonesia, terutama di kalangan wanita.

Bentuk unik dari Chunky Bag ialah material khusus yang digunakan, serta nilai estetikanya yang tinggi membuat tas ini juga dikenal sebagai Korean Crochet Bag yang semakin diminati oleh kaum wanita.

Di bidang fashion, tas rajut Korean Crochet Bag atau Chunky Bag sudah sangat populer di kota-kota besar lainnya. Banyak ibu-ibu dan remaja yang mulai mencari tas ini.

Sosok inspiratif Herawati Darmadiningsih, merupakan orang pertama yang menjadi pelopor dalam keterampilan pembuatan tas rajut Korea ini di Bogor.

Baca Juga: Tas Rajut Chunky Bag atau Korean Crochet Bag Mulai Tren di Bogor, Produk Ekraf Para Ibu Ini Jadi Peluang Cuan!

Kreativitas dalam pembuatan tas rajut Chunky Bag memberikan nilai yang tinggi dan kesan yang sangat mewah.

Selain itu, karena proses pembuatannya yang masih dilakukan secara handmade, membutuhkan keterampilan khusus.

Berawal dari melihat sekelompok orang yang sedang merajut benang-benang besar, lalu anaknya yang meyakinkan dan mendukung beliau untuk membuat tas tersebut.

Pada akhirnya beliau tergerak untuk mencoba membuatnya.

“Akhirnya saya berinisiatif untuk membeli benangnya secara online dan melihat tutorialnya di YouTube, beberapa kali saya mencobanya, dan akhirnya bisa membuatnya secara sempurna,” ujarnya.

Baca Juga: Pelajari Cara Kembangkan Bisnis Tas Bersama Eureka, Dijamin Untung Besar!

Ternyata, beliau memang sudah memiliki keterampilan yang sangat tinggi. Ini bukan pertama kalinya beliau membuat kerajinan tangan.

“Saya suka akan craft (kerajinan tangan), sebelumnya pun saya membuat berbagai kerajinan lain seperti decoupage, setelah saya pelajari cara pembuatan Chunky Bag ini saya enjoy dalam prosesnya”.

Beliau akhirnya memposting hasil keterampilannya dalam pembuatan tas rajut Chunky Bag ini ke media sosial.

Dan akhirnya, banyak orang yang berkomentar dan bertanya apakah beliau membuka kelas atau hanya menjual produk saja.

Beliau menjelaskan, “Saya bisa mengajarkannya, tempatnya bisa dirumah saya sendiri atau pun saya bisa diundang,

beberapa komunitas sudah saya ajarkan termasuk komunitas yoga yang biasa saya ikuti, mereka antusias untuk membuatnya”.

Selain itu, tas rajut Chunky Bag buatan Bu Hera ini juga dikenakan oleh Putri Indonesia, karena tampilan tas rajut yang sangat cantik dan menawan.

Baca Juga: Bukan Main, Drake Berikan Tas Branded ke Penonton yang Menyaksikan Konsernya di Los Angeles

“Kebetulan Ibu dari Putri Indonesia ini adalah teman saya di komunitas yoga, dan beliau ingin belajar membuat tas ini untuk digunakan oleh putrinya”.

Sebagai pemilik Yayasan Sabiila Yassaro dan pendiri Majelis Qurrotul Uyun di Tanah Baru, Kec. Kota Bogor Utara, Kota Bogor, beliau tidak hanya ingin memiliki keterampilan ini sendiri.

Dengan demikian, ia berharap tas rajut Chunky Bag dapat dijadikan sebagai industri ekonomi kreatif di Bogor, memberikan peluang bisnis baru yang dapat meningkatkan pendapatan bagi ibu rumah tangga.

Dia juga tidak keberatan jika ada ibu-ibu atau siapapun yang ingin belajar, mereka dapat menghubunginya melalui nomor kontak 0811-1473-237.

Itulah kisah inspiratif yang bisa kalian jadikan sebagai motivasi untuk memulai sesuatu yang kalian inginkan.

Hal yang bisa diambil dari kisah ini adalah jangan pernah takut untuk mencoba suatu hal yang baru.

Karena, bisa saja dengan mecobanya kita bisa memberikan dampak positif bagi orang lain.*** Adiska Putri Dewi