POJOKSATU.ID - Menjelang hari raya, ketupat menjadi hidangan yang paling dinanti.

Namun, membuat ketupat yang sempurna—tidak lembek, isinya padat, dan warnanya bersih—membutuhkan trik khusus.

Masalah yang sering muncul adalah ketupat yang cepat berlendir atau basi hanya dalam waktu satu hari.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah serta tips rahasia agar ketupat Anda tampil cantik dan tahan lama.

Baca Juga: Jelang Idul Fitri, Harga Daging Rp140 Ribu per Kg, Tak Boleh Lebih Karena RPH Cuma Rp60 Ribu

1. Pemilihan Bahan Utama: Beras dan Selongsong
Kunci utama ketupat yang enak dimulai dari bahan yang berkualitas.

Gunakan Beras Pulen: Pilih beras yang berkualitas baik dan pulen.

Beras yang terlalu pera akan membuat tekstur ketupat kasar, sedangkan beras yang terlalu lembek bisa membuatnya cepat hancur.

Janur yang Segar: Gunakan selongsong ketupat dari janur kelapa yang berwarna kuning muda atau hijau muda cerah.

Janur yang sudah tua atau layu akan memberikan warna kecokelatan yang kurang menarik pada hasil akhir.

Baca Juga: Jangan Hanya Zakat Fitrah, Terima THR Juga Bayar Zakat Penghasilan, Ini Nishab dan Cara Membayarnya

2. Proses Persiapan Beras
Jangan langsung memasukkan beras ke dalam janur. Lakukan langkah ini terlebih dahulu:

Cuci Bersih: Cuci beras hingga airnya benar-benar bening agar ketupat tidak cepat basi.

Rendam: Rendam beras dalam air bersih selama 30–60 menit.

Trik Tambahan: Tambahkan sedikit air kapur sirih ke dalam rendaman beras.

Air kapur sirih berfungsi sebagai pengawet alami dan membuat tekstur ketupat menjadi lebih kenyal dan padat.

3. Takaran Mengisi Janur (Paling Krusial)
Kesalahan paling umum adalah mengisi beras terlalu penuh atau terlalu sedikit.

Takaran Ideal: Isi selongsong janur dengan beras sebanyak 2/3 bagian.

Jika beras yang Anda gunakan sangat pulen, cukup isi 60% saja karena beras akan mengembang sempurna.

Jika terlalu penuh, ketupat akan keras dan tidak matang merata (mentah di tengah).

Baca Juga: Berbarengan Nyepi 2026, Takbir Lebaran Idulfitri di Bali Boleh atau DIlarang? Ini Panduannya

4. Teknik Merebus Agar Matang Sempurna
Air Harus Merendam Seluruh Ketupat: Pastikan seluruh bagian ketupat terendam air selama proses perebusan.

Jika air menyusut, tambahkan air mendidih (bukan air dingin) agar suhu tetap stabil.

Lama Perebusan: Rebus ketupat selama 4 hingga 5 jam. Jika ingin lebih cepat, Anda bisa menggunakan presto selama kurang lebih 45–60 menit.

Tambahkan Garam: Masukkan sedikit garam ke dalam air rebusan untuk memberikan rasa gurih yang meresap ke dalam janur.

Baca Juga: Penerimaan Polri 2026 Dibuka, Ini Link Daftar, Syarat, dan Tahapan Seleksinya

5. Langkah Terakhir: Siram dan Gantung
Ini adalah langkah yang paling sering dilupakan, padahal sangat menentukan keawetan ketupat:

Siram Air Dingin: Setelah matang, segera angkat dan siram ketupat dengan air dingin (air keran yang bersih).

Ini berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa air rebusan dan lendir janur yang menempel.

Tiriskan ketupat dengan cara digantung di tempat yang terkena angin (terbuka).

Proses ini memastikan sisa air di dalam janur keluar sepenuhnya.

Ketupat yang basah atau diletakkan begitu saja di dalam wadah akan sangat cepat basi karena lembap.

Membuat ketupat yang sempurna memang butuh kesabaran, namun hasilnya akan sangat memuaskan saat disajikan bersama opor ayam atau rendang.

Dengan teknik pengisian yang pas dan cara penyimpanan yang digantung, ketupat Anda akan tetap segar bahkan hingga 2-3 hari ke depan.***