POJOKSATU.id - Salah satu tantangan dalam proses belajar di kelas adalah kejenuhan yang dirasakan oleh siswa terhadap materi pelajaran.
Penyebab utamanya adalah cara pengajaran yang kurang menarik dan waktu pembelajaran yang kurang tepat, terutama pada jam-jam rawan ngantuk.
Seorang guru yang kreatif perlu memiliki strategi untuk mengatasi masalah kejenuhan siswa di kelas, sehingga mereka tetap fokus dan terlibat.
Guru dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dengan menggunakan metode seperti ice breaking, pemberian tugas simultan, atau mengadakan kuis langsung di kelas untuk memulihkan konsentrasi siswa.
Baca Juga: Eksperimen Sains Sederhana dengan Budget Murah untuk Anak SD, Bisa Dicoba di Rumah!
Selain itu, guru dapat memberikan variasi dengan mengintegrasikan permainan yang relevan dengan materi pelajaran pada jam pelajaran.
Pengertian Gemifikasi
Gamifikasi adalah konsep yang merujuk pada penerapan elemen-elemen dinamika dan mekanika game dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar.
Dengan kata lain, gamifikasi merupakan teknik yang mengintegrasikan unsur-unsur game ke dalam berbagai konteks, seperti yang diungkapkan oleh Yuvirdha B. W pada tahun 2021.
Seseorang dapat menikmati bermain game dengan tujuan hiburan yang menantang atau hanya untuk mengalami pengalaman dari elemen-elemen yang ada dalam permainan.
Beberapa tujuan bermain game dapat diadaptasi sebagai metode pengajaran di kelas, terutama sebagai variasi saat menyampaikan materi.
Baca Juga: Cara Tepat dan Cermat Orang Tua untuk Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak
Perbedaan Gemifikasi dan Game Edukasi
Meskipun sering disamakan, gamifikasi dan pembelajaran berbasis game (game edukasi) memiliki perbedaan mendasar.
Gamifikasi adalah proses yang menggunakan pemikiran dan dinamika game untuk melibatkan audiens, mengimplementasikan teknik seperti papan peringkat dan persaingan dalam kelas untuk meningkatkan motivasi dan semangat siswa (sumber: gamification.co).
Di sisi lain, pembelajaran berbasis game atau game edukasi melibatkan siswa dalam memainkan game pembelajaran, baik berupa aplikasi multimedia interaktif maupun video game.
Perbedaan antara gamifikasi dan game edukasi dapat dijelaskan lebih rinci dalam poin-poin berikut:
Gamifikasi melibatkan serangkaian tugas atau tantangan dengan imbalan poin atau hadiah, dengan tujuan mendorong siswa untuk melakukan tindakan tertentu.
Siswa tidak dipaksa untuk berpartisipasi dalam kegiatan gamifikasi.
Sementara itu, game edukasi pada dasarnya memanfaatkan pembelajaran melalui permainan.
Baca Juga: Game Edukasi Wordwall, Solusi Mengatasi Kejenuhan dalam Pembelajaran Anak Sekolah Dasar
Tujuan pembelajaran ditentukan dalam konteks permainan, dan permainan tersebut berfungsi sebagai hiburan yang mencakup konten pembelajaran.
Beberapa pihak menganggap bahwa game memiliki dampak negatif, seperti mengalihkan perhatian anak dan berpotensi menciptakan ketergantungan.
Hal ini disebabkan oleh elemen-elemen game yang didesain menarik dan menantang, menciptakan rasa penasaran, dan menggunakan warna yang cerah.
Meskipun demikian, terdapat upaya untuk mengubah pandangan negatif terhadap game dengan mengembangkan game edukasi.
Baca Juga: 10 Dampak Positif Game Online Jika Bermain Sewajarnya, Yuk Simak Ulasannya
Tips Memilih Aplikasi Pembuat Game Edukasi
Ada berbagai aplikasi yang menyediakan platform untuk membuat game edukasi, masing-masing dengan fitur dan tingkat kesulitan yang berbeda.
Berikut adalah beberapa tips dalam memilih aplikasi pembuat game edukasi:
1. Tentukan jenis game edukasi, apakah akan dimainkan secara online atau offline.
2. Pilih aplikasi yang menyediakan versi gratis atau trial, namun tersedia opsi berbayar jika diperlukan.
3. Pilih aplikasi yang memiliki fitur sesuai dengan kebutuhan.
4. Pilih aplikasi dengan fitur yang mudah dipelajari dan dipahami.
5. Pastikan aplikasi mudah diakses.
Salah satu aplikasi yang memenuhi kriteria tersebut adalah Wordwall.
Aplikasi ini dapat digunakan secara online melalui browser seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, dan Edge.
Wordwall menyediakan berbagai fitur dan template untuk membuat game edukasi, seperti kuis, pencocokan kata, dan labirin.
Baca Juga: Ini Cara Cegah Anak Kecanduan Gadget
Meskipun versi gratis memiliki batasan, seperti pembuatan hingga 5 game dan penggunaan 18 template, Wordwall tetap menjadi pilihan yang baik untuk membuat pembelajaran lebih seru dan interaktif.
Sebelum menggunakan Wordwall, guru perlu mendaftar akun menggunakan email yang masih aktif.
Cara Praktis Membuat Game Edukasi dengan Wordwall
Berikut adalah petunjuk langkah demi langkah dalam menggunakan aplikasi Wordwall untuk membuat game edukasi:
1. Setelah mendaftar dan masuk ke akun Wordwall, klik tombol "Buat Aktivitas" di halaman utama Wordwall (tombol berwarna biru).
2. Pilih salah satu template game dari 18 template gratis yang tersedia, dengan variasi seperti:
a. Template Kuis: Pertanyaan pilihan ganda untuk game show.
b. Template Roda Acak: Kartu acak yang membuat game komunikatif tanpa pilihan jawaban.
c. Template Pencocokan: Mencari kecocokan antara pertanyaan dan jawaban.
d. Template Labirin, Pecah Balon, Pesawat Terbang, Pengurutan Grup: Game dengan objek pesawat, kereta, dan labirin untuk memasukkan subjek pada jawaban yang benar.
e. Template Anagram dan Benarkan Kalimat: Game menyusun huruf menjadi kata dan kalimat.
f. Template Kata yang Hilang: Game mengisi kata untuk melengkapi kalimat/paragraf yang belum sempurna.
3. Sebagai contoh, ketika Anda menggunakan template kuis, tampilannya akan mirip dengan gambar di bawah ini.
Baca Juga: Game Edukasi Wordwall, Solusi Mengatasi Kejenuhan dalam Pembelajaran Anak Sekolah Dasar
Anda akan menemukan kolom untuk mengisi judul aktivitas atau judul game yang akan dibuat. Selain itu, Anda dapat menambahkan instruksi atau petunjuk game dengan mengklik opsi menu Instruksi.
Selanjutnya, Anda bisa memulai proses penambahan pertanyaan satu per satu bersama dengan opsi jawabannya.
Baik pertanyaan maupun pilihan jawaban dapat diperkaya dengan gambar melalui ikon gambar yang tersedia di kolom tersebut.
Setelah menyelesaikan input soal ke platform Wordwall, cukup klik tombol save untuk menyimpannya.
Baca Juga: Profil Kak Nisa, Host Youtube Kinderflix yang Jadi Idola Banyak Orang
4. Ada dua opsi untuk bermain game yang telah dibuat, yakni memainkannya pada perangkat individu masing-masing siswa atau dijalankan secara terpusat oleh guru di depan kelas.
Saat dimainkan secara terpusat, terjadi interaksi antara siswa dan guru, khususnya untuk game yang melibatkan kerjasama tim.
Pada skenario ini, guru dapat mengontrol permainan dengan memutar game melalui perangkatnya dan menampilkan di layar kelas.
Penting untuk dicatat bahwa setiap perangkat yang akan memainkan game edukasi dari Wordwall harus terhubung dengan internet.
Dengan aplikasi seperti Wordwall, guru dapat dengan mudah membuat game edukasi yang menarik dan bermutu.
Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.***



