POJOKSATU.id — Isu kesehatan mental kini menjadi perhatian utama di kalangan remaja, termasuk dalam dunia hiburan.
Tekanan sosial, tuntutan akademik, ekspektasi keluarga, hingga pengaruh media sosial membuat generasi muda lebih rentan mengalami gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, hingga depresi.
Dikutip dari Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), ada 1 dari 20 (5,5%) atau sekitar 2,45 juta remaja terdiagnosis mengalami masalah gangguan mental.
Lebih mengejutkan lagi, 1 dari 3 (34,9 %) atau setara dengan 15,5 juta remaja memiliki satu masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir.
Sinetron Asmara Gen Z hadir sebagai salah satu tayangan yang secara konsisten mengangkat tema kesehatan mental.
Bukan hanya sekadar drama remaja, sinetron ini menjadi ruang edukasi emosional yang relevan dengan kondisi anak muda saat ini.
Baca Juga: Alih Alih Entaskan Kemiskinan, Siswa Sekolah Rakyat ini Malah Tidur di Lantai, Begini Ceritanya
Karakter-karakter dalam Asmara Gen Z digambarkan memiliki berbagai gangguan kesehatan mental.
Aqeela, misalnya, didiagnosis mengalami Borderline Personality Disorder (BPD), Fattah berjuang menghadapi gangguan kecemasan, Zara mengalami serangan panik.
Selain itu, Mohan menyimpan trauma berat yang mengarah pada Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), Raisa menunjukkan ciri-ciri Histrionic Personality Disorder (HPD), sementara Cantika memperlihatkan gejala Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OCPD).
Yuk, kita selami lebih dalam deretan gangguan kesehatan mental yang dialami para tokoh di atas!
1. Borderline Personality Disorder (BPD)
Ketidakstabilan emosi, perilaku impulsif, hubungan interpersonal yang sangat tidak stabil, perasaan hampa, amarah intens, dan kadang perilaku menyakiti diri sendiri atau percobaan bunuh diri.
Sering terjadi perubahan identitas diri dan pemikiran paranoid saat stres.
2. Anxiety (Gangguan Kecemasan)
Rasa cemas atau takut berlebihan dan persisten, mudah lelah, sulit konsentrasi, gangguan tidur, tegang otot, dan gejala fisik seperti jantung berdebar, mual, nyeri dada.
3. Panic Attack
Serangan mendadak rasa takut hebat disertai gejala fisik (jantung berdebar, sesak napas, pusing, mual, perasaan akan mati/gila, gemetar). Biasanya berlangsung beberapa menit.
Baca Juga: Desainer Logo HUT RI ke 80 Bongkar Proses Kreatif Pembuatan Karyanya, Buka Suara Filosofinya
4. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)
Mengalami kembali trauma (flashback, mimpi buruk), menghindari hal yang mengingatkan trauma, perasaan mati rasa/negatif, mudah terkejut/marah. Biasanya muncul setelah mengalami atau menyaksikan kejadian mengancam nyawa.
5. Histrionic Personality Disorder (HPD)
Kebutuhan untuk selalu jadi pusat perhatian, ekspresi emosional berlebihan/dramatis, perilaku menarik perhatian, mudah dipengaruhi orang lain, dan labil emosi.
6. Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OCPD)
Perfeksionisme ekstrem, kebutuhan mengendalikan lingkungan/orang lain, kaku dalam berpikir, overplanning, sulit delegasi, cenderung lebih memikirkan aturan/prosedur daripada hasil/kebahagiaan. Berbeda dari OCD (tidak selalu punya pikiran obsesif atau ritual mistis).
Melalui Asmara Gen Z, dunia hiburan membuktikan bahwa sinetron remaja tak melulu soal percintaan klise, tetapi juga bisa menjadi cermin realita yang menyuarakan isu penting seperti kesehatan mental.
Dengan penggambaran karakter yang memiliki berbagai gangguan psikologis secara mendalam, sinetron ini berhasil membuka ruang diskusi dan empati terhadap luka batin yang kerap tersembunyi di balik senyum anak muda. ***
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:




